Semarang – Disperakim Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan FGD Optimasi Penanganan Sampah pada Kawasan Permukiman pada hari Selasa (1/11) di Ruang Rapat Lt.1 Disperakim Provinsi Jawa Tengah. FGD ini dilaksanakan guna mendapatkan formula yang tepat terkait penanganan sampah dengan optimal melalui skema atau teknologi penanganan sampah dari sumbernya pada kawasan permukiman secara terpadu agar dapat menjadi kawasan permukiman yang layak huni dan berkualitas.
Dalam FGD ini hadir dari BPPW Jawa Tengah dan BP2P Jawa III selaku perwakilan Pemerintah Pusat; Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Dinas LHK Provinsi Jawa Tengah dan Biro ISDA Setda Provinsi Jawa Tengah selaku perwakilan OPD Provinsi Jawa Tengah; Yayasan Rumah Energi dan Yayasan BINTARI selaku praktisi/LSM; UNIKA Soegijapranata dan Universitas IVET selaku Akademisi serta internal Disperakim Provinsi Jawa Tengah.
Adapun narasumber dalam FGD yaitu Ibu Elis Hastuti, ST, M.Sc dari Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR. Dalam paparannya, beliau menyampaikan konsep pengelolaan sampah yang ada di Indonesia mulai dari pemilahan pada sumbernya hingga pemprosesan akhir, serta teknologi penanganan sampah baik sampah organik maupun non organik. Setelah paparan dari narasumber, FGD dilanjutkan dengan sesi diskusi. Dalam sesi diskusi para peserta memberikan tanggapan dan masukan dalam penanganan sampah pada kawasan permukiman.
Diharapkan dengan adanya FGD ini dapat diperoleh skema atau teknologi yang tepat dalam penanganan sampah pada kawasan permukiman, serta mendapatkan informasi pola penganggaran yang dapat diakses dalam mendorong penanganan sampah khususnya pada Kawasan permukiman kumuh pada Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah.
Semarang – Disperakim Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan FGD Optimasi Penanganan Sampah pada Kawasan Permukiman pada hari Selasa (1/11) di Ruang Rapat Lt.1 Disperakim Provinsi Jawa Tengah. FGD ini dilaksanakan guna mendapatkan formula yang tepat terkait penanganan sampah dengan optimal melalui skema atau teknologi penanganan sampah dari sumbernya pada kawasan permukiman secara terpadu agar dapat menjadi kawasan permukiman yang layak huni dan berkualitas.
Dalam FGD ini hadir dari BPPW Jawa Tengah dan BP2P Jawa III selaku perwakilan Pemerintah Pusat; Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Dinas LHK Provinsi Jawa Tengah dan Biro ISDA Setda Provinsi Jawa Tengah selaku perwakilan OPD Provinsi Jawa Tengah; Yayasan Rumah Energi dan Yayasan BINTARI selaku praktisi/LSM; UNIKA Soegijapranata dan Universitas IVET selaku Akademisi serta internal Disperakim Provinsi Jawa Tengah.
Adapun narasumber dalam FGD yaitu Ibu Elis Hastuti, ST, M.Sc dari Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR. Dalam paparannya, beliau menyampaikan konsep pengelolaan sampah yang ada di Indonesia mulai dari pemilahan pada sumbernya hingga pemprosesan akhir, serta teknologi penanganan sampah baik sampah organik maupun non organik. Setelah paparan dari narasumber, FGD dilanjutkan dengan sesi diskusi. Dalam sesi diskusi para peserta memberikan tanggapan dan masukan dalam penanganan sampah pada kawasan permukiman.
Diharapkan dengan adanya FGD ini dapat diperoleh skema atau teknologi yang tepat dalam penanganan sampah pada kawasan permukiman, serta mendapatkan informasi pola penganggaran yang dapat diakses dalam mendorong penanganan sampah khususnya pada Kawasan permukiman kumuh pada Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah.