Disperakim Provinsi Jawa Tengah mendampingi Bapak Ronny Ariuly Hutahayan, Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dalam rangka kunjungan lapangan terkait penataan kawasan permukiman kumuh di Kampung Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, pada Rabu (20/8).
Kunjungan dilaksanakan dalam rangka monitoring penataan kawasan kumuh di Kampung Tambak Lorok. Di kawasan ini telah dilakukan pembangunan sarana dan prasarana untuk penataan dan peningkatan kualitas kawasan kumuh, salah satunya melalui pembangunan hadiah Lomba Hari Habitat Tahun 2023 yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah.
Upaya-upaya penanganan kawasan kumuh di Kampung Tambak Lorok berhasil menurunkan luasan kumuh dari 17,34 Ha di tahun 2020 menjadi 0,22 Ha di tahun 2024.
Melalui kunjungan ini disampaikan masukan terkait peningkatan kualitas infrastruktur, perbaikan manajemen lingkungan, sekaligus langkah-langkah korektif terhadap aspek yang masih bisa dioptimalkan.
Disperakim Provinsi Jawa Tengah mendampingi Bapak Ronny Ariuly Hutahayan, Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dalam rangka kunjungan lapangan terkait penataan kawasan permukiman kumuh di Kampung Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, pada Rabu (20/8).
Kunjungan dilaksanakan dalam rangka monitoring penataan kawasan kumuh di Kampung Tambak Lorok. Di kawasan ini telah dilakukan pembangunan sarana dan prasarana untuk penataan dan peningkatan kualitas kawasan kumuh, salah satunya melalui pembangunan hadiah Lomba Hari Habitat Tahun 2023 yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah.
Upaya-upaya penanganan kawasan kumuh di Kampung Tambak Lorok berhasil menurunkan luasan kumuh dari 17,34 Ha di tahun 2020 menjadi 0,22 Ha di tahun 2024.
Melalui kunjungan ini disampaikan masukan terkait peningkatan kualitas infrastruktur, perbaikan manajemen lingkungan, sekaligus langkah-langkah korektif terhadap aspek yang masih bisa dioptimalkan.