Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Monitoring dan Evaluasi Bantuan Keuangan Pemerintah Desa (BankeuPemdes) di Kabupaten Wonosobo

Selasa–Rabu, 23–24 September 2025, Tim Disperakim Provinsi Jawa Tengah bersama Bappeda Provinsi Jawa Tengah melaksanakan monitoring dan evaluasi Bantuan Keuangan Pemerintah Desa (BankeuPemdes) untuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2025 di Kabupaten Wonosobo. Kegiatan dilakukan di enam desa, yaitu Desa Serang dan Sigedang (Kec. Kejajar), Desa Wonosari (Kec. Wonosobo), serta Desa Deroduwur, Gunturmadu, dan Derongisor (Kec. Mojotengah).

Bantuan BankeuPemdes RTLH diberikan berupa material senilai Rp20 juta per unit, dengan rincian Rp18 juta untuk material, pajak, dan BOP; Rp1,8 juta untuk upah padat karya selama enam hari; serta Rp200 ribu untuk konsumsi padat karya. Bantuan ini bersifat stimulan, sehingga penerima tetap berkontribusi melalui swadaya, baik berupa tenaga, gotong royong, maupun biaya tambahan agar hasil pembangunan lebih maksimal.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap percepatan pelaksanaan program RTLH dapat berjalan baik, mengurangi kemiskinan, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat di Kabupaten Wonosobo dan Jawa Tengah secara umum

Selasa–Rabu, 23–24 September 2025, Tim Disperakim Provinsi Jawa Tengah bersama Bappeda Provinsi Jawa Tengah melaksanakan monitoring dan evaluasi Bantuan Keuangan Pemerintah Desa (BankeuPemdes) untuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2025 di Kabupaten Wonosobo. Kegiatan dilakukan di enam desa, yaitu Desa Serang dan Sigedang (Kec. Kejajar), Desa Wonosari (Kec. Wonosobo), serta Desa Deroduwur, Gunturmadu, dan Derongisor (Kec. Mojotengah).

Bantuan BankeuPemdes RTLH diberikan berupa material senilai Rp20 juta per unit, dengan rincian Rp18 juta untuk material, pajak, dan BOP; Rp1,8 juta untuk upah padat karya selama enam hari; serta Rp200 ribu untuk konsumsi padat karya. Bantuan ini bersifat stimulan, sehingga penerima tetap berkontribusi melalui swadaya, baik berupa tenaga, gotong royong, maupun biaya tambahan agar hasil pembangunan lebih maksimal.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap percepatan pelaksanaan program RTLH dapat berjalan baik, mengurangi kemiskinan, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat di Kabupaten Wonosobo dan Jawa Tengah secara umum