Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Dukung Kesejahteraan Pegawai, Disperakim Jateng Gelar Sosialisasi KPR FLPP dan Edukasi Penataan Hunian Bagi ASN

Bertepatan dengan peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) Tahun 2026, Bidang Perencanaan Teknis Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah menggelar acara sosialisasi bertajuk "Mewujudkan Hunian Idaman: Pembinaan Kesejahteraan Pegawai, Sosialisasi KPR FLPP & Edukasi Penataan Rumah bagi ASN" di Aula Wisma Perdamaian, Semarang, Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah sekaligus merealisasikan program prioritas Gubernur Jawa Tengah, yaitu "1 KK 1 Rumah Layak Huni". Acara ini menyasar para ASN di lingkungan Pemprov Jateng yang hingga kini belum memiliki rumah pribadi.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Bapak Sumarno, SE, MM, dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Ibu Betty Wulandari dari Biro Pemerintahan, Otda, dan Kerja Sama Setda Prov Jateng, menegaskan bahwa kepemilikan rumah pribadi merupakan fondasi penting dalam menunjang kesejahteraan dan kinerja ASN. Pemprov Jateng terus menjalin kerja sama dengan BKN, BP Tapera, serta penyedia jasa keuangan untuk mempermudah akses hunian. Acara dihadiri oleh Komisioner BP Tapera, , Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa III, Direktur Utama Bank Jateng, 50 OPD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang masing-masing mengirimkan 2 orang ASN yang belum memiliki rumah pribadi, Asosiasi Pengembang Perumahan, dan Pengembang Perumahan.

Dalam sesi pemaparan, Kepala Bidang Pembinaan dan Penilaian Kinerja BKD Provinsi Jawa Tengah, Bapak Agil Joko Sarjono, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa pemetaan data awal ASN pada sistem SIMPEG menjadi acuan Pemprov dalam merumuskan kebijakan bantuan atau pembiayaan perumahan bagi pegawai yang membutuhkan. Pada kesempatan yang sama, Analis Development Secured Loan Bank Jateng Kantor Pusat, Ibu Ayuka Pratiwi, membeberkan berbagai kemudahan program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) khusus ASN. Melalui KPR FLPP, ASN berpenghasilan hingga Rp8,5 juta (single) atau Rp10 juta (menikah) dapat menikmati suku bunga ringan 5% tetap sampai lunas, uang muka (DP) hanya 1%, serta subsidi bantuan uang muka. Tidak hanya urusan pembiayaan, para peserta juga diberikan pembekalan dari Direktur Studio Arsitek Dari__Jauh, Bapak Aulia Amardani Nur Rakhman, S.Ars. Dalam sesi penataan ruang beliau menekankan pentingnya memahami siklus huni, isi, dan rawat pada rumah subsidi. Sebelum melakukan renovasi, ASN diminta cermat memprioritaskan fungsi utama seperti sirkulasi udara, pencahayaan alami, serta area penyimpanan (storage) agar hunian yang dipatok harga terjangkau tetap terasa lapang, nyaman, dan fungsional.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan para ASN Pemprov Jawa Tengah yang belum memiliki hunian dapat segera mengambil langkah terencana dalam mempersiapkan kepemilikan rumah pribadi yang nyaman, aman, dan terjangkau.

Bertepatan dengan peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) Tahun 2026, Bidang Perencanaan Teknis Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah menggelar acara sosialisasi bertajuk "Mewujudkan Hunian Idaman: Pembinaan Kesejahteraan Pegawai, Sosialisasi KPR FLPP & Edukasi Penataan Rumah bagi ASN" di Aula Wisma Perdamaian, Semarang, Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah sekaligus merealisasikan program prioritas Gubernur Jawa Tengah, yaitu "1 KK 1 Rumah Layak Huni". Acara ini menyasar para ASN di lingkungan Pemprov Jateng yang hingga kini belum memiliki rumah pribadi.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Bapak Sumarno, SE, MM, dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Ibu Betty Wulandari dari Biro Pemerintahan, Otda, dan Kerja Sama Setda Prov Jateng, menegaskan bahwa kepemilikan rumah pribadi merupakan fondasi penting dalam menunjang kesejahteraan dan kinerja ASN. Pemprov Jateng terus menjalin kerja sama dengan BKN, BP Tapera, serta penyedia jasa keuangan untuk mempermudah akses hunian. Acara dihadiri oleh Komisioner BP Tapera, , Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa III, Direktur Utama Bank Jateng, 50 OPD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang masing-masing mengirimkan 2 orang ASN yang belum memiliki rumah pribadi, Asosiasi Pengembang Perumahan, dan Pengembang Perumahan.

Dalam sesi pemaparan, Kepala Bidang Pembinaan dan Penilaian Kinerja BKD Provinsi Jawa Tengah, Bapak Agil Joko Sarjono, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa pemetaan data awal ASN pada sistem SIMPEG menjadi acuan Pemprov dalam merumuskan kebijakan bantuan atau pembiayaan perumahan bagi pegawai yang membutuhkan. Pada kesempatan yang sama, Analis Development Secured Loan Bank Jateng Kantor Pusat, Ibu Ayuka Pratiwi, membeberkan berbagai kemudahan program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) khusus ASN. Melalui KPR FLPP, ASN berpenghasilan hingga Rp8,5 juta (single) atau Rp10 juta (menikah) dapat menikmati suku bunga ringan 5% tetap sampai lunas, uang muka (DP) hanya 1%, serta subsidi bantuan uang muka. Tidak hanya urusan pembiayaan, para peserta juga diberikan pembekalan dari Direktur Studio Arsitek Dari__Jauh, Bapak Aulia Amardani Nur Rakhman, S.Ars. Dalam sesi penataan ruang beliau menekankan pentingnya memahami siklus huni, isi, dan rawat pada rumah subsidi. Sebelum melakukan renovasi, ASN diminta cermat memprioritaskan fungsi utama seperti sirkulasi udara, pencahayaan alami, serta area penyimpanan (storage) agar hunian yang dipatok harga terjangkau tetap terasa lapang, nyaman, dan fungsional.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan para ASN Pemprov Jawa Tengah yang belum memiliki hunian dapat segera mengambil langkah terencana dalam mempersiapkan kepemilikan rumah pribadi yang nyaman, aman, dan terjangkau.