Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

KEGIATAN PERAKIM DIFOKUSKAN UNTUK PENANGANAN COVID-19

“Kegiatan APBD 2020 kita merupakan APBD Pertolongan, artinya kegiatan di  2020 fokus pada penanganan COVID-19 dan membangkitkan kondisi pasca COVID-19” papar Arief Djatmiko selaku Kadin Perakim dalam Rapat Koordinasi Lingkup Disperakim Prov.Jateng Senin, 8 Juni 2020. Sebagaimana pelaksanaan 2 bulan sebelumnya, sesuai dengan protokoler selama masa pandemi covid-19 maka kegiatan rapat kordinasi pengendalian  yang diadakan rutin bulanan kali ini masih dilakukan secara Virtual dan melibatkan SNVT Penyedia perumahan serta Balai Prasarana Permukiman Wilayah I dan II. Tujuan dilaksanakan Rapat koordinasi pengendalian ini untuk memantau pelaksanaan progres fisik dan keuangan pada kegiatan TA. 2020.

Dalam kesempatan ini juga disampaikan strategi penanggulangan dampak covid-19 pada TA. 2021 sebagai upaya pemulihan kodisi dalam mendukung New Norma Life, salah satunya  seperti “Padat Karya” menjadi primadona dalam penanggulangan dampak COVID-19 yang diusulkan Disperakim Prov.Jateng. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang memungkinkan dilakukan di Disperakim Prov. Jateng khususnya pada Bidang Perumahan baik melalui Kegiatan di Pembangunan Baru Bencana, Pembangunan Baru  Mandiri, maupun Peningkatan Kualitas Bencana.”Mohon untuk segera dialokasikan pada kegiatan Padat Karya di bidang Perumahan,”imbuh Arief Djatmiko kepada Kabid Perumahan Disperakim Prov.Jateng.

“Untuk Kegiatan di Bidang Keterpaduan PKP dimungkinkan ada kegiatan yang dilakukan di lapangan dalam bentuk kerjasama dengan Perguruan Tinggi dan stakeholder terkait guna menanggulangi dampak COVID-19”, tambah Arief Djatmiko dalam arahannya di sela rapat. Pun kegiatan di Bidang Kawasan Permukiman, khususnya Lomba Hari Habitat bisa difokuskan untuk kegiatan yang bisa menyerap tenaga kerja. Untuk kegiatan di Bidang Pertanahan seperti LP2B dan Reforma Agraria bisa menjadi harapan dalam penanganan COVID-19 di 2021.

“Sampai dengan saat ini COVID-19 masih memperngaruhi kegiatan kita, maka kita di APBD sampai dengan tanggal 20 Juni 2020 masih memberlakukan WFH dan WFO”,papar Arief Djatmiko. Namun demikian, Disperakim Prov.Jateng tidak mengurangi intensitas kegiatan. “Kami tetap akan berusaha mempercepat progres capaian kegiatan, sehingga apabila dari APBN masih membutuhkan koordinasi masih bisa dilakukan,” pungkasnya.

“Kegiatan APBD 2020 kita merupakan APBD Pertolongan, artinya kegiatan di  2020 fokus pada penanganan COVID-19 dan membangkitkan kondisi pasca COVID-19” papar Arief Djatmiko selaku Kadin Perakim dalam Rapat Koordinasi Lingkup Disperakim Prov.Jateng Senin, 8 Juni 2020. Sebagaimana pelaksanaan 2 bulan sebelumnya, sesuai dengan protokoler selama masa pandemi covid-19 maka kegiatan rapat kordinasi pengendalian  yang diadakan rutin bulanan kali ini masih dilakukan secara Virtual dan melibatkan SNVT Penyedia perumahan serta Balai Prasarana Permukiman Wilayah I dan II. Tujuan dilaksanakan Rapat koordinasi pengendalian ini untuk memantau pelaksanaan progres fisik dan keuangan pada kegiatan TA. 2020.

Dalam kesempatan ini juga disampaikan strategi penanggulangan dampak covid-19 pada TA. 2021 sebagai upaya pemulihan kodisi dalam mendukung New Norma Life, salah satunya  seperti “Padat Karya” menjadi primadona dalam penanggulangan dampak COVID-19 yang diusulkan Disperakim Prov.Jateng. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang memungkinkan dilakukan di Disperakim Prov. Jateng khususnya pada Bidang Perumahan baik melalui Kegiatan di Pembangunan Baru Bencana, Pembangunan Baru  Mandiri, maupun Peningkatan Kualitas Bencana.”Mohon untuk segera dialokasikan pada kegiatan Padat Karya di bidang Perumahan,”imbuh Arief Djatmiko kepada Kabid Perumahan Disperakim Prov.Jateng.

“Untuk Kegiatan di Bidang Keterpaduan PKP dimungkinkan ada kegiatan yang dilakukan di lapangan dalam bentuk kerjasama dengan Perguruan Tinggi dan stakeholder terkait guna menanggulangi dampak COVID-19”, tambah Arief Djatmiko dalam arahannya di sela rapat. Pun kegiatan di Bidang Kawasan Permukiman, khususnya Lomba Hari Habitat bisa difokuskan untuk kegiatan yang bisa menyerap tenaga kerja. Untuk kegiatan di Bidang Pertanahan seperti LP2B dan Reforma Agraria bisa menjadi harapan dalam penanganan COVID-19 di 2021.

“Sampai dengan saat ini COVID-19 masih memperngaruhi kegiatan kita, maka kita di APBD sampai dengan tanggal 20 Juni 2020 masih memberlakukan WFH dan WFO”,papar Arief Djatmiko. Namun demikian, Disperakim Prov.Jateng tidak mengurangi intensitas kegiatan. “Kami tetap akan berusaha mempercepat progres capaian kegiatan, sehingga apabila dari APBN masih membutuhkan koordinasi masih bisa dilakukan,” pungkasnya.