Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Persiapan Fasilitasi Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah melalui Pembelajaran Horizontal/Studi Tiru di Jawa Tengah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah oleh Bappenas melalui CCMU, dipandang telah melakukan "lompatan besar" dalam penyelenggaraan pengembangan perumahan melalui kegiatan Bantuan Stimulan Rumah Sederhana Sehat yang bertajuk Jateng Gayeng Mbangun Omah Bareng, Tuku Lemah oleh Omah.

Menurut Tenaga Ahli CCMU Bappenas sekaligus penggiat perumahan, Ir. Encep R Marsadi, mengatakan bahwa kegiatan dimaksud memenuhi syarat setidaknya dapat dilihat dalam 3 sudut pandang yaitu penyelenggaraan perumahan, 5 dasar bermukim, dan housing carrier.

Sudut pandang penyelenggaraan Pengembangan Perumahan, lanjut Encep, bahwa telah dilakukan perencanaan yang matang di tahun sebelumnya melalui mekanisme e-planning dan SIMPERUM, pelaksanaan secara swakelola oleh komunitas, dan wasdal yang ketat. Sedangkan sudut pandang 5 dasar bermukim yaitu dilaksanakan atas dasar regulasi yang ada, perolehan tanah melalui bank tanah, dibangun dengan teknologi baru yaitu Ruspin (Rumah Unggul Sistem Panel Instan), fasilitasi pembiayaan oleh lembaga keuangan di Provinsi, dan tentu saja dibangun sesuai tata ruang di masing-masing kabupaten/kota karena menjadi syarat. Kegiatan ini juga telah melaksanakan housing carrier dengan mewadahi penghuni rusun untuk dapat memiliki rumah. Ke depan perlu disempurnakan lagi dengan aspek peningkatan produktivitas penghuni agar meningkat ekonominya.

Oleh karena itu, Bappenas melalui CCMU menyelenggarakan belajar horizontal atau studi tiru kepada 33 Provinsi ke Jawa Tengah pada pertengahan Bulan Oktober yang akan datang agar dapat melaksanakan ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) sehingga diharapkan semua provinsi di Indonesia dapat segera melaksanakan penyediaan perumahan dan mengurangi backlog secara signifikan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah oleh Bappenas melalui CCMU, dipandang telah melakukan "lompatan besar" dalam penyelenggaraan pengembangan perumahan melalui kegiatan Bantuan Stimulan Rumah Sederhana Sehat yang bertajuk Jateng Gayeng Mbangun Omah Bareng, Tuku Lemah oleh Omah.

Menurut Tenaga Ahli CCMU Bappenas sekaligus penggiat perumahan, Ir. Encep R Marsadi, mengatakan bahwa kegiatan dimaksud memenuhi syarat setidaknya dapat dilihat dalam 3 sudut pandang yaitu penyelenggaraan perumahan, 5 dasar bermukim, dan housing carrier.

Sudut pandang penyelenggaraan Pengembangan Perumahan, lanjut Encep, bahwa telah dilakukan perencanaan yang matang di tahun sebelumnya melalui mekanisme e-planning dan SIMPERUM, pelaksanaan secara swakelola oleh komunitas, dan wasdal yang ketat. Sedangkan sudut pandang 5 dasar bermukim yaitu dilaksanakan atas dasar regulasi yang ada, perolehan tanah melalui bank tanah, dibangun dengan teknologi baru yaitu Ruspin (Rumah Unggul Sistem Panel Instan), fasilitasi pembiayaan oleh lembaga keuangan di Provinsi, dan tentu saja dibangun sesuai tata ruang di masing-masing kabupaten/kota karena menjadi syarat. Kegiatan ini juga telah melaksanakan housing carrier dengan mewadahi penghuni rusun untuk dapat memiliki rumah. Ke depan perlu disempurnakan lagi dengan aspek peningkatan produktivitas penghuni agar meningkat ekonominya.

Oleh karena itu, Bappenas melalui CCMU menyelenggarakan belajar horizontal atau studi tiru kepada 33 Provinsi ke Jawa Tengah pada pertengahan Bulan Oktober yang akan datang agar dapat melaksanakan ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) sehingga diharapkan semua provinsi di Indonesia dapat segera melaksanakan penyediaan perumahan dan mengurangi backlog secara signifikan.