Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Monitoring dan Evaluasi PB Backlog TA 2026 di Kelurahan Combongan

Monitoring dan Evaluasi PB Backlog TA 2026 di Kelurahan Combongan
Rabu, 13 Mei 2026, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah bersama DPKP Kabupaten Sukoharjo melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi pembangunan baru rumah sederhana sehat (PB Backlog) Tahun Anggaran 2026 di Kelurahan Combongan, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan ini dihadiri oleh Disperakim Provinsi Jawa Tengah, DPKP Kabupaten Sukoharjo, Lurah Kelurahan Combongan beserta staf.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, terdapat 6 penerima bantuan yang dilakukan evaluasi progres pembangunan rumahnya. Dari hasil monitoring, sebanyak 5 penerima bantuan telah memasuki tahap finishing, seperti pekerjaan plester dinding dan pemasangan keramik lantai. Untuk mencapai tahap tersebut, mayoritas penerima bantuan telah menambahkan swadaya pribadi sekitar ± Rp20 juta hingga Rp40 juta guna mendukung proses pembangunan rumah.
Sementara itu, masih terdapat 1 penerima bantuan atas nama Purwanto yang belum menyelesaikan pekerjaan pemasangan rangka atap dan penutup atap karena masih menunggu hari baik untuk pelaksanaan pekerjaan.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan seluruh penerima bantuan dapat segera menyelesaikan proses pembangunan rumah, termasuk pemasangan listrik, sehingga rumah dapat segera dihuni bersama keluarga sebelum akhir tahun 2026.

Monitoring dan Evaluasi PB Backlog TA 2026 di Kelurahan Combongan
Rabu, 13 Mei 2026, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah bersama DPKP Kabupaten Sukoharjo melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi pembangunan baru rumah sederhana sehat (PB Backlog) Tahun Anggaran 2026 di Kelurahan Combongan, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan ini dihadiri oleh Disperakim Provinsi Jawa Tengah, DPKP Kabupaten Sukoharjo, Lurah Kelurahan Combongan beserta staf.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, terdapat 6 penerima bantuan yang dilakukan evaluasi progres pembangunan rumahnya. Dari hasil monitoring, sebanyak 5 penerima bantuan telah memasuki tahap finishing, seperti pekerjaan plester dinding dan pemasangan keramik lantai. Untuk mencapai tahap tersebut, mayoritas penerima bantuan telah menambahkan swadaya pribadi sekitar ± Rp20 juta hingga Rp40 juta guna mendukung proses pembangunan rumah.
Sementara itu, masih terdapat 1 penerima bantuan atas nama Purwanto yang belum menyelesaikan pekerjaan pemasangan rangka atap dan penutup atap karena masih menunggu hari baik untuk pelaksanaan pekerjaan.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan seluruh penerima bantuan dapat segera menyelesaikan proses pembangunan rumah, termasuk pemasangan listrik, sehingga rumah dapat segera dihuni bersama keluarga sebelum akhir tahun 2026.