Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Demi Penyediaan Rumah , Disperakim Prov. Jateng bersama BP Tapera menyelenggarakan Jateng Tapera Expo 2023

Semarang - Dalam rangka memeriahkan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) dan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah ke-78, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bersama BP Tapera dan Forum Komunikasi Pengembang Perumahan Jateng gelar Jateng Tapera Expo 2023 yang berlangsung dari 10 – 21 Agustus 2023. Pameran Rumah Tapera terbesar di Jawa Tengah ini diresmikan oleh Asisten Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sujarwanto Dwiatmoko, bersama Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Herry TZ dan Direktur Rumah Umum dan Khusus, Kementerian PUPR, Fitrah Nur dan Komisioner BP Tapera, Adi Setianto pada Jumat (11/8) di Mall Ciputra Semarang, Jawa Tengah.

Acara pembukaan yang digelar secara hybrid ini diisi dengan talkshow “Ngobrol Bareng Ngomongin Rumah Murah untuk Rakyat diikuti 16 Asosiasi Pengembang, bank penyalur, dan perangkat daerah pemprov Jateng serta Bupati dan walikota se – Jawa Tengah.

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian PUPR, Herry TZ menyampaikan, sekarang dibutuhkan modifikasi produk pembiayaan perumahan dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyelesaikan masalah perumahan terkait backlog perumahan.      ”Dalam penyelesaian backlog perumahan dibutuhkan program bantuan perumahan yang tidak hanya affordable, namun juga equitable serta mendukung sustainabilitas bagi pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan subisidi perumahan,” ujar Herry TZ menegaskan.

Sementara itu, Direktur Rumah Umum dan Khusus, Fitrah Nur, menyatakan bahwa beberapa isu utama perumahan adalah hunian eksisting yang tidak memenuhi standar layak huni, jumlah supply rumah yang belum sesuai dengan consumer’s demand baik karena variable harga maupun lokasi, serta penanganan dan pencegahan permukiman kumuh. Disamping itu, pada kondisi faktual, terdapat demand untuk penyediaan hunian yang tidak hanya layak, namun juga memenuhi kriteria ramah lingkungan (green) dan ramah teknologi (smart).

Dalam kesempatan yang sama Asisten Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sujarwanto Dwiatmoko, menyampaikan bahwa saat ini pemprov Jateng berupaya keras untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam memiliki rumah yang layak huni.

Disambut oleh Komisioner BP Tapera, Adi Setianto menyampaikan, kehadiran BP Tapera di Jawa Tengah sebagai wujud mendekati demand perumahan yang layak dan terjangkau. “Kami memilliki produk pembiayaan perumahan yang pas untuk MBR, rumah berkualitas dengan harga terjangkau. Segera manfaatkan momen ini dengan baik, karena di Jateng Tapera Expo 2023 ini, Masyarakat bisa mendatangi stand 25 pengembang perumahan subsidi alias Rumah Tapera dan bank penyalur seperti BTN, BNI, BSI, BRI dan Bank Jateng,” ungkapnya.

Dalam pameran yang berlangsung selama 12 hari ini, Masyarakat bisa menikmati seluruh rangkaian acara dan menikmati bersama keluarga. “Kami menargetkan 200 ribu pengunjung bisa memanfaatkan momen ini,” tambahnya.

Semarang - Dalam rangka memeriahkan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) dan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah ke-78, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bersama BP Tapera dan Forum Komunikasi Pengembang Perumahan Jateng gelar Jateng Tapera Expo 2023 yang berlangsung dari 10 – 21 Agustus 2023. Pameran Rumah Tapera terbesar di Jawa Tengah ini diresmikan oleh Asisten Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sujarwanto Dwiatmoko, bersama Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Herry TZ dan Direktur Rumah Umum dan Khusus, Kementerian PUPR, Fitrah Nur dan Komisioner BP Tapera, Adi Setianto pada Jumat (11/8) di Mall Ciputra Semarang, Jawa Tengah.

Acara pembukaan yang digelar secara hybrid ini diisi dengan talkshow “Ngobrol Bareng Ngomongin Rumah Murah untuk Rakyat diikuti 16 Asosiasi Pengembang, bank penyalur, dan perangkat daerah pemprov Jateng serta Bupati dan walikota se – Jawa Tengah.

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian PUPR, Herry TZ menyampaikan, sekarang dibutuhkan modifikasi produk pembiayaan perumahan dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyelesaikan masalah perumahan terkait backlog perumahan.      ”Dalam penyelesaian backlog perumahan dibutuhkan program bantuan perumahan yang tidak hanya affordable, namun juga equitable serta mendukung sustainabilitas bagi pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan subisidi perumahan,” ujar Herry TZ menegaskan.

Sementara itu, Direktur Rumah Umum dan Khusus, Fitrah Nur, menyatakan bahwa beberapa isu utama perumahan adalah hunian eksisting yang tidak memenuhi standar layak huni, jumlah supply rumah yang belum sesuai dengan consumer’s demand baik karena variable harga maupun lokasi, serta penanganan dan pencegahan permukiman kumuh. Disamping itu, pada kondisi faktual, terdapat demand untuk penyediaan hunian yang tidak hanya layak, namun juga memenuhi kriteria ramah lingkungan (green) dan ramah teknologi (smart).

Dalam kesempatan yang sama Asisten Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sujarwanto Dwiatmoko, menyampaikan bahwa saat ini pemprov Jateng berupaya keras untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam memiliki rumah yang layak huni.

Disambut oleh Komisioner BP Tapera, Adi Setianto menyampaikan, kehadiran BP Tapera di Jawa Tengah sebagai wujud mendekati demand perumahan yang layak dan terjangkau. “Kami memilliki produk pembiayaan perumahan yang pas untuk MBR, rumah berkualitas dengan harga terjangkau. Segera manfaatkan momen ini dengan baik, karena di Jateng Tapera Expo 2023 ini, Masyarakat bisa mendatangi stand 25 pengembang perumahan subsidi alias Rumah Tapera dan bank penyalur seperti BTN, BNI, BSI, BRI dan Bank Jateng,” ungkapnya.

Dalam pameran yang berlangsung selama 12 hari ini, Masyarakat bisa menikmati seluruh rangkaian acara dan menikmati bersama keluarga. “Kami menargetkan 200 ribu pengunjung bisa memanfaatkan momen ini,” tambahnya.