Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Peningkatan Akses Reforma Agraria

PENINGKATAN AKSES REFORMA AGRARIA PART I DI KABUPATEN PEMALANG DENGAN MENGUSUNG JUDUL "PELATIHAN TANAMAN PORANG SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI PADI"

Dalam rangka peningkatan akses reforma agraria Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah pada hari rabu tanggal 24 Februari 2021 menyelenggarakan kegiatan Peningkatan akses Reforma Agraria di Desa Wanarata Kecamatan Bantar Bolang Kabupaten Pemalang, kegiatan dilaksanakan mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak, menggunkan masker, mencuci tangan serta jumlah maksimal 50 orang.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pertanahan DISPERAKIM PROV JATENG Endro Hudiyono, AP, SH, MM mewakili Kepala dinas, dan sambutan oleh Kepala Desa Wanarata dan perwakilan dari Kecamatan Bantar Bolang. Kegiatan akses reforma agraria tindak lanjut atas pelaksanaan asset sertifikasi LP2B tahun 2018. Akses reforma agraria dilaksanakan untuk optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian yang diharapkan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dalam Kegiatan peningkatan akses di Desa Wanarata dihadirkan tiga narasumber yaitu : Bapak Yusuf AfandI, SE Kepala Seksi Pertanahan DISPERKIM Kabupaten Pemalang, Bapak TO. Prapto dari Ketua Joglo Tani Indonesia, dan Bapak Harry Purnama dari Praktisi Tanaman Organik Indonesia.

Dalam Kesempatan ini disampaikan oleh Bapak Yusuf Afandi, SE bahwa terkait aset dan akses dalam rangka reforma agraria, Pemerintah Kabupaten Pemalang mendukung pelaksanaan sertifikasi lahan seperti LP2B, maupun PTSL sehingga diharapkan semua bidang tanah dapat tersertifikasi.

Bapak TO Prapto dari ketua Joglo Tani Indonesia memberikan ajakan agar masyarakat di Desa Wanarata mandiri pangan mewujudkan ketahanan pangan, denagn pendekatan menanam apa yang dimakan- memakan apa yang ditanam, para petani diharapkan mengelola pertanian seiiring dengan sektor peternakan agar saling berimbangan kebermanfaatanya, petani diharapkan menjadi petani mandiri yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan pertanian sehingga tidak bergantung pada pemerintah. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan manajemen pertanian yang bersinergi dalam kelompok tani.

Harry Purnama sebagai Praktisi tanaman organik memberikan alternatif tanaman pertanian selain padi yaitu porang. Disampaikan tata cara seluk beluk penanaman porang serta metode pengelolaanya.

Kegiatan pada kesempatan ini disambut baik oleh warga masyarakat, karena adanya pengetahuan baru terkait variasi tanaman pertanian maupun tata Kelola manajemen pertanian.

PENINGKATAN AKSES REFORMA AGRARIA PART I DI KABUPATEN PEMALANG DENGAN MENGUSUNG JUDUL "PELATIHAN TANAMAN PORANG SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI PADI"

Dalam rangka peningkatan akses reforma agraria Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah pada hari rabu tanggal 24 Februari 2021 menyelenggarakan kegiatan Peningkatan akses Reforma Agraria di Desa Wanarata Kecamatan Bantar Bolang Kabupaten Pemalang, kegiatan dilaksanakan mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak, menggunkan masker, mencuci tangan serta jumlah maksimal 50 orang.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pertanahan DISPERAKIM PROV JATENG Endro Hudiyono, AP, SH, MM mewakili Kepala dinas, dan sambutan oleh Kepala Desa Wanarata dan perwakilan dari Kecamatan Bantar Bolang. Kegiatan akses reforma agraria tindak lanjut atas pelaksanaan asset sertifikasi LP2B tahun 2018. Akses reforma agraria dilaksanakan untuk optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian yang diharapkan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dalam Kegiatan peningkatan akses di Desa Wanarata dihadirkan tiga narasumber yaitu : Bapak Yusuf AfandI, SE Kepala Seksi Pertanahan DISPERKIM Kabupaten Pemalang, Bapak TO. Prapto dari Ketua Joglo Tani Indonesia, dan Bapak Harry Purnama dari Praktisi Tanaman Organik Indonesia.

Dalam Kesempatan ini disampaikan oleh Bapak Yusuf Afandi, SE bahwa terkait aset dan akses dalam rangka reforma agraria, Pemerintah Kabupaten Pemalang mendukung pelaksanaan sertifikasi lahan seperti LP2B, maupun PTSL sehingga diharapkan semua bidang tanah dapat tersertifikasi.

Bapak TO Prapto dari ketua Joglo Tani Indonesia memberikan ajakan agar masyarakat di Desa Wanarata mandiri pangan mewujudkan ketahanan pangan, denagn pendekatan menanam apa yang dimakan- memakan apa yang ditanam, para petani diharapkan mengelola pertanian seiiring dengan sektor peternakan agar saling berimbangan kebermanfaatanya, petani diharapkan menjadi petani mandiri yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan pertanian sehingga tidak bergantung pada pemerintah. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan manajemen pertanian yang bersinergi dalam kelompok tani.

Harry Purnama sebagai Praktisi tanaman organik memberikan alternatif tanaman pertanian selain padi yaitu porang. Disampaikan tata cara seluk beluk penanaman porang serta metode pengelolaanya.

Kegiatan pada kesempatan ini disambut baik oleh warga masyarakat, karena adanya pengetahuan baru terkait variasi tanaman pertanian maupun tata Kelola manajemen pertanian.