Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

KOTA SEMARANG SIAP VAKSIN

Pemerintah Kota Semarang SIAP DIVAKSIN. Terbukti beberapa waktu yang lalu  Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi direncanakan jadi orang pertama di Kota Semarang yang akan divaksin Covid-19 Sinovac. 

Penyuntikan vaksin kepada Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu dijadwalkan di Puskesmas Pandanaran, Kota Semarang pada Kamis, 14 Januari 2020 pukul 09.00. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota Semarang telah memiliki 38.240 vaksin untuk 18.710 tenaga kesehatan di Ibu Kota Jawa Tengah. "Kami telah menerima vaksin sebanyak 38.240 vial yang setara dengan 19.120 sasaran, karena satu orang akan divaksin dua kali. Sedangkan untuk jumlah nakes (tenaga kesehatan) di Kota Semarang ada 18.710, sehingga untuk tahap I pemberian vaksin kepada nakes bisa terpenuhi," tutur Hakam.

Selain Hendi juga ada 9 pimpinan daerah lainnya yang akan divaksin bersama Hendi. Untuk kemudian di lakukan vaksninasi terhadap forkopimda dan tenaga kesehatan. "Hari ini yang akan disuntik vaksin ada 10 orang dari jajaran pimpinan daerah, termasuk Pak Wali. Dan untuk yang pertama kali divaksin sendiri rencananya beliau (Hendi) di Puskesmas Pandanaran," ungkap Hakam.

Hakam pun menegaskan, dengan diberikannya vaksin yang pertama ke Wali Kota Hendi, diharapkan masyarakat dapat semakin yakin dan mantab untuk juga menerima vaksin tersebut.

Sementara itu, Hendi sendiri juga sebelumnya telah menyatakan dirinya siap pada berbagai skema terhadap dirinya dalam pembagian vaksin Covid-19 di Kota Semarang. Pasalnya Hendi sendiri merupakan penyintas covid-19 dengan  antibodi yang cenderung tinggi terhadap virus tersebut, sehingga dimungkinkan tidak menjadi kelompok prioritas penerima vaksin.


Pembagian vaksin di Kota Semarang telah dipastikan kesiapannya secara menyeluruh. "Baik sarana prasarana, SDM, sistem, dan tempat pelayanan semuanya telah disiapkan. Pelaksanaannya dilakukan dengan sistem antrian sehingga tidak berkerumun dengan pembatasan 15 orang setiap sesi. Vaksinasi akan dilakukan di 58 titik yaitu 37 puskesmas, 19 rumah sakit, dan satu balai kesehatan masyarakat (balkesmas)," jelas Hendi.

Sumber : http://semarangkota.go.id/

Pemerintah Kota Semarang SIAP DIVAKSIN. Terbukti beberapa waktu yang lalu  Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi direncanakan jadi orang pertama di Kota Semarang yang akan divaksin Covid-19 Sinovac. 

Penyuntikan vaksin kepada Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu dijadwalkan di Puskesmas Pandanaran, Kota Semarang pada Kamis, 14 Januari 2020 pukul 09.00. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota Semarang telah memiliki 38.240 vaksin untuk 18.710 tenaga kesehatan di Ibu Kota Jawa Tengah. "Kami telah menerima vaksin sebanyak 38.240 vial yang setara dengan 19.120 sasaran, karena satu orang akan divaksin dua kali. Sedangkan untuk jumlah nakes (tenaga kesehatan) di Kota Semarang ada 18.710, sehingga untuk tahap I pemberian vaksin kepada nakes bisa terpenuhi," tutur Hakam.

Selain Hendi juga ada 9 pimpinan daerah lainnya yang akan divaksin bersama Hendi. Untuk kemudian di lakukan vaksninasi terhadap forkopimda dan tenaga kesehatan. "Hari ini yang akan disuntik vaksin ada 10 orang dari jajaran pimpinan daerah, termasuk Pak Wali. Dan untuk yang pertama kali divaksin sendiri rencananya beliau (Hendi) di Puskesmas Pandanaran," ungkap Hakam.

Hakam pun menegaskan, dengan diberikannya vaksin yang pertama ke Wali Kota Hendi, diharapkan masyarakat dapat semakin yakin dan mantab untuk juga menerima vaksin tersebut.

Sementara itu, Hendi sendiri juga sebelumnya telah menyatakan dirinya siap pada berbagai skema terhadap dirinya dalam pembagian vaksin Covid-19 di Kota Semarang. Pasalnya Hendi sendiri merupakan penyintas covid-19 dengan  antibodi yang cenderung tinggi terhadap virus tersebut, sehingga dimungkinkan tidak menjadi kelompok prioritas penerima vaksin.


Pembagian vaksin di Kota Semarang telah dipastikan kesiapannya secara menyeluruh. "Baik sarana prasarana, SDM, sistem, dan tempat pelayanan semuanya telah disiapkan. Pelaksanaannya dilakukan dengan sistem antrian sehingga tidak berkerumun dengan pembatasan 15 orang setiap sesi. Vaksinasi akan dilakukan di 58 titik yaitu 37 puskesmas, 19 rumah sakit, dan satu balai kesehatan masyarakat (balkesmas)," jelas Hendi.

Sumber : http://semarangkota.go.id/