Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Dialog Gubernur dengan Bupati/Walikota Wilayah Pengembangan Purwomanggung dan Subosukowonosraten

Pada gelaran putaran kedua Dialog Gubernur dengan Bupati Walikota yang dikemas dalam Musrenbangwil di Wilayah Pengembangan Purwomanggung (Kab.Purworejo, Kab.Wonosobo, Kab. Magelang, Kota Magelang, Kab. Temanggung) dan Subosukowonosraten (Kota Surakarta, Kab.Boyolali, Kab.Sukoharjo, Kab. Wonogiri, Kab.Sragen, Kab. Karanganyar, Kab. Klaten), Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyampaikan penting bagi daerah menyusun langkah perbaikan ekonomi seiring membaiknya situasi Covid-19 yang linier dengan perintah Presiden RI Joko Widodo untuk mengurangi angka kemiskinan. Ganjar menyebut, perhatian terhadap usaha kecil dan menengah, memberi kontribusi besar pada pemulihan ekonomi.

"Sebanyak 40 persen dari APBD bisa mengungkit ekonomi, dengan cara kita menjadi off taker produk rakyat. Oleh karena itu yang belum ikut Aplikasi Si  Blangkon, segera ikut" ungkap beliau.

Pada Dialog yang diselenggarakan di Pendopo Kab. Magelang, pada Kamis (21/4) tersebut, program Satu OPD Satu Desa Dampingan, juga ditekankan agar bagi Kab/Kota segera mereplikasi, untuk menekan kemiskinan.

Selain berdialog dengan Bupati/Walikota, ada perwakilan dari unsur perempuan, difabel dan forum anak. Pada kesempatan tersebut Dian dari komunitas Sahabat Perempuan menyampaikan impiannya untuk memiliki tempat perlindungan bagi korban kekerasan bisa segera terwujud. Dian menjelaskan dari 2020, komunitasnya telah mendampingi 51 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kemudian pada 2021 terjadi kenaikan cukup signifikan menjadi 76 kasus, dan didominasi kasus kekerasan dalam rumah tangga. Selain Dian, ada Sandi dari forum anak dan Hendry Hermowo perwakilan dari disabilitas.

Selain berdialog secara luring di pendopo Kab. Magelang, Ganjar Pranowo juga memberikan kesempatan untuk Camat Grabag pada gelaran Musrenbangwil tersebut, selain itu Kades Sidogede Kec.Grabag pun turut menyampaikan terkait dengan RTLH yang masih banyak di desanya.

#Musrenbangwil

#rembuganjateng

Pada gelaran putaran kedua Dialog Gubernur dengan Bupati Walikota yang dikemas dalam Musrenbangwil di Wilayah Pengembangan Purwomanggung (Kab.Purworejo, Kab.Wonosobo, Kab. Magelang, Kota Magelang, Kab. Temanggung) dan Subosukowonosraten (Kota Surakarta, Kab.Boyolali, Kab.Sukoharjo, Kab. Wonogiri, Kab.Sragen, Kab. Karanganyar, Kab. Klaten), Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyampaikan penting bagi daerah menyusun langkah perbaikan ekonomi seiring membaiknya situasi Covid-19 yang linier dengan perintah Presiden RI Joko Widodo untuk mengurangi angka kemiskinan. Ganjar menyebut, perhatian terhadap usaha kecil dan menengah, memberi kontribusi besar pada pemulihan ekonomi.

"Sebanyak 40 persen dari APBD bisa mengungkit ekonomi, dengan cara kita menjadi off taker produk rakyat. Oleh karena itu yang belum ikut Aplikasi Si  Blangkon, segera ikut" ungkap beliau.

Pada Dialog yang diselenggarakan di Pendopo Kab. Magelang, pada Kamis (21/4) tersebut, program Satu OPD Satu Desa Dampingan, juga ditekankan agar bagi Kab/Kota segera mereplikasi, untuk menekan kemiskinan.

Selain berdialog dengan Bupati/Walikota, ada perwakilan dari unsur perempuan, difabel dan forum anak. Pada kesempatan tersebut Dian dari komunitas Sahabat Perempuan menyampaikan impiannya untuk memiliki tempat perlindungan bagi korban kekerasan bisa segera terwujud. Dian menjelaskan dari 2020, komunitasnya telah mendampingi 51 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kemudian pada 2021 terjadi kenaikan cukup signifikan menjadi 76 kasus, dan didominasi kasus kekerasan dalam rumah tangga. Selain Dian, ada Sandi dari forum anak dan Hendry Hermowo perwakilan dari disabilitas.

Selain berdialog secara luring di pendopo Kab. Magelang, Ganjar Pranowo juga memberikan kesempatan untuk Camat Grabag pada gelaran Musrenbangwil tersebut, selain itu Kades Sidogede Kec.Grabag pun turut menyampaikan terkait dengan RTLH yang masih banyak di desanya.

#Musrenbangwil

#rembuganjateng