Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Kolaborasi Wujudkan Hunian Layak dan Terjangkau untuk Semua

Tema Hari Perumahan Nasional di Tahun 2022 adalah Kolaborasi Wujudkan Hunian Layak dan Terjangkau untuk Semua. Dalam rangka memperingati Hari Perumahan Nasional 2022 tersebut, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah melakukan serangkaian acara. Salah satu rangkaian acaranya adalah pelaksanaan Akad Kredit Kepemilikan Rumah secara bersama di bulan Agustus. Akad KPR secara bersama ini dilakukan di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama di lakukan pada hari kamis, tanggal 25 Agustus 2022 di Perumahan Alfa Regency-6, Batursari Kabupaten Demak, sedangkan lokasi akad KPR kedua rencana akan dilaksanakan pada minggu ke.5 bulan Agustus 2022 di Perumahan Boja Kabupaten Kendal.

Akad KPR secara bersama pada hari Kamis tanggal 25 Agustus 2022 di Perumahan Alfa Regency-6 dilangsungkan untuk 40 debitur. Di hadiri oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Prov. Jateng, Arief Djatmiko; Branch Manager PT.BTN (Persero), Tbk Donny Dwiantoro; dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Demak; serta Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dari HIMPERA, APERNAS, REI, dan APERSI.

Selain akad KPR bersama juga dilangsungkan simbolis pemberian tanaman penghijauan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kurang lebih 500 bibit tanaman untuk 5 lokasi kawasan permukiman:

  • Perumahan Bancar Residence 1 Tampingan, Kab. Kendal
  • Perumahan Puri Indah Butuh, Kab. Semarang
  • Perumahan Griya Mandiri Asri, Kab Semarang
  • Perumahan Griya Sehati, Kaliwunggu
  • Perumahan Alfa Regency-6, Batursari Kab. Demak

Bibit tanaman tersebut di peroleh dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah dan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah.

Masih dalam rangkaian Hari Perumahan Nasional 2022, juga dilakukan simbolis penanaman penghijauan di lokasi akad KPR Bersama, yaitu di Perumahan Alfa Regency-6, Batursari, Mranggen.

Di Provinsi Jawa Tengah, selama periode bulan Agustus sampai tanggal 23 Agustus telah dilakukan akad kredit kepemilikan rumah total sebanyak 690 debitur dengan plafond sebesar 138 Miliyard Rupiah. Jumlah ini terbagi atas KPR untuk rumah bersubsidi sebanyak 438 debitur (dengan plafond sebesar 60 M) dan KPR untuk rumah komersial sebanyak 252 debitur (dengan plafond sebesar 77,9 M). Jumlah ini masih akan bertambah mengingat bulan Agustus belum berakhir dan besarnya pembiayaan ini baru dilakukan oleh 4 Bank yaitu: PT.Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk; PT.Bank Rakyat Indonesia; Bank Jateng Regional Jateng; dan Bank Jateng Syariah Regional Jateng.

Sementara dari data SiKUMBANG (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang) Kementerian PUPR pembangunan perumahan di Provinsi Jawa Tengah di Tahun 2022 status Bulan Juli 2022 adalah sebanyak 13.471 unit rumah yang terdiri dari 9.898 unit rumah bersubsidi dan 3.573 unit rumah komersial. Jumlah pembangunan real di lapangan sangat mungkin lebih dari ini, mengingat tidak semua pengembang perumahan memasukkan data pembangunan perumahan.nya ke dalam SiKUMBANG.

Akhir kata dengan adanya Kolaborasi seluruh stakeholder, keinginan untuk mewujudkan Hunian Layak dan Terjangkau untuk Semua semakin nyata

Tema Hari Perumahan Nasional di Tahun 2022 adalah Kolaborasi Wujudkan Hunian Layak dan Terjangkau untuk Semua. Dalam rangka memperingati Hari Perumahan Nasional 2022 tersebut, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah melakukan serangkaian acara. Salah satu rangkaian acaranya adalah pelaksanaan Akad Kredit Kepemilikan Rumah secara bersama di bulan Agustus. Akad KPR secara bersama ini dilakukan di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama di lakukan pada hari kamis, tanggal 25 Agustus 2022 di Perumahan Alfa Regency-6, Batursari Kabupaten Demak, sedangkan lokasi akad KPR kedua rencana akan dilaksanakan pada minggu ke.5 bulan Agustus 2022 di Perumahan Boja Kabupaten Kendal.

Akad KPR secara bersama pada hari Kamis tanggal 25 Agustus 2022 di Perumahan Alfa Regency-6 dilangsungkan untuk 40 debitur. Di hadiri oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Prov. Jateng, Arief Djatmiko; Branch Manager PT.BTN (Persero), Tbk Donny Dwiantoro; dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Demak; serta Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dari HIMPERA, APERNAS, REI, dan APERSI.

Selain akad KPR bersama juga dilangsungkan simbolis pemberian tanaman penghijauan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kurang lebih 500 bibit tanaman untuk 5 lokasi kawasan permukiman:

  • Perumahan Bancar Residence 1 Tampingan, Kab. Kendal
  • Perumahan Puri Indah Butuh, Kab. Semarang
  • Perumahan Griya Mandiri Asri, Kab Semarang
  • Perumahan Griya Sehati, Kaliwunggu
  • Perumahan Alfa Regency-6, Batursari Kab. Demak

Bibit tanaman tersebut di peroleh dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah dan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah.

Masih dalam rangkaian Hari Perumahan Nasional 2022, juga dilakukan simbolis penanaman penghijauan di lokasi akad KPR Bersama, yaitu di Perumahan Alfa Regency-6, Batursari, Mranggen.

Di Provinsi Jawa Tengah, selama periode bulan Agustus sampai tanggal 23 Agustus telah dilakukan akad kredit kepemilikan rumah total sebanyak 690 debitur dengan plafond sebesar 138 Miliyard Rupiah. Jumlah ini terbagi atas KPR untuk rumah bersubsidi sebanyak 438 debitur (dengan plafond sebesar 60 M) dan KPR untuk rumah komersial sebanyak 252 debitur (dengan plafond sebesar 77,9 M). Jumlah ini masih akan bertambah mengingat bulan Agustus belum berakhir dan besarnya pembiayaan ini baru dilakukan oleh 4 Bank yaitu: PT.Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk; PT.Bank Rakyat Indonesia; Bank Jateng Regional Jateng; dan Bank Jateng Syariah Regional Jateng.

Sementara dari data SiKUMBANG (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang) Kementerian PUPR pembangunan perumahan di Provinsi Jawa Tengah di Tahun 2022 status Bulan Juli 2022 adalah sebanyak 13.471 unit rumah yang terdiri dari 9.898 unit rumah bersubsidi dan 3.573 unit rumah komersial. Jumlah pembangunan real di lapangan sangat mungkin lebih dari ini, mengingat tidak semua pengembang perumahan memasukkan data pembangunan perumahan.nya ke dalam SiKUMBANG.

Akhir kata dengan adanya Kolaborasi seluruh stakeholder, keinginan untuk mewujudkan Hunian Layak dan Terjangkau untuk Semua semakin nyata