Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Pokja PKP Provinsi Jawa Tengah Gelar Coaching Clinic 6 Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota Tahun 2026

Pokja Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Coaching Clinic (CC) 6 Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) Tahun 2026 pada Selasa (30/6/2026) di Aula Eks Bakorwil II Surakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) dalam rangka memperkuat implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) di daerah dampingan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Bapak Basyier Gemaning Insan, S.T., M.PWK didampingi oleh Bapak Arif Sugeng Haryanto, S.T. selaku Sekretaris Pokja PKP Provinsi Jawa Tengah, serta dihadiri oleh perwakilan kementerian/lembaga, perangkat daerah Provinsi Jawa Tengah, BPBPK Jawa Tengah, serta Pokja PKP dari enam kabupaten/ kota dampingan, yaitu Kabupaten Grobogan, Kabupaten Demak, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Purworejo, dan Kota Tegal.

Agenda kegiatan meliputi pemaparan implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK), evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan tahun sebelumnya, penyampaian rencana kegiatan tahun berjalan, serta diskusi bersama kementerian/ lembaga dan anggota Pokja PKP Provinsi. Dalam sesi pemaparan, masing-masing kabupaten/ kota menyampaikan perkembangan implementasi program sanitasi, capaian akses sanitasi layak dan sanitasi aman, kendala atau tantangan yang dihadapi, serta rencana tindak lanjut dalam upaya meningkatkan akses sanitasi aman melalui penguatan aspek kelembagaan, pendanaan, pembangunan infrastruktur, pengelolaan persampahan, dan pemberdayaan masyarakat. Selanjutnya, perwakilan kementerian/lembaga dan Pokja PKP Provinsi Jawa Tengah memberikan masukan, arahan, serta rekomendasi kepada pemerintah kabupaten/kota sebagai bahan penyempurnaan implementasi SSK. Pembahasan difokuskan pada penguatan perencanaan program, penyesuaian target pembangunan dengan kebijakan terbaru, peningkatan sinergi lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan, optimalisasi pembiayaan, serta pentingnya integrasi pembangunan infrastruktur dengan pemberdayaan masyarakat guna mendukung peningkatan akses sanitasi aman secara berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan Coaching Clinic 6 ini, diharapkan pemerintah kabupaten/kota semakin siap mengimplementasikan Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota secara lebih efektif, memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan, serta meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sanitasi dalam rangka mendukung percepatan pencapaian target akses sanitasi aman di Provinsi Jawa Tengah.

Pokja Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Coaching Clinic (CC) 6 Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) Tahun 2026 pada Selasa (30/6/2026) di Aula Eks Bakorwil II Surakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) dalam rangka memperkuat implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) di daerah dampingan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Bapak Basyier Gemaning Insan, S.T., M.PWK didampingi oleh Bapak Arif Sugeng Haryanto, S.T. selaku Sekretaris Pokja PKP Provinsi Jawa Tengah, serta dihadiri oleh perwakilan kementerian/lembaga, perangkat daerah Provinsi Jawa Tengah, BPBPK Jawa Tengah, serta Pokja PKP dari enam kabupaten/ kota dampingan, yaitu Kabupaten Grobogan, Kabupaten Demak, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Purworejo, dan Kota Tegal.

Agenda kegiatan meliputi pemaparan implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK), evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan tahun sebelumnya, penyampaian rencana kegiatan tahun berjalan, serta diskusi bersama kementerian/ lembaga dan anggota Pokja PKP Provinsi. Dalam sesi pemaparan, masing-masing kabupaten/ kota menyampaikan perkembangan implementasi program sanitasi, capaian akses sanitasi layak dan sanitasi aman, kendala atau tantangan yang dihadapi, serta rencana tindak lanjut dalam upaya meningkatkan akses sanitasi aman melalui penguatan aspek kelembagaan, pendanaan, pembangunan infrastruktur, pengelolaan persampahan, dan pemberdayaan masyarakat. Selanjutnya, perwakilan kementerian/lembaga dan Pokja PKP Provinsi Jawa Tengah memberikan masukan, arahan, serta rekomendasi kepada pemerintah kabupaten/kota sebagai bahan penyempurnaan implementasi SSK. Pembahasan difokuskan pada penguatan perencanaan program, penyesuaian target pembangunan dengan kebijakan terbaru, peningkatan sinergi lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan, optimalisasi pembiayaan, serta pentingnya integrasi pembangunan infrastruktur dengan pemberdayaan masyarakat guna mendukung peningkatan akses sanitasi aman secara berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan Coaching Clinic 6 ini, diharapkan pemerintah kabupaten/kota semakin siap mengimplementasikan Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota secara lebih efektif, memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan, serta meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sanitasi dalam rangka mendukung percepatan pencapaian target akses sanitasi aman di Provinsi Jawa Tengah.