Pada Senin, 30 Juni 2025, DISPERAKIM Provinsi Jawa Tengah menghadiri acara Pelepasan Mahasiswa UNNES GIAT 12 tahun 2025 yang mengusung tema “Mahasiswa Berdampak Ngopeni Jateng”, yang dilaksanakan di Gedung Prof. Wuryanto Auditorium Universitas Negeri Semarang.
Acara tersebut dihadiri oleh beberapa pihak antara lain : Prof. Dr. S. Martono, M.Si. selaku Rektor Universitas Negeri Semarang, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Wakil Rektor Bidang Perencanaan Umum SDM dan Keuangan, Wakil Rektor Bidang Riset Inovasi dan Sistem Informasi, Wakil Rektor Kerjasama Bisnis dan Hubungan Internasional, Sekretaris Universitas, seluruh Dekan Fakultas UNNES, Direktur Sekolah Pasca Sarjana, Ketua LPPM, Ketua LPP, Direktur Akademik Kemahasiswaan dan Konservasi, Sekretaris LPPM, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, BPBD Provinsi Jawa Tengah, Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, serta DISPERAKIM Provinsi Jawa Tengah.
Acara ini merupakan acara resmi dalam rangka pelepasan 4.353 mahasiswa peserta KKN UNNES yang ditempatkan di 14 Kabupaten/Kota, 38 Kecamatan, dan 379 Desa di Provinsi Jawa Tengah. Fokus utama KKN ini meliputi pembentukan desa tangguh bencana pratama, pencegahan dan penanggulangan stunting, verifikasi data rumah tidak layak huni, serta penguatan ideologi Pancasila bagi generasi milenial.
Acara dibuka dengan sambutan dari Rektor Universitas Negeri Semarang, yaitu Prof. Dr. S. Martono, M.Si. yang menyampaikan pesan-pesan penting bagi para mahasiswa yang akan terjun ke masyarakat. Mahasiswa diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan desa dan selalu bersikap rendah hati dan bijaksana. Beliau juga menekankan mahasiswa harus berpikir konseptual dan sistematis dalam merancang program yang bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal. Selain itu, mahasiswa juga harus menjaga etika dalam membuat konten serta menjaga nama baik almamater, berhati hati dalam berkendara, serta menjaga kesehatan.
DISPERAKIM Provinsi Jawa Tengah hadir pada acara tersebut sebagai mitra kerjasama dalam mendukung pelaksanaan KKN UNNES GIAT ke-12. Peran DISPERAKIM Provinsi Jawa Tengah secara spesifik yaitu mendukung mahasiswa yang ikut serta dalam kegiatan tematik verifikasi dan validasi data rumah tidak layak huni melalui aplikasi SIMPERUM yang merupakan salah satu fokus KKN UNNES GIAT ke-12. Partisipatif aktif mahasiswa UNNES GIAT 12 menjadi bukti konkret kolaborasi erat antara sektor akademik dan instansi pemerintahan dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan diperluas di masa mendatang untuk mendukung dalam mewujudkannya permukiman yang layak, sehat, dan berkelanjutan di Jawa Tengah.
Pada Senin, 30 Juni 2025, DISPERAKIM Provinsi Jawa Tengah menghadiri acara Pelepasan Mahasiswa UNNES GIAT 12 tahun 2025 yang mengusung tema “Mahasiswa Berdampak Ngopeni Jateng”, yang dilaksanakan di Gedung Prof. Wuryanto Auditorium Universitas Negeri Semarang.
Acara tersebut dihadiri oleh beberapa pihak antara lain : Prof. Dr. S. Martono, M.Si. selaku Rektor Universitas Negeri Semarang, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Wakil Rektor Bidang Perencanaan Umum SDM dan Keuangan, Wakil Rektor Bidang Riset Inovasi dan Sistem Informasi, Wakil Rektor Kerjasama Bisnis dan Hubungan Internasional, Sekretaris Universitas, seluruh Dekan Fakultas UNNES, Direktur Sekolah Pasca Sarjana, Ketua LPPM, Ketua LPP, Direktur Akademik Kemahasiswaan dan Konservasi, Sekretaris LPPM, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, BPBD Provinsi Jawa Tengah, Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, serta DISPERAKIM Provinsi Jawa Tengah.
Acara ini merupakan acara resmi dalam rangka pelepasan 4.353 mahasiswa peserta KKN UNNES yang ditempatkan di 14 Kabupaten/Kota, 38 Kecamatan, dan 379 Desa di Provinsi Jawa Tengah. Fokus utama KKN ini meliputi pembentukan desa tangguh bencana pratama, pencegahan dan penanggulangan stunting, verifikasi data rumah tidak layak huni, serta penguatan ideologi Pancasila bagi generasi milenial.
Acara dibuka dengan sambutan dari Rektor Universitas Negeri Semarang, yaitu Prof. Dr. S. Martono, M.Si. yang menyampaikan pesan-pesan penting bagi para mahasiswa yang akan terjun ke masyarakat. Mahasiswa diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan desa dan selalu bersikap rendah hati dan bijaksana. Beliau juga menekankan mahasiswa harus berpikir konseptual dan sistematis dalam merancang program yang bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal. Selain itu, mahasiswa juga harus menjaga etika dalam membuat konten serta menjaga nama baik almamater, berhati hati dalam berkendara, serta menjaga kesehatan.
DISPERAKIM Provinsi Jawa Tengah hadir pada acara tersebut sebagai mitra kerjasama dalam mendukung pelaksanaan KKN UNNES GIAT ke-12. Peran DISPERAKIM Provinsi Jawa Tengah secara spesifik yaitu mendukung mahasiswa yang ikut serta dalam kegiatan tematik verifikasi dan validasi data rumah tidak layak huni melalui aplikasi SIMPERUM yang merupakan salah satu fokus KKN UNNES GIAT ke-12. Partisipatif aktif mahasiswa UNNES GIAT 12 menjadi bukti konkret kolaborasi erat antara sektor akademik dan instansi pemerintahan dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan diperluas di masa mendatang untuk mendukung dalam mewujudkannya permukiman yang layak, sehat, dan berkelanjutan di Jawa Tengah.