Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Koordinasi Rencana Kemitraan Pemanfaatan Rekayasa Teknologi Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman DISPERAKIM Provinsi Jawa Tengah bersama BPPT Kementerian PUPR

Rabu (29/09/), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah melaksanakan koordinasi dengan Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Kementerian PUPR secara daring melalui zoom online meeting. Rapat dilaksanakan dalam rangka menginisasi kemitraan pemanfaatan rekayasa teknologi di bidang PKP dalam penyelenggaraan pengembangan dan pembangunan PKP di Provinsi Jawa Tengah agar dapat berjalan secara sinergis dan sesuai dengan tagline BPPT Kementerian PUPR, yaitu 3T (tepat biaya, tepat mutu, dan tepat waktu).

Saat ini, Provinsi Jawa Tengah telah memanfaatkan teknologi RUSPIN (Rumah Unggul Sistem Panel Instan) dari BPPT Kementerian PUPR dalam pelaksanaan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni dan pembangunan baru dengan dukungan padat karya di Provinsi Jawa Tengah. Pada Tahun 2021, pembangunan rumah baru berbasis teknologi RUSPIN tersebut telah dilaksanakan di 6 (enam) Kabupaten/Kota, yaitu Kab. Brebes, Kab. Kendal, Kab. Jepara, Kota Magelang, Kab. Cilacap, dan Kab. Purbalingga. Pembangunan rumah tersebut dilaksanakan secara berkelompok (komunitas) dengan bantuan Pemerintah Provinsi, dukungan dari Pemerintah Kabupaten/ Kota, dan swadaya dari masyarakat, serta penyediaan lahan melalui pembiayaan BPR BKK. Selain itu, pemanfaatan RUSPIN juga diterapkan dalam pelaksanaan peningkatan kualitas rumah korban bencana, salah satunya adanya pembangunan rumah panggung di daerah banjir di Kabupaten Demak. Kedepannya, pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan dapat terus berjalan secara sinergis dan dapat menjadi percontohan bagi Kabupaten/ Kota lainnya dalam menciptakan rumah layak huni sesuai kriteria RPJMN 2020-2024 yaitu rumah yang memenuhi 4 (empat) aspek kelayakan diantaranya ketahanan bangunan (struktur), luas per kapita, air bersih, dan sanitasi.

Selain teknologi RUSPIN, BPPT Kementerian PUPR juga memiliki teknologi lain yang terkait di bidang PKP, antara lain PVROOF (teknologi atap dengan panel surya untuk menghasilkan listrik ramah lingkungan), biofilter (instalasi sederhana pengolahan air limbah rumah tangga, baik berupa septictank individual atau komunal), dan lain-lain. Untuk itu, DISPERAKIM Provinsi Jawa Tengah bermaksud menginisasi kemitraan pemanfaatan rekayasa teknologi tersebut dalam penyelenggaraan pengembangan dan pembangunan PKP di Provinsi Jawa Tengah. Salah satu bentuknya adalah melalui KKN Tematik Kemitraan yang saat ini sudah berjalan antara DISPERAKIM Provinsi Jawa Tengah Perguruan Tinggi. Kedepannya, konsep tersebut dapat dikembangkan lebih luas lagi dengan melibatkan banyak pihak termasuk BPPT Kementerian PUPR dalam mengenalkan dan menyebarluaskan rekayasa teknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat tentunya melalui proses-proses sosialisasi dan pelatihan. Peran Perguruan Tinggi melalui dosen maupun mahasiswa pun sangat penting dalam hal melaksanakan penyiapan dan pendampingan kepada masyarakat untuk dapat menerima dan memanfaatkan teknologi yang ada.

Setelah koordinasi yang dilakukan pada Rabu (29/09/) lalu, nantinya DISPERAKIM Provinsi Jawa Tengah bersama dengan BPPT Kementerian PUPR akan menindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret melalui rapat koordinasi lanjutan secara lebih teknis dengan pelibatan pihak-pihak terkait untuk menyiapkan aspek-aspek kemitraan yang dapat dilaksanakan kedepan.  

