Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

PPKM III KOTA SEMARANG DILONGGARKAN, MASYARAKAT BELUM BISA BERKOMITMEN

               KOTA SEMARANG-Mengutip Penjelasan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam keputusanya melonggarkan aturan PPKM di salah satu media online beberapa waktu yang lalu, bahwa ada 3 poin yang telah diputuskan.Pertama untuk pusat perbelanjaan jika semula ditetapkan dapat beraktivitas hingga pukul 19.00 WIB,saat ini bisa sampai pukul 20.00 WIB. Selain pusat perbelanjaan, tempat hiburan malam seperti kafe, restoran, hingga pedagang kaki lima juga diberikan kelonggaran beroperasi.Jika semula mereka hanya diizinkan beroperasi hingga pukul 21.00 WIB,kini diizinkan buka hingga pukul 22.00 WIB.

               Ironisnya, sejak ditetapkannya kelonggaran peraturan PPKM oleh Walikota Semarang masyarakat Kota semarang belum bisa berkomitmen dengan baik. Masih banyak dijumpai pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha,pelaku hiburan, bahkan masyarakat. Terbukti dengan dilakukannya pemantauan serta operasi yustisi oleh  tim dari aparatur kelurahan dan Kecamatan, Babinsa, Babinkamtibmas serta Polsek dan Kodim yang tergabung dalam keanggotaan POSKO PPKM MIKRO tak sedikit yang belumsadar akan pentingnya 3M.

               Hasil Evaluasi Pemantuan PPKM III yang dilakukan dari tanggal 14 – 20 Februari 2021 di Wilayah Kota Semarang menunjukkan aktifitas malam hari banyak sekali PKL yang masih melanggar jam operasional, seperti di wilayah kecamatan Gunung Pati dan Kecamatan Semarang Selatan. Tak hanya itu, Operasi Gabungan yang dilakukan oleh Kecamatan dan Kelurahan bersama Babinsa, Babinkamtibmas serta Polsek dan Kodim masih banyak ditemukan pengguna jalan khususnya kendaraan bermotor yang tidak bermasker. Banyak dijumpai tukang parkir dan sopir becak yang tidak menggunakan masker dengan benar.

               Sepanjang pelaksanaan PPKM berbasis Mikroini,petugas lebih bertindak kepada pensosialisasian terhadap pelaksanaan 3M. Pembagian masker pun masih kerap dilakukan oleh petugas mengingat sering dijumpainya masyarakat Kota Semarang yang tidak sadar akan pentingnya menggunakan masker

               KOTA SEMARANG-Mengutip Penjelasan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam keputusanya melonggarkan aturan PPKM di salah satu media online beberapa waktu yang lalu, bahwa ada 3 poin yang telah diputuskan.Pertama untuk pusat perbelanjaan jika semula ditetapkan dapat beraktivitas hingga pukul 19.00 WIB,saat ini bisa sampai pukul 20.00 WIB. Selain pusat perbelanjaan, tempat hiburan malam seperti kafe, restoran, hingga pedagang kaki lima juga diberikan kelonggaran beroperasi.Jika semula mereka hanya diizinkan beroperasi hingga pukul 21.00 WIB,kini diizinkan buka hingga pukul 22.00 WIB.

               Ironisnya, sejak ditetapkannya kelonggaran peraturan PPKM oleh Walikota Semarang masyarakat Kota semarang belum bisa berkomitmen dengan baik. Masih banyak dijumpai pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha,pelaku hiburan, bahkan masyarakat. Terbukti dengan dilakukannya pemantauan serta operasi yustisi oleh  tim dari aparatur kelurahan dan Kecamatan, Babinsa, Babinkamtibmas serta Polsek dan Kodim yang tergabung dalam keanggotaan POSKO PPKM MIKRO tak sedikit yang belumsadar akan pentingnya 3M.

               Hasil Evaluasi Pemantuan PPKM III yang dilakukan dari tanggal 14 – 20 Februari 2021 di Wilayah Kota Semarang menunjukkan aktifitas malam hari banyak sekali PKL yang masih melanggar jam operasional, seperti di wilayah kecamatan Gunung Pati dan Kecamatan Semarang Selatan. Tak hanya itu, Operasi Gabungan yang dilakukan oleh Kecamatan dan Kelurahan bersama Babinsa, Babinkamtibmas serta Polsek dan Kodim masih banyak ditemukan pengguna jalan khususnya kendaraan bermotor yang tidak bermasker. Banyak dijumpai tukang parkir dan sopir becak yang tidak menggunakan masker dengan benar.

               Sepanjang pelaksanaan PPKM berbasis Mikroini,petugas lebih bertindak kepada pensosialisasian terhadap pelaksanaan 3M. Pembagian masker pun masih kerap dilakukan oleh petugas mengingat sering dijumpainya masyarakat Kota Semarang yang tidak sadar akan pentingnya menggunakan masker