Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Realisasi Penanganan Backlog Perumahan di Jawa Tengah s.d Triwulan II Tahun 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman melaksanakan perkuatan pembangunan sektor perumahan.

Data Tahun 2026, kondisi awal backlog perumahan Jawa Tengah tercatat sebanyak 1.058.454 unit, terdiri atas 296.390 unit backlog kepemilikan dan 762.064 unit backlog kelayakan. Melalui kolaborasi berbagai sumber pendanaan telah direncanakan target penanganan di tahun 2026 sebanyak 42.384 Unit. Sampai dengan Triwulan II tahun 2026 telah terealisasi penanganan backlog perumahan sebanyak 65.449 unit, sehingga sisa backlog perumahan menjadi 993.005 unit. Kolaborasi Penanganan tersebut dilaksanakan melalui APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, CSR, Baznas, partisipasi masyarakat, serta validasi/ pemutakhiran data. Melalui sumber pendanaan APBD Provinsi Jawa Tengah sendiri telah terealisasi penanganan backlog perumahan sebanyak 1.625 unit rumah baik melalui mekanisme Bankeupemdes maupun Bansos.

Di sisi pembiayaan perumahan, realisasi KPR-FLPP di Jawa Tengah mencapai 7.594 unit dengan nilai transaksi Rp906,5 miliar dan menempatkan Jawa Tengah pada peringkat Kedua nasional. Data Realisasi capaian penyaluran Kredit Program Perumahan (KUR KPP) mencapai 27.299 debitur dengan nilai Rp4,637 triliun, menempatkan Jawa Tengah pada peringkat pertama nasional.

Kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah juga diperkuat melalui fasilitasi PBG dan BPHTB Rp0 bagi MBR, dengan realisasi masing-masing sebanyak 1.608 unit dan 5.038 unit rumah MBR. Capaian ini menjadi bukti bahwa penanganan perumahan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, perbankan, dan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman melaksanakan perkuatan pembangunan sektor perumahan.

Data Tahun 2026, kondisi awal backlog perumahan Jawa Tengah tercatat sebanyak 1.058.454 unit, terdiri atas 296.390 unit backlog kepemilikan dan 762.064 unit backlog kelayakan. Melalui kolaborasi berbagai sumber pendanaan telah direncanakan target penanganan di tahun 2026 sebanyak 42.384 Unit. Sampai dengan Triwulan II tahun 2026 telah terealisasi penanganan backlog perumahan sebanyak 65.449 unit, sehingga sisa backlog perumahan menjadi 993.005 unit. Kolaborasi Penanganan tersebut dilaksanakan melalui APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, CSR, Baznas, partisipasi masyarakat, serta validasi/ pemutakhiran data. Melalui sumber pendanaan APBD Provinsi Jawa Tengah sendiri telah terealisasi penanganan backlog perumahan sebanyak 1.625 unit rumah baik melalui mekanisme Bankeupemdes maupun Bansos.

Di sisi pembiayaan perumahan, realisasi KPR-FLPP di Jawa Tengah mencapai 7.594 unit dengan nilai transaksi Rp906,5 miliar dan menempatkan Jawa Tengah pada peringkat Kedua nasional. Data Realisasi capaian penyaluran Kredit Program Perumahan (KUR KPP) mencapai 27.299 debitur dengan nilai Rp4,637 triliun, menempatkan Jawa Tengah pada peringkat pertama nasional.

Kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah juga diperkuat melalui fasilitasi PBG dan BPHTB Rp0 bagi MBR, dengan realisasi masing-masing sebanyak 1.608 unit dan 5.038 unit rumah MBR. Capaian ini menjadi bukti bahwa penanganan perumahan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, perbankan, dan masyarakat.