Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Coaching Clinic (CC) 3 dan 7 Program PSPP Jateng Tahun 2021

Ungaran, 14-15 Oktober 2021 dilaksanakan Coaching Clinic (CC) 3 dan 7 Program PSPP Jateng tahun 2021 di hotel Wujil Kab Semarang, Acara terdiri tamu hadir offline terdiri :

  1. KSI  (Konsuntan Supervisi Implementasi) Ibu Dyah Ernawati
  2. BPPW Jawa Tengah
  3. PFI PPSP Prov Jateng bp Agung Sarwo dan bp Agus Syarif
  4. Anggota Pokja PKP Prov Jateng dari :
  5. Pokja PKP Kab/Kota CC 7 meliputi 5 Kab/Kota yaitu :Kota Semarang, Kab Pati, Kab Rembang, Kab Banyumas dan Kab Jepara
  6. Pokja PKP Kab/Kota CC 3 meliputi 2 Kab/Kota yaitu :Kota Pekalongan dan Kab Brebes

Sedangkan tamu yang hadir online :

  1. PUPR, meliputi :Ketua PMU Bappenas, Ketua PIU Kelembagaan dan Pendanaan, Ketua PIU Teknis
  2. Kemendagri

Kegiatan CC 7 dan 3 ini merupakan pelaksanaan dari kegiatan implementasi SSK/sanitasi di 7 Kab/Kota yang berasal dari Pusat dan difasilitasi Provinsi. Peran Pokja PKP Provinsi adalah memberikan fasilitasi dan pendampingan dalam pelaksanaan SSK serta mendorong stakeholder dan semua komponen/sektor, CSR dan swasta, diantaranya penanganan ODF, lumpur tinja, persampahan, IPAL Komunal, layanan sanitasi, limbah domestic.

Pelaksanaan Coaching Clinic (CC) 7 dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2021 dengan paparan oleh 5 Kab/Kota di moderatori oleh Poernomo Puspo Susilo, SE, MM (Kepala Seksi Keterpaduan Infrastruktur) selaku Sekretaris II Pokja PKP Provinsi Jawa Tengah, dengan hasil :

  1. Membuat jargon/slogan untuk memotivasi semangat seperti Kota Semarang : Bergas (bergerak bersama gapai sanitasi sehat), Kab Rembang : Bassah (bebas sampah dan sehat dari air limbah), Kab Banyumas : Berlimpah Berbal (Bersama pilah sampah dam bersihkan air limbah), Kab Jepara : Gaspol (gegas milah sampah dan ngolah limbah)
  2. Perlu inovasi, jiwa entrepreneur, keterlibatan peran serta masyarakat sehingga akan muncul sinergitas.
  3. Sesuai RPJMD pembangunan rumah khususnya RTLH diikuti sarana prasananya seperti listrik, air bersih, jalan lingkungan dan jamban.
  4. Namun BABS/ODF dan Air Limbah Domestik (ALD) bukan dari kurangnya kemampuan masyarakat tetapi dari kebiasaan, perilaku, rendahnya kesadaran dan budaya masyarakat setempat yang tidak PHBS, sehingga perlunya Pemda untuk mensosialisasikan dan pembelajaran dan pendapingan ke masyarakat dengan ketat.
  5. Diperlukan regulasi baik Perbup/wal atau Surat Edaran Bupati/Walkot yang mengatur  desa menyediakan bank sampah dan sanitasi baik dari dana desa (DD) dan APBDes.
  6. Data yang ada harus 1 data yang sinkron dan konsisten baik dari OPD, Balai dan Kab/Kota serta Desa/Kelurahan, seperti update sanitasi, pendampingan dan pemutahiran data secara rutin dan konsisten.
  7. Pengelolaan sampah organic dan non organic di pasar harus dipisahkan dan dapat dimanfaatkan.

Pelaksanaan Coaching Clinic (CC) 3 dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2021 dengan paparan oleh 2 Kab/Kota dimoderatori oleh Poernomo Puspo Susilo, SE, MM (Kepala Seksi Keterpaduan Infrastruktur) selaku Sekretaris II Pokja PKP Provinsi Jawa Tengah, dengan hasil

  1. Slogan Kota Pekalongan : Pesat Sakpore (peduli sanitasi sehat sakpore) dan Kab Brebes si bawang merah (sanitasi bagus warga riang mengolah air limbah dan sampah).
  2. Perlu dibentuk UPTD IPAL yang dikelola Dinas LH dan Perakim terkait biogas dan IPAL.
  3. Partisipasi/perilaku masyarakat perlu ditingkatkan melalui peran ibu-ibu PKK dengan pelatihan daur ulang sampah dan air limbah.
  4. Pembiayaan tersebut dapat melalui Baznas, karena bila masih selalu menghandalkan APBD Kab/Kota, Dana Desa dan Pokir (pokok pikiran DPRD) masih kurang.

