Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Bimtek dan Penyiapan Masyarakat Penerima Bansos Rehabilitasi Rumah Korban Bencana Desa Tumanggal Kecamatan Pangadegan Kabupaten Purbalingga

Kamis (24/2/2022) bertempat di Balai Desa Tumanggal, Kec. Pangadegan, Kab. Purbalingga. Disperakim Provinsi Jawa Tengah beserta Dinrumkim Kab. Purbalingga, serta Perangkat Desa Tumanggal telah melaksanakan Bimbingan Teknis dan Penyiapan Masyarakat Penerima Bansos Rehabilitasi Rumah bagi Korban Bencana di Kab. Purbalingga.

Bimbingan Teknis ini dilaksanakan untuk memberikan penjelasan kepada 10 penerima bantuan mengenai proses pelaksanaan penyaluran Bansos material senilai Rp12.000.000,00. Dan juga bantuan stimulant padat karya senilai Rp1.800.000,00 untuk 3 orang tenaga padat karya yang akan bekerja pada rumah penerima bansos selama 6 hari. Penerima juga dijelaskan kewajiban-kewajiban mereka selama proses pelaksananaan rehabiitasi termasuk penyusnan LPJ sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Penyaluran Bansos yang menggunakan metode swakelola tipe IV yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat (Pokmas). Dengan metode ini peran masyarakat diharapkan lebih optimal terutama dalam transparansi penggunaan dana. Oleh karena itu setelah pelaksanaan Bimtek, Disperakim juga melakukan desk kepada penerima bantuan untuk mengetahui kebutuhan material mereka apa saja. Kemudian Pokmas ditemani Disperakim melakukan survei harga ke toko bangunan yang berada di sekitar lokasi. Harga ini digunakan sebagai acuan pemilihan toko bangunan dan pembuatan RAB material Bansos.  

Kamis (24/2/2022) bertempat di Balai Desa Tumanggal, Kec. Pangadegan, Kab. Purbalingga. Disperakim Provinsi Jawa Tengah beserta Dinrumkim Kab. Purbalingga, serta Perangkat Desa Tumanggal telah melaksanakan Bimbingan Teknis dan Penyiapan Masyarakat Penerima Bansos Rehabilitasi Rumah bagi Korban Bencana di Kab. Purbalingga.

Bimbingan Teknis ini dilaksanakan untuk memberikan penjelasan kepada 10 penerima bantuan mengenai proses pelaksanaan penyaluran Bansos material senilai Rp12.000.000,00. Dan juga bantuan stimulant padat karya senilai Rp1.800.000,00 untuk 3 orang tenaga padat karya yang akan bekerja pada rumah penerima bansos selama 6 hari. Penerima juga dijelaskan kewajiban-kewajiban mereka selama proses pelaksananaan rehabiitasi termasuk penyusnan LPJ sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Penyaluran Bansos yang menggunakan metode swakelola tipe IV yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat (Pokmas). Dengan metode ini peran masyarakat diharapkan lebih optimal terutama dalam transparansi penggunaan dana. Oleh karena itu setelah pelaksanaan Bimtek, Disperakim juga melakukan desk kepada penerima bantuan untuk mengetahui kebutuhan material mereka apa saja. Kemudian Pokmas ditemani Disperakim melakukan survei harga ke toko bangunan yang berada di sekitar lokasi. Harga ini digunakan sebagai acuan pemilihan toko bangunan dan pembuatan RAB material Bansos.