Disperakim Prov.Jateng Hadir dan berpartisipasi dalam Webinar "Urgensi Perumahan Berbasis Komunitas Dalam Mendukung Penyediaan Perumahan di Indonesia" yang diselenggarakan oleh PT Independent Research & Advisory Indonesia (IRAI).
Adapun tema yang diangkat berkaitan dengan pelaksanaan program-program bantuan pembiayaan perumahan seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)/Subsidi Selisih Bunga (SSB) yang belum mampu menjangkau seluruh kelompok masyarakat, khususnya kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) non fixed incom (Masyarakat yang merupakan pekerja di sektor ekonomi informal dan seringkali dianggap unbankable karena tidak mempunyai penghasilan tetap).
Hadir pula CEO PT IRAI, Lin Che Wei yang sekaligus memberikan sambutan serta paparan. Terdapat 3 permasalahan yang mendorong terselenggaranya acara ini, diantaranya Backlog Perumahan, Pernyediaan Perumahan MBR masih dilakukan Secara Swadaya serta Perumahan Kumuh dan RTLH. Permasalahan terebut diharapkan mendorong pemerintah bisa memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi MBR non fixed incom.
Tingginya persentase penyediaan rumah oleh swadaya menunjukkan bahwa terdapat potensi penyediaan perumahan secara keswadayaan masyarakat. Pemerintah berperan sebagai matchmaker antara komunitas dengan lembaga pembiayaan perumahan, mendorong kemampuan menabung komunitas. Dengan kata lain program ini menjadikan Komunitas Sebagai Target Program dan Pelaku Utama Penyediaan Perumahan.
Disperakim Prov.Jateng Hadir dan berpartisipasi dalam Webinar "Urgensi Perumahan Berbasis Komunitas Dalam Mendukung Penyediaan Perumahan di Indonesia" yang diselenggarakan oleh PT Independent Research & Advisory Indonesia (IRAI).
Adapun tema yang diangkat berkaitan dengan pelaksanaan program-program bantuan pembiayaan perumahan seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)/Subsidi Selisih Bunga (SSB) yang belum mampu menjangkau seluruh kelompok masyarakat, khususnya kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) non fixed incom (Masyarakat yang merupakan pekerja di sektor ekonomi informal dan seringkali dianggap unbankable karena tidak mempunyai penghasilan tetap).
Hadir pula CEO PT IRAI, Lin Che Wei yang sekaligus memberikan sambutan serta paparan. Terdapat 3 permasalahan yang mendorong terselenggaranya acara ini, diantaranya Backlog Perumahan, Pernyediaan Perumahan MBR masih dilakukan Secara Swadaya serta Perumahan Kumuh dan RTLH. Permasalahan terebut diharapkan mendorong pemerintah bisa memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi MBR non fixed incom.
Tingginya persentase penyediaan rumah oleh swadaya menunjukkan bahwa terdapat potensi penyediaan perumahan secara keswadayaan masyarakat. Pemerintah berperan sebagai matchmaker antara komunitas dengan lembaga pembiayaan perumahan, mendorong kemampuan menabung komunitas. Dengan kata lain program ini menjadikan Komunitas Sebagai Target Program dan Pelaku Utama Penyediaan Perumahan.