Kamis (19/11/2020), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Integrasi CSR-Pemerintah dalam Menangani Rumah Tidak Layak Huni di Jawa Tengah”. FGD tersebut dilaksanakan secara luring di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Disperakim Provinsi Jawa Tengah dan secara daring melalui Zoom Online Meeting yang dihadiri oleh OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Asosiasi Perusahaan/ Profesi/ Pakar Penyelenggara PKP, Perusahaan CSR, dan anggota Pokja PKP Provinsi Jawa Tengah. Pelaksanaan FGD tersebut dimaksudkan dalam rangka melakukan koordinasi bersama dengan pihak CSR, serta menggali potensi kolaborasi dari seluruh stakeholder dalam pembangunan dan pengembangan perumahan dan kawasan permukiman di Provinsi Jawa Tengah.
FGD tersebut, dibuka oleh Arief Djatmiko selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kolaborasi yang dilakukan tidak selalu dalam bentuk pembangunan rumah atau rehabilitasi rumah, tetapi juga dapat melalui bentuk-bentuk kegiatan lain yang dapat memberdayakan masyarakat di Provinsi Jawa Tengah untuk dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Dengan kesejahteraan yang baik, maka masyarakat akan lebih mudah mengakses rumah yang layak dan lingkungan yang sehat sebagai tempat tinggalnya. Permasalahan terkait rumah tidak layak huni, bukan hanya terkait dengan persoalan atap, lantai, dan dinding rumah saja, melainkan terkait juga dengan sarana prasarana pendukungnya seperti keterjangkauan akses dan ketersediaan jumlah air bersih, serta akses sanitasi baik untuk pengelolaan sampah maupun air limbah rumah tangga. Pemerintah baik pusat maupun daerah terus bersinergi dalam mengurangi dan permasalahan tersebut, kolaborasi antar stakeholder perlu terus diupayakan untuk mencapai target-target yang telah ditentukan.
Acara FGD diisi dengan sesi materi dan diskusi yang dipandu oleh Ahmad Khairudin dari LSM Hysteria Semarang selaku moderator. Adapun materi yang disampaikan narasumber antara lain Memaksimalkan Kolaborasi Melalui Sinkronisasi Kegiatan Antar Stakeholder di Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman oleh Dadang Somantri (Kepala Biro ISDA, Setda Provinsi Jawa Tengah), Peran CSR untuk Peningkatan Rumah Layak Huni di Jawa Tengah oleh Hatim Ilwan (Unit Manager Comm, Rel, & CSR PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap), Kegiatan CSR PT. Bank Jateng dalam Mendukung Pengurangan Rumah Tidak Layak Huni di Jawa Tengah oleh Anton Sugiarto (Ketua Tim CSR Bank Jateng), Peran Perusahaan dalam Memberikan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan pada Rumah Tidak Layak Huni oleh M. Irfan Hidayatullah (Corporate Branding Manager Propan Raya), dan Mewujudkan Akses Sanitasi Layak bagi Masyarakat dalam Mencapai Rumah Layak Huni oleh Budi Laksono (WC4All Organization).
Kamis (19/11/2020), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Integrasi CSR-Pemerintah dalam Menangani Rumah Tidak Layak Huni di Jawa Tengah”. FGD tersebut dilaksanakan secara luring di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Disperakim Provinsi Jawa Tengah dan secara daring melalui Zoom Online Meeting yang dihadiri oleh OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Asosiasi Perusahaan/ Profesi/ Pakar Penyelenggara PKP, Perusahaan CSR, dan anggota Pokja PKP Provinsi Jawa Tengah. Pelaksanaan FGD tersebut dimaksudkan dalam rangka melakukan koordinasi bersama dengan pihak CSR, serta menggali potensi kolaborasi dari seluruh stakeholder dalam pembangunan dan pengembangan perumahan dan kawasan permukiman di Provinsi Jawa Tengah.
FGD tersebut, dibuka oleh Arief Djatmiko selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kolaborasi yang dilakukan tidak selalu dalam bentuk pembangunan rumah atau rehabilitasi rumah, tetapi juga dapat melalui bentuk-bentuk kegiatan lain yang dapat memberdayakan masyarakat di Provinsi Jawa Tengah untuk dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Dengan kesejahteraan yang baik, maka masyarakat akan lebih mudah mengakses rumah yang layak dan lingkungan yang sehat sebagai tempat tinggalnya. Permasalahan terkait rumah tidak layak huni, bukan hanya terkait dengan persoalan atap, lantai, dan dinding rumah saja, melainkan terkait juga dengan sarana prasarana pendukungnya seperti keterjangkauan akses dan ketersediaan jumlah air bersih, serta akses sanitasi baik untuk pengelolaan sampah maupun air limbah rumah tangga. Pemerintah baik pusat maupun daerah terus bersinergi dalam mengurangi dan permasalahan tersebut, kolaborasi antar stakeholder perlu terus diupayakan untuk mencapai target-target yang telah ditentukan.
Acara FGD diisi dengan sesi materi dan diskusi yang dipandu oleh Ahmad Khairudin dari LSM Hysteria Semarang selaku moderator. Adapun materi yang disampaikan narasumber antara lain Memaksimalkan Kolaborasi Melalui Sinkronisasi Kegiatan Antar Stakeholder di Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman oleh Dadang Somantri (Kepala Biro ISDA, Setda Provinsi Jawa Tengah), Peran CSR untuk Peningkatan Rumah Layak Huni di Jawa Tengah oleh Hatim Ilwan (Unit Manager Comm, Rel, & CSR PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap), Kegiatan CSR PT. Bank Jateng dalam Mendukung Pengurangan Rumah Tidak Layak Huni di Jawa Tengah oleh Anton Sugiarto (Ketua Tim CSR Bank Jateng), Peran Perusahaan dalam Memberikan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan pada Rumah Tidak Layak Huni oleh M. Irfan Hidayatullah (Corporate Branding Manager Propan Raya), dan Mewujudkan Akses Sanitasi Layak bagi Masyarakat dalam Mencapai Rumah Layak Huni oleh Budi Laksono (WC4All Organization).