Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Fasilitasi dan Pendampingan Penandatanganan Kontrak Kerja antara Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Ketoyan Kabupaten Boyolali dengan Penyedia Material

Boyolali (15/2/2022) - Kelompok Masyarakat (Pokmas) Bencana Desa Ketoyan Kabupaten Boyolali yang diwakili oleh masing-masing Ketua Pokmas melaksanakan penandatanganan kontrak kerja pengadaan material. Pengadaan material dilakukan oleh 2 penyedia, yakni penyedia panel RUSPIN dan penyedia untuk material arsitektural. Dengan dilakukannya penandatanganan kontrak ini, maka pekerjaan pengadaan material sudah dimulai dan mengikat kedua belah pihak untuk saling bekerja sama. Penyedia berkewajiban untuk mengirimkan material sesuai RAB dan memiliki hak untuk mendapatkan pembayaran sesuai syarat yang telah disepakati. Pokmas memiliki kewajiban untuk membayarkan pembelian material dan memiliki hak untuk menerima material sesuai dengan RAB dan spesifikasi teknis yang disepakati.

Sebelum dilakukan penandatanganan kontrak kerja, antara Pokmas dengan penyedia melakukan negosiasi terkait harga material bahan bangunan yang ditawarkan. Hal ini dilakukan untuk mencapai kesepakatan harga yang akan digunakan dalam kontrak.

Dalam kegiatan ini, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah didampingi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Boyolali beserta Perangkat Desa Ketoyan melakukan fasilitasi dan pendampingan agar kedua belah pihak dapat bekerja sama yang saling menguntungkan. Pokmas memperoleh material sesuai kebutuhan pembangunan rumah dan penyedia memperoleh laba dari hasil penjualan material.

Kegiatan ini memang direncanakan untuk dilakukan menggunakan metode swakelola tipe IV agar lebih mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat, dalam hal ini Kelompok Penerima Bantuan (KPB) yang membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas). Selain itu, kegiatan pengadaan menjadi lebih transparan karena semua proses pembiayaan dilaksanakan oleh Pokmas sendiri sehingga mereka dapat yakin bahwa dana Bansos memang untuk penerima.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pionir agar semua bantuan untuk masyarakat dapat lebih optimal dirasakan oleh masyarakat. Diharapkan pula untuk mendorong masyarakat agar lebih giat bahwa untuk mendapat bantuan harus melalui usaha-usaha yang dilakukan secara mandiri, tidak asal duduk diam mendapatkan bantuan.

Boyolali (15/2/2022) - Kelompok Masyarakat (Pokmas) Bencana Desa Ketoyan Kabupaten Boyolali yang diwakili oleh masing-masing Ketua Pokmas melaksanakan penandatanganan kontrak kerja pengadaan material. Pengadaan material dilakukan oleh 2 penyedia, yakni penyedia panel RUSPIN dan penyedia untuk material arsitektural. Dengan dilakukannya penandatanganan kontrak ini, maka pekerjaan pengadaan material sudah dimulai dan mengikat kedua belah pihak untuk saling bekerja sama. Penyedia berkewajiban untuk mengirimkan material sesuai RAB dan memiliki hak untuk mendapatkan pembayaran sesuai syarat yang telah disepakati. Pokmas memiliki kewajiban untuk membayarkan pembelian material dan memiliki hak untuk menerima material sesuai dengan RAB dan spesifikasi teknis yang disepakati.

Sebelum dilakukan penandatanganan kontrak kerja, antara Pokmas dengan penyedia melakukan negosiasi terkait harga material bahan bangunan yang ditawarkan. Hal ini dilakukan untuk mencapai kesepakatan harga yang akan digunakan dalam kontrak.

Dalam kegiatan ini, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah didampingi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Boyolali beserta Perangkat Desa Ketoyan melakukan fasilitasi dan pendampingan agar kedua belah pihak dapat bekerja sama yang saling menguntungkan. Pokmas memperoleh material sesuai kebutuhan pembangunan rumah dan penyedia memperoleh laba dari hasil penjualan material.

Kegiatan ini memang direncanakan untuk dilakukan menggunakan metode swakelola tipe IV agar lebih mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat, dalam hal ini Kelompok Penerima Bantuan (KPB) yang membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas). Selain itu, kegiatan pengadaan menjadi lebih transparan karena semua proses pembiayaan dilaksanakan oleh Pokmas sendiri sehingga mereka dapat yakin bahwa dana Bansos memang untuk penerima.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pionir agar semua bantuan untuk masyarakat dapat lebih optimal dirasakan oleh masyarakat. Diharapkan pula untuk mendorong masyarakat agar lebih giat bahwa untuk mendapat bantuan harus melalui usaha-usaha yang dilakukan secara mandiri, tidak asal duduk diam mendapatkan bantuan.