Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Sharing Session Penanganan Rumah Terdampak Bencana, Perkuat Kolaborasi dan Percepatan Hunian Layak di Jawa Tengah

Disperakim Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Sharing Session Penanganan Rumah Terdampak Bencana dengan menghadirkan narasumber dari Dinperkim Banyumas, DPKPLH Banjarnegara, dan Dinperwaskim Brebes. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman antar daerah dalam menangani rumah warga yang terdampak bencana, dengan menitikberatkan pada praktik terbaik (best practice) yang telah diterapkan di masing-masing wilayah.

Dalam sesi diskusi, para narasumber memaparkan berbagai pendekatan strategis, mulai dari pengelolaan data terdampak, mekanisme penanganan darurat, hingga upaya pemulihan dan penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat. Transfer pengetahuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah untuk mengembangkan inovasi, khususnya dalam manajemen data dan strategi percepatan pemenuhan kebutuhan rumah layak huni.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong percepatan pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Urusan Perumahan Rakyat. Melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan, penanganan rumah terdampak bencana diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Dengan adanya pertukaran pengalaman dan pengetahuan ini, diharapkan seluruh pihak dapat memperkuat komitmen bersama dalam menyediakan hunian yang aman dan layak bagi masyarakat Jawa Tengah, khususnya bagi warga yang terdampak bencana.

Disperakim Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Sharing Session Penanganan Rumah Terdampak Bencana dengan menghadirkan narasumber dari Dinperkim Banyumas, DPKPLH Banjarnegara, dan Dinperwaskim Brebes. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman antar daerah dalam menangani rumah warga yang terdampak bencana, dengan menitikberatkan pada praktik terbaik (best practice) yang telah diterapkan di masing-masing wilayah.

Dalam sesi diskusi, para narasumber memaparkan berbagai pendekatan strategis, mulai dari pengelolaan data terdampak, mekanisme penanganan darurat, hingga upaya pemulihan dan penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat. Transfer pengetahuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah untuk mengembangkan inovasi, khususnya dalam manajemen data dan strategi percepatan pemenuhan kebutuhan rumah layak huni.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong percepatan pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Urusan Perumahan Rakyat. Melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan, penanganan rumah terdampak bencana diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Dengan adanya pertukaran pengalaman dan pengetahuan ini, diharapkan seluruh pihak dapat memperkuat komitmen bersama dalam menyediakan hunian yang aman dan layak bagi masyarakat Jawa Tengah, khususnya bagi warga yang terdampak bencana.