Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Monitoring Progress Pembangunan Rumah Sederhana Sehat Relokasi Program Pemerintah untuk Eksodan Transmigran Aceh

Para tansmigran yang tinggal di Aceh mengalami gangguan keamanan pada masa pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sehingga mereka memilih pulang ke tanah Jawa walaupun meninggalkan harta kekayaan yang sudah diperoleh saat berada di Aceh. Mereka pulang ke Jawa dengan membawa perbekalan dan uang seadanya sehingga kesulitan menjalani kehidupannya. Saat itu mereka ditampung oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Wonogiri untuk tinggal di HUNTARA yang telah disiapkan. Selama 20 tahun mereka tinggal di HUNTARA dengan kondisi seadanya dan tidak layak huni.

Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Wonogiri mengusulkan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagi para eksodan untuk mendapatkan bantuan perumahan. Gayung bersambut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki program bantuan pembangunan rumah relokasi program pemerintah yang bisa dialokasikan untuk para eksodan tersebut.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) memberikan bantuan stimulan berupa material bangunan senilai Rp35.000.000,00 untuk masing-masing Penerima Bantuan. Terdapat 27 Penerima Bantuan yang terbagi menjadi 14 Penerima di Desa Watuagung dan 13 Penerima di Desa Bumiharjo.

13 Penerima di Desa Bumiharjo membentuk komunitas dan membeli lahan secara hamparan dengan dibantu dan difasilitasi Masyarakat Peduli dan Pemerintah Daerah Kabupaten Wonogiri. Lahan hamparan tersebut dibagi menjadi 13 kavling. Mereka sangat semangat karena mendapat bantuan untuk pembelian lahan dan bantuan pembangunan rumah.

Bantuan pembangunan rumah dari Disperakim adalah berupa panel pracetak yang disebut RUSPIN. Panel ini hanya perlu dirakit menggunakan sistem murbaut sehingga dapat dipasang lebih cepat dan dikerjakan oleh masyarakat umum. Pelaksanaan perakitan panel RUSPIN untuk rumah luas 40 meter persegi dapat selesai dilakukan oleh Penerima Bantuan dalam waktu 1 hari secara bergotong royong.

Selain berupa panel RUSPIN, Disperakim juga memberikan bantuan berupa material bangunan untuk penutup dinding dan atap. Dinding yang diminta oleh Penerima Bantuan adalah bata ringan dan perekat bata ringan, sedangkan atap yang diminta adalah rangka baja ringan, reng baja ringan, metal roof, dan listplank GRC. Semua bantuan yang didapatkan jika ditotal adalah senilai Rp35.000.000,00

Masyarakat sangat antusias dalam menyelesaikan pembangunan. Dalam waktu kurang dari 1 bulan mereka sudah bisa menyelesaikan pembangunan menggunakan material bantuan. Untuk menyempurnakan rumah, mereka akan berswadaya dengan dana pribadi. Sedangkan untuk PSU akan dimintakan bantuan kepada instansi terkait.

Para tansmigran yang tinggal di Aceh mengalami gangguan keamanan pada masa pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sehingga mereka memilih pulang ke tanah Jawa walaupun meninggalkan harta kekayaan yang sudah diperoleh saat berada di Aceh. Mereka pulang ke Jawa dengan membawa perbekalan dan uang seadanya sehingga kesulitan menjalani kehidupannya. Saat itu mereka ditampung oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Wonogiri untuk tinggal di HUNTARA yang telah disiapkan. Selama 20 tahun mereka tinggal di HUNTARA dengan kondisi seadanya dan tidak layak huni.

Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Wonogiri mengusulkan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagi para eksodan untuk mendapatkan bantuan perumahan. Gayung bersambut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki program bantuan pembangunan rumah relokasi program pemerintah yang bisa dialokasikan untuk para eksodan tersebut.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) memberikan bantuan stimulan berupa material bangunan senilai Rp35.000.000,00 untuk masing-masing Penerima Bantuan. Terdapat 27 Penerima Bantuan yang terbagi menjadi 14 Penerima di Desa Watuagung dan 13 Penerima di Desa Bumiharjo.

13 Penerima di Desa Bumiharjo membentuk komunitas dan membeli lahan secara hamparan dengan dibantu dan difasilitasi Masyarakat Peduli dan Pemerintah Daerah Kabupaten Wonogiri. Lahan hamparan tersebut dibagi menjadi 13 kavling. Mereka sangat semangat karena mendapat bantuan untuk pembelian lahan dan bantuan pembangunan rumah.

Bantuan pembangunan rumah dari Disperakim adalah berupa panel pracetak yang disebut RUSPIN. Panel ini hanya perlu dirakit menggunakan sistem murbaut sehingga dapat dipasang lebih cepat dan dikerjakan oleh masyarakat umum. Pelaksanaan perakitan panel RUSPIN untuk rumah luas 40 meter persegi dapat selesai dilakukan oleh Penerima Bantuan dalam waktu 1 hari secara bergotong royong.

Selain berupa panel RUSPIN, Disperakim juga memberikan bantuan berupa material bangunan untuk penutup dinding dan atap. Dinding yang diminta oleh Penerima Bantuan adalah bata ringan dan perekat bata ringan, sedangkan atap yang diminta adalah rangka baja ringan, reng baja ringan, metal roof, dan listplank GRC. Semua bantuan yang didapatkan jika ditotal adalah senilai Rp35.000.000,00

Masyarakat sangat antusias dalam menyelesaikan pembangunan. Dalam waktu kurang dari 1 bulan mereka sudah bisa menyelesaikan pembangunan menggunakan material bantuan. Untuk menyempurnakan rumah, mereka akan berswadaya dengan dana pribadi. Sedangkan untuk PSU akan dimintakan bantuan kepada instansi terkait.