Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

STUDI PENGEMBANGAN BIODIGESTER BERBAHAN LIMBAH RUMAH TANGGA

Salah satu aspek penyebab perumahan dan permukiman kumuh adalah masalah terkait pengelolaan persampahan, untuk itu diperlukan upaya/solusi yang efektif, efisien dan tepat guna dalam menanganinya. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kunjungan lapangan dalam rangka penanganan dan pencegahan kumuh pada kawasan permukiman melalui pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga secara terpadu/bermanfaat pada 10-11 Oktober 2022 di Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Kementerian PUPR, Biomethagreen Rumah Edukasi, Ir. Encep R. Marsadi Al Ghazi - CCMU Bappenas dan  DLHK Kota Bandung.

Kunjungan instansi dan lapangan dilaksanakan dengan memperhatikan best practice pengelolaan persampahan. Kunjungan instansi diantaranya Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Kementerian PUPR, Biomethagreen Rumah Edukasi, Ir. Encep R. Marsadi Al Ghazi - CCMU  Bappenas, dan DLHK Kota Bandung. Kunjungan lapangan dilaksanakan ke Ponpes Sabilul Falah Desa Pangauban - Kec. Pacet, Kab. Bandung dan RW 09 Kelurahan Sukamiskin, Kec. Arcamanik, Kota Bandung.

Beberapa referensi penanganan limbah rumah tangga antara lain menggunakan Biodigester Limbah Rumah Tangga, Biodigester limbah feses manusia, Rosda 5 (Reaktor Sampah organik Dapur 5 inch), Keranjang Takakura, Biopori, Bata Terawang, Drum Komposter, Magot BSF, dan lain sebagainya.

Biodigester merupakan alat yang digunakan untuk mengubah limbah organik menjadi biogas. Dari hasil studi lapangan, penggunaan biodigeser menjadi salah satu solusi pengurangan sampah. Selain itu, biodigester menghasilkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) berupa biogas yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan memasak hingga kebutuhan listrik, serta produk berupa pupuk cair dan padat.

Dalam penerapan biodigester, diperlukan pengolahan rutin untuk mendapatkan produk yang diinginkan. Sehingga dalam pelaksanaannya, dibutuhkan komitmen yang kuat dan partisipasi aktif dari pengguna agar pemanfaatan biodigester berjalan dengan baik. Pelaksanaan ‘kunjungan lapangan dalam rangka penanganan dan pencegahan kumuh pada kawasan permukiman melalui pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga secara terpadu/bermanfaat’ diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengelolaan persampahan, yang dapat meningkatkan kualitas kawasan permukiman dengan menyelesaikan aspek persampahan suatu kawasan.

Salah satu aspek penyebab perumahan dan permukiman kumuh adalah masalah terkait pengelolaan persampahan, untuk itu diperlukan upaya/solusi yang efektif, efisien dan tepat guna dalam menanganinya. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kunjungan lapangan dalam rangka penanganan dan pencegahan kumuh pada kawasan permukiman melalui pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga secara terpadu/bermanfaat pada 10-11 Oktober 2022 di Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Kementerian PUPR, Biomethagreen Rumah Edukasi, Ir. Encep R. Marsadi Al Ghazi - CCMU Bappenas dan  DLHK Kota Bandung.

Kunjungan instansi dan lapangan dilaksanakan dengan memperhatikan best practice pengelolaan persampahan. Kunjungan instansi diantaranya Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Kementerian PUPR, Biomethagreen Rumah Edukasi, Ir. Encep R. Marsadi Al Ghazi - CCMU  Bappenas, dan DLHK Kota Bandung. Kunjungan lapangan dilaksanakan ke Ponpes Sabilul Falah Desa Pangauban - Kec. Pacet, Kab. Bandung dan RW 09 Kelurahan Sukamiskin, Kec. Arcamanik, Kota Bandung.

Beberapa referensi penanganan limbah rumah tangga antara lain menggunakan Biodigester Limbah Rumah Tangga, Biodigester limbah feses manusia, Rosda 5 (Reaktor Sampah organik Dapur 5 inch), Keranjang Takakura, Biopori, Bata Terawang, Drum Komposter, Magot BSF, dan lain sebagainya.

Biodigester merupakan alat yang digunakan untuk mengubah limbah organik menjadi biogas. Dari hasil studi lapangan, penggunaan biodigeser menjadi salah satu solusi pengurangan sampah. Selain itu, biodigester menghasilkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) berupa biogas yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan memasak hingga kebutuhan listrik, serta produk berupa pupuk cair dan padat.

Dalam penerapan biodigester, diperlukan pengolahan rutin untuk mendapatkan produk yang diinginkan. Sehingga dalam pelaksanaannya, dibutuhkan komitmen yang kuat dan partisipasi aktif dari pengguna agar pemanfaatan biodigester berjalan dengan baik. Pelaksanaan ‘kunjungan lapangan dalam rangka penanganan dan pencegahan kumuh pada kawasan permukiman melalui pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga secara terpadu/bermanfaat’ diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengelolaan persampahan, yang dapat meningkatkan kualitas kawasan permukiman dengan menyelesaikan aspek persampahan suatu kawasan.