Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

DAK Integrasi di Kawasan Kumuh Semanggi Kota Surakarta

Surakarta, 13 April 2021, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah, melakukan kunjungan lapangan terhadap pelaksanaan DAK Integrasi di Kawasan Semanggi Kota Surakarta. Kunjungan lapangan di dampingi oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Surakarta. DAK Integrasi Kawasan Semanggi berlokasi di Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon dengan luasan lebih dari 5,8 Ha. Kawasan tersebut merupakan kawasan kumuh sesuai SK Walikota Solo No. No.640/69.9 Tahun 2020 yang dihuni oleh 1.172 jiwa.

Pelaksanaan DAK Integrasi di Kelurahan Mojo merupakan pendanaan dari APBN dan APBD Kota Surakarta yang akan dilaksanakan multiyears di tahun 2021 dan 2022. Konsep penataan tanpa mengusur di kawasan ini berupa pembangunan perumahan beserta PSU nya dengan jumlah total rumah sebanyak 569 unit rumah. Pembangunan rumah menggunakan teknologi ruspin type 36 m2. Proses pembangunan ruspin dilakukan dengan melibatkan masyarakat penerima bantuan dan dilakukan secara on site. Pada proses pembangunannya dibagi dalam 5 kelompok besar yang masih-masing berjumlah + 20 orang. Pada awalnya para pekerja juga dibekali dengan pelatihan perakitan dan pembuatan panel ruspin dari Direktorat Bina Teknik Perumahan; serta Permukiman dan tim ruspin Bandung. Melalui pelibatan ini, masyarakat penerima bantuan juga mendapatkan upah.

Pembangunan pada kawasan ini, direncanakan mengintegrasikan antara pembangunan hunian baru dengan sarana prasarana dasar penunjang lingkungan seperti air bersih, listrik, jalan, drainase dan IPAL Komunal. Di kawasan ini juga akan dilengkapi dengan pembangunan tempat ibadah dan sarana pendidikan. Di lokasi ini, pembangunan akan dilaksanakan melalui 2 tahap. Tahap I akan dibangun sebanyak 253 rumah beserta sapras penunjangnya dilanjutkan di tahap 2 dengan pembangunan sebanyak 316 rumah beserta sapras penunjangnya. 

Berdasarkan kepemilikan lahan, status lahan semula adalah milik kota atau biasa disebut HP (Hak Pakai). Tetapi dengan adanya program ini akan ditingkatkan menjadi Hak Milik dan saat ini sudah diusulkan dalam Program Daerah untuk Persertifikatan Tanah. Sehingga nantinya ke.569 unit rumah akan mendapatkan sertifikat HM dan akan diserahterimakan kepada penghuni.

Program pembangunan melalui DAK integrasi di Kawasan Kumuh Semanggi Kelurahan Mojo, diharapkan mampu mengentaskan kawasan kumuh secara keseluruhan dan mampu memenuhi 100% kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih bersih dan sanitasi.

Surakarta, 13 April 2021, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah, melakukan kunjungan lapangan terhadap pelaksanaan DAK Integrasi di Kawasan Semanggi Kota Surakarta. Kunjungan lapangan di dampingi oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Surakarta. DAK Integrasi Kawasan Semanggi berlokasi di Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon dengan luasan lebih dari 5,8 Ha. Kawasan tersebut merupakan kawasan kumuh sesuai SK Walikota Solo No. No.640/69.9 Tahun 2020 yang dihuni oleh 1.172 jiwa.

Pelaksanaan DAK Integrasi di Kelurahan Mojo merupakan pendanaan dari APBN dan APBD Kota Surakarta yang akan dilaksanakan multiyears di tahun 2021 dan 2022. Konsep penataan tanpa mengusur di kawasan ini berupa pembangunan perumahan beserta PSU nya dengan jumlah total rumah sebanyak 569 unit rumah. Pembangunan rumah menggunakan teknologi ruspin type 36 m2. Proses pembangunan ruspin dilakukan dengan melibatkan masyarakat penerima bantuan dan dilakukan secara on site. Pada proses pembangunannya dibagi dalam 5 kelompok besar yang masih-masing berjumlah + 20 orang. Pada awalnya para pekerja juga dibekali dengan pelatihan perakitan dan pembuatan panel ruspin dari Direktorat Bina Teknik Perumahan; serta Permukiman dan tim ruspin Bandung. Melalui pelibatan ini, masyarakat penerima bantuan juga mendapatkan upah.

Pembangunan pada kawasan ini, direncanakan mengintegrasikan antara pembangunan hunian baru dengan sarana prasarana dasar penunjang lingkungan seperti air bersih, listrik, jalan, drainase dan IPAL Komunal. Di kawasan ini juga akan dilengkapi dengan pembangunan tempat ibadah dan sarana pendidikan. Di lokasi ini, pembangunan akan dilaksanakan melalui 2 tahap. Tahap I akan dibangun sebanyak 253 rumah beserta sapras penunjangnya dilanjutkan di tahap 2 dengan pembangunan sebanyak 316 rumah beserta sapras penunjangnya. 

Berdasarkan kepemilikan lahan, status lahan semula adalah milik kota atau biasa disebut HP (Hak Pakai). Tetapi dengan adanya program ini akan ditingkatkan menjadi Hak Milik dan saat ini sudah diusulkan dalam Program Daerah untuk Persertifikatan Tanah. Sehingga nantinya ke.569 unit rumah akan mendapatkan sertifikat HM dan akan diserahterimakan kepada penghuni.

Program pembangunan melalui DAK integrasi di Kawasan Kumuh Semanggi Kelurahan Mojo, diharapkan mampu mengentaskan kawasan kumuh secara keseluruhan dan mampu memenuhi 100% kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih bersih dan sanitasi.