Semarang, 7 Juli 2026 – Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah menggelar pembekalan bagi mahasiswa UNNES GIAT Angkatan 16 Tahun 2026 sebagai persiapan pelaksanaan verifikasi dan validasi (verval) data Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui aplikasi SIMPERUM. Kegiatan pembekalan dilaksanakan secara paralel di dua lokasi, yaitu di Aula K3 Fakultas Hukum bagi mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 yang akan melaksanakan pengabdian di Kecamatan Bawang, serta di Aula Dekanat Fakultas Hukum bagi mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 yang ditempatkan di Kecamatan Purwanegara. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Banjarnegara sebagai bekal sebelum terjun ke lapangan.
Dalam sesi pembekalan, Nandhea Fani Dian Pertiwi, S.H., Staf Teknis Bidang Perencanaan Teknis PKP Disperakim Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan materi mengenai konsep rumah layak huni, tujuan pelaksanaan verifikasi dan validasi data RTLH, serta peran mahasiswa dalam mendukung penyediaan data perumahan yang akurat melalui kegiatan survei lapangan.
Selanjutnya, Oki Marga Putra, S.T., Staf Teknis Bidang Perumahan Disperakim Provinsi Jawa Tengah, memberikan pelatihan penggunaan aplikasi SIMPERUM. Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai mekanisme login, pengisian data hasil survei, pengunggahan dokumentasi lapangan, hingga proses pengiriman hasil verifikasi sebagai bagian dari sistem pendataan RTLH.
Melalui kemitraan ini, mahasiswa UNNES GIAT Angkatan 16 Tahun 2026 akan melaksanakan verifikasi dan validasi data RTLH di Kecamatan Bawang dan Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat dan mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan serta pelaksanaan program penanganan RTLH di Provinsi Jawa Tengah.
Pembekalan diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan dari mahasiswa mengenai teknis pelaksanaan di lapangan dan penggunaan aplikasi SIMPERUM menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh peserta siap menjalankan tugasnya selama kegiatan KKN berlangsung.
Semarang, 7 Juli 2026 – Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah menggelar pembekalan bagi mahasiswa UNNES GIAT Angkatan 16 Tahun 2026 sebagai persiapan pelaksanaan verifikasi dan validasi (verval) data Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui aplikasi SIMPERUM. Kegiatan pembekalan dilaksanakan secara paralel di dua lokasi, yaitu di Aula K3 Fakultas Hukum bagi mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 yang akan melaksanakan pengabdian di Kecamatan Bawang, serta di Aula Dekanat Fakultas Hukum bagi mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 yang ditempatkan di Kecamatan Purwanegara. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Banjarnegara sebagai bekal sebelum terjun ke lapangan.
Dalam sesi pembekalan, Nandhea Fani Dian Pertiwi, S.H., Staf Teknis Bidang Perencanaan Teknis PKP Disperakim Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan materi mengenai konsep rumah layak huni, tujuan pelaksanaan verifikasi dan validasi data RTLH, serta peran mahasiswa dalam mendukung penyediaan data perumahan yang akurat melalui kegiatan survei lapangan.
Selanjutnya, Oki Marga Putra, S.T., Staf Teknis Bidang Perumahan Disperakim Provinsi Jawa Tengah, memberikan pelatihan penggunaan aplikasi SIMPERUM. Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai mekanisme login, pengisian data hasil survei, pengunggahan dokumentasi lapangan, hingga proses pengiriman hasil verifikasi sebagai bagian dari sistem pendataan RTLH.
Melalui kemitraan ini, mahasiswa UNNES GIAT Angkatan 16 Tahun 2026 akan melaksanakan verifikasi dan validasi data RTLH di Kecamatan Bawang dan Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat dan mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan serta pelaksanaan program penanganan RTLH di Provinsi Jawa Tengah.
Pembekalan diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan dari mahasiswa mengenai teknis pelaksanaan di lapangan dan penggunaan aplikasi SIMPERUM menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh peserta siap menjalankan tugasnya selama kegiatan KKN berlangsung.