Selasa, 23 September 2025, dilaksanakan kunjungan ke Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak dalam rangka mendampingi Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah (Bangda) Setda Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan usulan program Tahun Anggaran 2026.
Desa Timbulsloko merupakan salah satu wilayah yang terdampak genangan permanen dengan luas sekitar 94,0 hektare. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, konsep penanganan yang disiapkan meliputi pembangunan rumah apung dan relokasi bagi masyarakat yang memiliki lahan di luar kawasan terdampak.
Rumah apung sendiri dirancang agar mampu menyesuaikan dengan kondisi naik-turunnya permukaan air laut sehingga tetap layak huni meskipun berada di wilayah rawan genangan.
Pada tahun 2025, telah direalisasikan pembangunan 3 unit rumah apung. Pemerintah Kabupaten Demak juga merencanakan perubahan target menjadi 10 unit pada tahun yang sama. Sementara itu, pada Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui APBD telah mengalokasikan pembangunan 17 unit rumah apung beserta perbaikan prasarana sarana umum (PSU).
Selain itu, terdapat potensi kerjasama pembiayaan serta pemberdayaan dari sektor lain, antara lain sektor kelautan dan perikanan serta sektor pariwisata. Rumah apung diharapkan tidak hanya menjadi solusi inovatif terhadap tantangan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Selasa, 23 September 2025, dilaksanakan kunjungan ke Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak dalam rangka mendampingi Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah (Bangda) Setda Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan usulan program Tahun Anggaran 2026.
Desa Timbulsloko merupakan salah satu wilayah yang terdampak genangan permanen dengan luas sekitar 94,0 hektare. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, konsep penanganan yang disiapkan meliputi pembangunan rumah apung dan relokasi bagi masyarakat yang memiliki lahan di luar kawasan terdampak.
Rumah apung sendiri dirancang agar mampu menyesuaikan dengan kondisi naik-turunnya permukaan air laut sehingga tetap layak huni meskipun berada di wilayah rawan genangan.
Pada tahun 2025, telah direalisasikan pembangunan 3 unit rumah apung. Pemerintah Kabupaten Demak juga merencanakan perubahan target menjadi 10 unit pada tahun yang sama. Sementara itu, pada Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui APBD telah mengalokasikan pembangunan 17 unit rumah apung beserta perbaikan prasarana sarana umum (PSU).
Selain itu, terdapat potensi kerjasama pembiayaan serta pemberdayaan dari sektor lain, antara lain sektor kelautan dan perikanan serta sektor pariwisata. Rumah apung diharapkan tidak hanya menjadi solusi inovatif terhadap tantangan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.