Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Studi Komparasi Dinas PUPR Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab.Bangli

Disperakim Provinsi JawaTengah beberapa waktu yang lalu tengah mengadakan kunjungan dalam rangka Studi Komparasi ke Dinas PUPR Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemkab Bangli.

Adapun Studi Komparasi memfokuskan saling bertukar informasi terkait Program Penyediaan Perumahan, Peningkatan Kualitas Perumahan serta Penanganan Kawasan Kumuh di Kabupaten Bangli, mengingat Pembangunan Infrastruktur di Bali sangat menjunjung tinggi tradisi dan adat setempat.

Belajar dari Penataan Kawasan Permukiman di Desa Panglipuran,

Disperakim Provinsi JawaTengah disuguhkan dengan Arsitektur bangunan dan pengolahan lahan yang masih mengikuti konsep Tri Hita Karana dimana filosofi masyarakat Bali mengenai keseimbangan hubungan antara Tuhan, manusia ,dan lingkungannya.

Penataan Kawasan Desa Penglipuran sangat dipengaruhi oleh Tri Mandala. Menurut konsep Tri mandala, lahan dibagi menjadi 3 zona sesuai dengan nilai kesuciannya. Zona tersebut kemudian akan ditempatkan sesuai dengan orientasi spiritual yang bernama “Kaja-Kelod”.

Zona Penataan Lingkungan Utama mandala/Jeroan yang merupakan tempat paling suci dan berada di paling utara. Tempat ini berisikan tempat penyembahan dewa yang disebut sebagai “Pura”. Zona Madya mandala/Jaba Tengah adalah zona untuk manusia. Disini masyarakat Desa penglipuran akan tinggal bersama dengan keluarganya di sebuah unit bangungan yang disebut sebagai “pekarangan” dan yang terakhir adalah Nista mandala/Jaba Luar yang berisikan Pura Pasetran Prajapati

Sebagai Penghujung Kunjungan, Dinas PUPR Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemkab Bangli mengajak kami ke salah satu Penerima Bantuan RTLH yang masih dalam satu wilayah di Kab.Bangli.

Link : https://youtu.be/lwflcxemnE8

Disperakim Provinsi JawaTengah beberapa waktu yang lalu tengah mengadakan kunjungan dalam rangka Studi Komparasi ke Dinas PUPR Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemkab Bangli.

Adapun Studi Komparasi memfokuskan saling bertukar informasi terkait Program Penyediaan Perumahan, Peningkatan Kualitas Perumahan serta Penanganan Kawasan Kumuh di Kabupaten Bangli, mengingat Pembangunan Infrastruktur di Bali sangat menjunjung tinggi tradisi dan adat setempat.

Belajar dari Penataan Kawasan Permukiman di Desa Panglipuran,

Disperakim Provinsi JawaTengah disuguhkan dengan Arsitektur bangunan dan pengolahan lahan yang masih mengikuti konsep Tri Hita Karana dimana filosofi masyarakat Bali mengenai keseimbangan hubungan antara Tuhan, manusia ,dan lingkungannya.

Penataan Kawasan Desa Penglipuran sangat dipengaruhi oleh Tri Mandala. Menurut konsep Tri mandala, lahan dibagi menjadi 3 zona sesuai dengan nilai kesuciannya. Zona tersebut kemudian akan ditempatkan sesuai dengan orientasi spiritual yang bernama “Kaja-Kelod”.

Zona Penataan Lingkungan Utama mandala/Jeroan yang merupakan tempat paling suci dan berada di paling utara. Tempat ini berisikan tempat penyembahan dewa yang disebut sebagai “Pura”. Zona Madya mandala/Jaba Tengah adalah zona untuk manusia. Disini masyarakat Desa penglipuran akan tinggal bersama dengan keluarganya di sebuah unit bangungan yang disebut sebagai “pekarangan” dan yang terakhir adalah Nista mandala/Jaba Luar yang berisikan Pura Pasetran Prajapati

Sebagai Penghujung Kunjungan, Dinas PUPR Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemkab Bangli mengajak kami ke salah satu Penerima Bantuan RTLH yang masih dalam satu wilayah di Kab.Bangli.

Link : https://youtu.be/lwflcxemnE8