Rembang, 29 Juli 2025 – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jawa Tengah menyelenggarakan acara Pelatihan Penyadaran Publik Terhadap Tumbuh dan Berkembangnya Permukiman Kumuh dengan tema “Penguatan Kapasitas Pengelola TPS3R” yang bertempat di TPS3R Desa Pandaran, Kec. Rembang, Kab. Rembang.
Pelatihan ini menghadirkan 2 (dua) narasumber dengan materi yang disampaikan Operasional Alat TPS 3R dan Praktik Penggunaan Alat dan Manajemen Bisnis TPS 3R dan Praktik Pemilahan Sampah. Narasumber pertama berasal dari PT. Sarana Agro Tekindo (selaku produsen alat TPS 3R) - Bapak Akhmad Fadloli, yang menjelaskan tata cara penggunaan dua jenis mesin utama, yaitu mesin cacah pilah sampah dan mesin pencacah plastik yang kemudian dilanjutkan dengan praktik pengoperasionalan mesin tersebut. Dalam penjelasannya pengoperasionalan mesin cacah pilah sampah, diawali dengan pemilahan beberapa material sampah yg tidak dapat diproses oleh mesin seperti batu, ranting kayu, kaca, popok (diapers) dll. Selain itu, mesin ini sebaiknya dioperasikan dengan jumlah dan berat sampah yang memadai agar sistem dorong pada mesin bekerja secara optimal. Untuk mesin pencacah plastik, narasumber menekankan pentingnya mensortir jenis dan bentuk plastik yang akan dicacah, serta mencucinya terlebih dahulu.
Narasumber kedua adalah perwakilan Bank Sampah Induk Blora (BSI Blora) Berkah Mustika Poring - Bapak Mundir yang memaparkan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat di wilayahnya, dengan penekanan pada aspek manajemen bisnis. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa sampah organik maupun non organik memiliki nilai jual. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk padat maupun cair. Kemudian harga jual sampah non organik dipengaruhi oleh jenis, bentuk, warna, serta tingkat kebersihannya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memisahkan sampah plastik berdasarkan merek dan tutupnya, serta memastikan sampah dalam keadaan bersih agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasaran. Bapak Mundir juga menyampaikan bahwa peran pemda juga penting dalam mendukung suksesnya pengolahan sampah di daerah masihng-masing.
Melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan pengelola TPS 3R mampu meningkatkan kapasitasnya, baik dari aspek teknis pengoperasian alat, penguatan kelembagaan, hingga keberlanjutan usaha pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Rembang, 29 Juli 2025 – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jawa Tengah menyelenggarakan acara Pelatihan Penyadaran Publik Terhadap Tumbuh dan Berkembangnya Permukiman Kumuh dengan tema “Penguatan Kapasitas Pengelola TPS3R” yang bertempat di TPS3R Desa Pandaran, Kec. Rembang, Kab. Rembang.
Pelatihan ini menghadirkan 2 (dua) narasumber dengan materi yang disampaikan Operasional Alat TPS 3R dan Praktik Penggunaan Alat dan Manajemen Bisnis TPS 3R dan Praktik Pemilahan Sampah. Narasumber pertama berasal dari PT. Sarana Agro Tekindo (selaku produsen alat TPS 3R) - Bapak Akhmad Fadloli, yang menjelaskan tata cara penggunaan dua jenis mesin utama, yaitu mesin cacah pilah sampah dan mesin pencacah plastik yang kemudian dilanjutkan dengan praktik pengoperasionalan mesin tersebut. Dalam penjelasannya pengoperasionalan mesin cacah pilah sampah, diawali dengan pemilahan beberapa material sampah yg tidak dapat diproses oleh mesin seperti batu, ranting kayu, kaca, popok (diapers) dll. Selain itu, mesin ini sebaiknya dioperasikan dengan jumlah dan berat sampah yang memadai agar sistem dorong pada mesin bekerja secara optimal. Untuk mesin pencacah plastik, narasumber menekankan pentingnya mensortir jenis dan bentuk plastik yang akan dicacah, serta mencucinya terlebih dahulu.
Narasumber kedua adalah perwakilan Bank Sampah Induk Blora (BSI Blora) Berkah Mustika Poring - Bapak Mundir yang memaparkan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat di wilayahnya, dengan penekanan pada aspek manajemen bisnis. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa sampah organik maupun non organik memiliki nilai jual. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk padat maupun cair. Kemudian harga jual sampah non organik dipengaruhi oleh jenis, bentuk, warna, serta tingkat kebersihannya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memisahkan sampah plastik berdasarkan merek dan tutupnya, serta memastikan sampah dalam keadaan bersih agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasaran. Bapak Mundir juga menyampaikan bahwa peran pemda juga penting dalam mendukung suksesnya pengolahan sampah di daerah masihng-masing.
Melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan pengelola TPS 3R mampu meningkatkan kapasitasnya, baik dari aspek teknis pengoperasian alat, penguatan kelembagaan, hingga keberlanjutan usaha pengelolaan sampah berbasis masyarakat.