Usaha yang dilakukan dengan paket kebijakan : stop BABS dengan slogan gaspol’s (gerakan stop beol sembarangan), sarana prasarananya, IPLT (instalasi pengolahan lumpur tinja) dengan slogan raja basah (rawat jamban bagus tempat sampah) berupa pembangunan jamban keluarga dan alat angkut, mengolah sampah, pendanaan yang mendukung dan penghargaan untuk berkompetisi

Ungaran, 14-15 Oktober 2021 dilaksanakan Coaching Clinic (CC) 3 dan 7 Program PSPP Jateng tahun 2021 di hotel Wujil Kab Semarang, Acara terdiri tamu hadir offline terdiri :

  1. KSI  (Konsuntan Supervisi Implementasi) Ibu Dyah Ernawati
  2. BPPW Jawa Tengah
  3. PFI PPSP Prov Jateng bp Agung Sarwo dan bp Agus Syarif
  4. Anggota Pokja PKP Prov Jateng dari :
  5. Pokja PKP Kab/Kota CC 7 meliputi 5 Kab/Kota yaitu :Kota Semarang, Kab Pati, Kab Rembang, Kab Banyumas dan Kab Jepara
  6. Pokja PKP Kab/Kota CC 3 meliputi 2 Kab/Kota yaitu :Kota Pekalongan dan Kab Brebes

Sedangkan tamu yang hadir online :

  1. PUPR, meliputi :Ketua PMU Bappenas, Ketua PIU Kelembagaan dan Pendanaan, Ketua PIU Teknis
  2. Kemendagri

Kegiatan CC 7 dan 3 ini merupakan pelaksanaan dari kegiatan implementasi SSK/sanitasi di 7 Kab/Kota yang berasal dari Pusat dan difasilitasi Provinsi. Peran Pokja PKP Provinsi adalah memberikan fasilitasi dan pendampingan dalam pelaksanaan SSK serta mendorong stakeholder dan semua komponen/sektor, CSR dan swasta, diantaranya penanganan ODF, lumpur tinja, persampahan, IPAL Komunal, layanan sanitasi, limbah domestic.

Pelaksanaan Coaching Clinic (CC) 7 dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2021 dengan paparan oleh 5 Kab/Kota di moderatori oleh Poernomo Puspo Susilo, SE, MM (Kepala Seksi Keterpaduan Infrastruktur) selaku Sekretaris II Pokja PKP Provinsi Jawa Tengah, dengan hasil :

  1. Membuat jargon/slogan untuk memotivasi semangat seperti Kota Semarang : Bergas (bergerak bersama gapai sanitasi sehat), Kab Rembang : Bassah (bebas sampah dan sehat dari air limbah), Kab Banyumas : Berlimpah Berbal (Bersama pilah sampah dam bersihkan air limbah), Kab Jepara : Gaspol (gegas milah sampah dan ngolah limbah)
  2. Perlu inovasi, jiwa entrepreneur, keterlibatan peran serta masyarakat sehingga akan muncul sinergitas.
  3. Sesuai RPJMD pembangunan rumah khususnya RTLH diikuti sarana prasananya seperti listrik, air bersih, jalan lingkungan dan jamban.
  4. Namun BABS/ODF dan Air Limbah Domestik (ALD) bukan dari kurangnya kemampuan masyarakat tetapi dari kebiasaan, perilaku, rendahnya kesadaran dan budaya masyarakat setempat yang tidak PHBS, sehingga perlunya Pemda untuk mensosialisasikan dan pembelajaran dan pendapingan ke masyarakat dengan ketat.
  5. Diperlukan regulasi baik Perbup/wal atau Surat Edaran Bupati/Walkot yang mengatur  desa menyediakan bank sampah dan sanitasi baik dari dana desa (DD) dan APBDes.
  6. Data yang ada harus 1 data yang sinkron dan konsisten baik dari OPD, Balai dan Kab/Kota serta Desa/Kelurahan, seperti update sanitasi, pendampingan dan pemutahiran data secara rutin dan konsisten.
  7. Pengelolaan sampah organic dan non organic di pasar harus dipisahkan dan dapat dimanfaatkan.

Pelaksanaan Coaching Clinic (CC) 3 dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2021 dengan paparan oleh 2 Kab/Kota dimoderatori oleh Poernomo Puspo Susilo, SE, MM (Kepala Seksi Keterpaduan Infrastruktur) selaku Sekretaris II Pokja PKP Provinsi Jawa Tengah, dengan hasil

  1. Slogan Kota Pekalongan : Pesat Sakpore (peduli sanitasi sehat sakpore) dan Kab Brebes si bawang merah (sanitasi bagus warga riang mengolah air limbah dan sampah).
  2. Perlu dibentuk UPTD IPAL yang dikelola Dinas LH dan Perakim terkait biogas dan IPAL.
  3. Partisipasi/perilaku masyarakat perlu ditingkatkan melalui peran ibu-ibu PKK dengan pelatihan daur ulang sampah dan air limbah.
  4. Pembiayaan tersebut dapat melalui Baznas, karena bila masih selalu menghandalkan APBD Kab/Kota, Dana Desa dan Pokir (pokok pikiran DPRD) masih kurang.

Usaha yang dilakukan dengan paket kebijakan : stop BABS dengan slogan gaspol’s (gerakan stop beol sembarangan), sarana prasarananya, IPLT (instalasi pengolahan lumpur tinja) dengan slogan raja basah (rawat jamban bagus tempat sampah) berupa pembangunan jamban keluarga dan alat angkut, mengolah sampah, pendanaan yang mendukung dan penghargaan untuk berkompetisi