Rabu (29/09/), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah melaksanakan koordinasi dengan Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Kementerian PUPR secara daring melalui zoom online meeting. Rapat dilaksanakan dalam rangka menginisasi kemitraan pemanfaatan rekayasa teknologi di bidang PKP dalam penyelenggaraan pengembangan dan pembangunan PKP di Provinsi Jawa Tengah agar dapat berjalan secara sinergis dan sesuai dengan tagline BPPT Kementerian PUPR, yaitu 3T (tepat biaya, tepat mutu, dan tepat waktu).

Saat ini, Provinsi Jawa Tengah telah memanfaatkan teknologi RUSPIN (Rumah Unggul Sistem Panel Instan) dari BPPT Kementerian PUPR dalam pelaksanaan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni dan pembangunan baru dengan dukungan padat karya di Provinsi Jawa Tengah. Pada Tahun 2021, pembangunan rumah baru berbasis teknologi RUSPIN tersebut telah dilaksanakan di 6 (enam) Kabupaten/Kota, yaitu Kab. Brebes, Kab. Kendal, Kab. Jepara, Kota Magelang, Kab. Cilacap, dan Kab. Purbalingga. Pembangunan rumah tersebut dilaksanakan secara berkelompok (komunitas) dengan bantuan Pemerintah Provinsi, dukungan dari Pemerintah Kabupaten/ Kota, dan swadaya dari masyarakat, serta penyediaan lahan melalui pembiayaan BPR BKK. Selain itu, pemanfaatan RUSPIN juga diterapkan dalam pelaksanaan peningkatan kualitas rumah korban bencana, salah satunya adanya pembangunan rumah panggung di daerah banjir di Kabupaten Demak. Kedepannya, pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan dapat terus berjalan secara sinergis dan dapat menjadi percontohan bagi Kabupaten/ Kota lainnya dalam menciptakan rumah layak huni sesuai kriteria RPJMN 2020-2024 yaitu rumah yang memenuhi 4 (empat) aspek kelayakan diantaranya ketahanan bangunan (struktur), luas per kapita, air bersih, dan sanitasi.

Selain teknologi RUSPIN, BPPT Kementerian PUPR juga memiliki teknologi lain yang terkait di bidang PKP, antara lain PVROOF (teknologi atap dengan panel surya untuk menghasilkan listrik ramah lingkungan), biofilter (instalasi sederhana pengolahan air limbah rumah tangga, baik berupa septictank individual atau komunal), dan lain-lain. Untuk itu, DISPERAKIM Provinsi Jawa Tengah bermaksud menginisasi kemitraan pemanfaatan rekayasa teknologi tersebut dalam penyelenggaraan pengembangan dan pembangunan PKP di Provinsi Jawa Tengah. Salah satu bentuknya adalah melalui KKN Tematik Kemitraan yang saat ini sudah berjalan antara DISPERAKIM Provinsi Jawa Tengah Perguruan Tinggi. Kedepannya, konsep tersebut dapat dikembangkan lebih luas lagi dengan melibatkan banyak pihak termasuk BPPT Kementerian PUPR dalam mengenalkan dan menyebarluaskan rekayasa teknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat tentunya melalui proses-proses sosialisasi dan pelatihan. Peran Perguruan Tinggi melalui dosen maupun mahasiswa pun sangat penting dalam hal melaksanakan penyiapan dan pendampingan kepada masyarakat untuk dapat menerima dan memanfaatkan teknologi yang ada.

Setelah koordinasi yang dilakukan pada Rabu (29/09/) lalu, nantinya DISPERAKIM Provinsi Jawa Tengah bersama dengan BPPT Kementerian PUPR akan menindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret melalui rapat koordinasi lanjutan secara lebih teknis dengan pelibatan pihak-pihak terkait untuk menyiapkan aspek-aspek kemitraan yang dapat dilaksanakan kedepan.