Melanjutkan penanganan relokasi bagi warga yang menempati rumah di sepanjang sempadan sungai di wilayah Kampung Bugisan, Pemerintah mengajak warga untuk memulai proses pembangunan rumah di lahan relokasi (12/2). Pembangunan dimulai dengan pengukuran lahan dan pemasangan bowplank yang akan dijadikan acuan dalam pembuatan pondasi rumah. Dengan desain rumah modular menggunakan RUSPIN sebagai struktur rumah, maka pondasi yang dibuat adalah berupa pondasi setempat, bukan pondasi lajur.
Pemerintah dan warga merencanakan rumah 2 lantai sehingga perlu perkuatan pada pondasi. Disepakati pondasi menggunakan cakar ayam dengan kedalaman lebih dari 1 (satu) meter. Perkiraan biaya pembuatan pondasi cakar ayam adalah sebanyak 6 (enam) titik dengan biaya sekitar Rp 3.000.000,-. Biaya pembuatan pondasi ini akan dibantu oleh BAZNAS Provinsi Jawa Tengah sehingga dapat meringankan beban biaya pembangunan.
Heryu Purwanto selaku Kepala Bidang Perumahan Dinperkim Kota Pekalongan menjelaskan bahwa bantuan pembuatan pondasi ini adalah wujud keseriusan Pemerintah agar relokasi rumah tidak memberatkan warga. Hal ini dikarenakan warga yg terdampak relokasi merupakan warga dengan kemampuan ekonomi yang lemah.
Selain bantuan dana dari BAZNAS untuk pembuatan pondasi rumah, terdapat berbagai sumber bantuan yang akan ikut serta mensukseskan program relokasi rumah dari kawasan Kampung Bugisan. Beberapa diantaranya adalah bantuan material pembangunan rumah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pembuatan talud lahan dan jalan lingkungan dari Pemerintah Kota Pekalongan, pembuatan sertifikat tanah dari program PTSL BPN Kota Pekalongan, dan penyempurnaan rumah dibantu oleh BAZNAS Kota Pekalongan.
Dengan banyaknya sumber bantuan, diharapkan warga Kampung Bugisan yang terdampak program penataan sempadan Sungai Loji dapat pindah ke lokasi baru tanpa kesulitan biaya. Dengan adanya program ini diharapkan warga akan aman dari banjir akibat luapan Sungai Loji yang sering menghantui warga.
Oleh Hndg | Disunting oleh Gma
Melanjutkan penanganan relokasi bagi warga yang menempati rumah di sepanjang sempadan sungai di wilayah Kampung Bugisan, Pemerintah mengajak warga untuk memulai proses pembangunan rumah di lahan relokasi (12/2). Pembangunan dimulai dengan pengukuran lahan dan pemasangan bowplank yang akan dijadikan acuan dalam pembuatan pondasi rumah. Dengan desain rumah modular menggunakan RUSPIN sebagai struktur rumah, maka pondasi yang dibuat adalah berupa pondasi setempat, bukan pondasi lajur.
Pemerintah dan warga merencanakan rumah 2 lantai sehingga perlu perkuatan pada pondasi. Disepakati pondasi menggunakan cakar ayam dengan kedalaman lebih dari 1 (satu) meter. Perkiraan biaya pembuatan pondasi cakar ayam adalah sebanyak 6 (enam) titik dengan biaya sekitar Rp 3.000.000,-. Biaya pembuatan pondasi ini akan dibantu oleh BAZNAS Provinsi Jawa Tengah sehingga dapat meringankan beban biaya pembangunan.
Heryu Purwanto selaku Kepala Bidang Perumahan Dinperkim Kota Pekalongan menjelaskan bahwa bantuan pembuatan pondasi ini adalah wujud keseriusan Pemerintah agar relokasi rumah tidak memberatkan warga. Hal ini dikarenakan warga yg terdampak relokasi merupakan warga dengan kemampuan ekonomi yang lemah.
Selain bantuan dana dari BAZNAS untuk pembuatan pondasi rumah, terdapat berbagai sumber bantuan yang akan ikut serta mensukseskan program relokasi rumah dari kawasan Kampung Bugisan. Beberapa diantaranya adalah bantuan material pembangunan rumah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pembuatan talud lahan dan jalan lingkungan dari Pemerintah Kota Pekalongan, pembuatan sertifikat tanah dari program PTSL BPN Kota Pekalongan, dan penyempurnaan rumah dibantu oleh BAZNAS Kota Pekalongan.
Dengan banyaknya sumber bantuan, diharapkan warga Kampung Bugisan yang terdampak program penataan sempadan Sungai Loji dapat pindah ke lokasi baru tanpa kesulitan biaya. Dengan adanya program ini diharapkan warga akan aman dari banjir akibat luapan Sungai Loji yang sering menghantui warga.
Oleh Hndg | Disunting oleh Gma