Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Kunjungan dan Verifikasi Rumah Korban Bencana Tanah Gerak di Desa Dermasuci Kabupaten Tegal

Pada bulan Februari 2022 telah terjadi bencana tanah gerak di Desa Dermasuci Kabupaten Tegal selama beberapa hari. Kejadian tersebut mengakibatkan sekitar 200 rumah mengalami kerusakan, baik itu kerusakan ringan, kerusakan sedang, maupun kerusakan berat. Ratusan orang mengungsi ke Huntara dan tenda-tenda yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tegal.

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah memiliki program pasca bencana, yakni pembangunan dan rehabilitasi rumah korban bencana. Untuk itu, Disperakim Jateng ikut berperan dalam meringankan dampak bencana yang dialami oleh masyarakat. Peran tersebut dimulai dengan koordinasi, sosialisasi, dan verifikasi kerusakan rumah.

Dalam kegiatan koordinasi, Disperakim melakukan pembicaraan dengan BPBD Provinsi Jateng, Sekda Kabupaten Tegal, Disperkim Kab Tegal, BPBD Kab Tegal, PMI Kab Tegal, Bazda Kab Tegal, dan instansi lainnya yang terkait. Koordinasi ini dimaksudkan untuk memperoleh data korban bencana dan kerusakan yang dialami. Dari data ini akan diolah untuk diusulkan dalam permohonan bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan Sosialisasi dilaksanakan oleh Disperakim Prov. Jateng pada (9/3/2022) )dengan didampingi oleh Pemda Kab. Tegal untuk mengunjungi wilayah yang terdampak bencana untuk bertemu langsung dengan Kepala Desa dan masyarakat Desa Dermasuci yang merupakan wilayah paling terdampak oleh bencana tanah gerak tersebut. Dalam kegiatan ini, dijelaskan program bantuan pasca-bencana yang bisa dilaksanakan untuk membantu meringankan beban masyarakat korban bencana. Selain itu, juga dijelaskan syarat dan ketentuan untuk bisa mendapatkan bantuan tersebut, yakni Calon Penerima Bantuan harus terdaftar dalam BDT (DTKS) Dinsos Provinsi Jateng, kerusakan rumah minimal dalam tipe rusak sedang, dan memiliki tanah di lokasi yang aman dari bencana.

Setelah itu, maka dilakukan verifikasi kerusakan rumah oleh tim Disperakim untuk mendata kerusakan rumah tersebut untuk kemudian dilakukan klasifikasi kerusakan apakah masuk dalam rusak ringan, rusak sedang, atau rusak berat. Dari hasil klasifikasi tersebut akan diusulkan kepada Pemerintah Provinsi Jateng untuk mendapat bantuan pembangunan atau rehabilitasi rumah agar menjadi layak huni dan aman dari bencana.

Pada bulan Februari 2022 telah terjadi bencana tanah gerak di Desa Dermasuci Kabupaten Tegal selama beberapa hari. Kejadian tersebut mengakibatkan sekitar 200 rumah mengalami kerusakan, baik itu kerusakan ringan, kerusakan sedang, maupun kerusakan berat. Ratusan orang mengungsi ke Huntara dan tenda-tenda yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tegal.

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah memiliki program pasca bencana, yakni pembangunan dan rehabilitasi rumah korban bencana. Untuk itu, Disperakim Jateng ikut berperan dalam meringankan dampak bencana yang dialami oleh masyarakat. Peran tersebut dimulai dengan koordinasi, sosialisasi, dan verifikasi kerusakan rumah.

Dalam kegiatan koordinasi, Disperakim melakukan pembicaraan dengan BPBD Provinsi Jateng, Sekda Kabupaten Tegal, Disperkim Kab Tegal, BPBD Kab Tegal, PMI Kab Tegal, Bazda Kab Tegal, dan instansi lainnya yang terkait. Koordinasi ini dimaksudkan untuk memperoleh data korban bencana dan kerusakan yang dialami. Dari data ini akan diolah untuk diusulkan dalam permohonan bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan Sosialisasi dilaksanakan oleh Disperakim Prov. Jateng pada (9/3/2022) )dengan didampingi oleh Pemda Kab. Tegal untuk mengunjungi wilayah yang terdampak bencana untuk bertemu langsung dengan Kepala Desa dan masyarakat Desa Dermasuci yang merupakan wilayah paling terdampak oleh bencana tanah gerak tersebut. Dalam kegiatan ini, dijelaskan program bantuan pasca-bencana yang bisa dilaksanakan untuk membantu meringankan beban masyarakat korban bencana. Selain itu, juga dijelaskan syarat dan ketentuan untuk bisa mendapatkan bantuan tersebut, yakni Calon Penerima Bantuan harus terdaftar dalam BDT (DTKS) Dinsos Provinsi Jateng, kerusakan rumah minimal dalam tipe rusak sedang, dan memiliki tanah di lokasi yang aman dari bencana.

Setelah itu, maka dilakukan verifikasi kerusakan rumah oleh tim Disperakim untuk mendata kerusakan rumah tersebut untuk kemudian dilakukan klasifikasi kerusakan apakah masuk dalam rusak ringan, rusak sedang, atau rusak berat. Dari hasil klasifikasi tersebut akan diusulkan kepada Pemerintah Provinsi Jateng untuk mendapat bantuan pembangunan atau rehabilitasi rumah agar menjadi layak huni dan aman dari bencana.