Pada Kamis, 22 Februari 2024, Desa Kismoyoso, Kabupaten Boyolali menjadi lokasi pelaksanaan monitoring kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kemitraan, fokus pada pengelolaan Tempat Pengelolaan Sampah 3R (TPS 3R). Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, sesuai Nota Kesepakatan Nomor 421.5/074/2019 dan 67/UN27/KS/2019 yang telah disepakati antara Kepala Disperakim Provinsi Jawa Tengah dengan Direktur Direktorat Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS.
Desa Kismoyoso, yang pada tahun 2023 mendapatkan hibah TPS 3R dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu upaya penanganan kawasan permukiman kumuh, kemudian dipilih sebagai pilot project kolaborasi dengan Perguruan Tinggi sebagai upaya pendampingan lebih lanjut. Kegiatan tersebut melibatkan sebanyak 14 mahasiswa KKN UNS yang telah diterjunkan sejak 16 Januari 2024. Kegiatan mahasiswa secara garis besar terkait dengan pengelolaan TPS 3R dan penguatan kelembagaan BKM Pengelola TPS 3R. Beberapa kegiatan mahasiswa yang telah dilaksanakan antara lain sosialisasi / edukasi tentang pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga, pembagian tempat sampah di beberapa tempat umum, pembagian compost bag untuk sampah organik dan karung untuk sampah anorganik terpilah, serta pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari barang bekas. Kegiatan yang dilaksanakan melibatkan tokoh masyarakat seperti Kepala Desa maupun Perangkat Desa, Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, serta masyarakat itu sendiri melalui kegiatan perkumpulan-perkumpulan warga. Selain itu, edukasi juga dilaksanakan kepada anak usia dini di sekolah dasar dalam rangka penanaman budaya perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk edukasi terkait budaya membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sesuai dengan jenisnya.
Kegiatan penguatan kelembagaan BKM juga dilaksanakan, melalui Focus Group Discussion (FGD) antara Pemerintah Desa, BKM, dan Petugas TPS 3R dengan melibatkan OPD Kabupaten terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Dinas Lingkungan Hidup untuk membahas pembagian tugas dan peran dalam pengelolaan TPS 3R di Desa Kismoyoso serta keberlanjutan pengelolaannya. Beberapa pengembangan yang direkomendasikan oleh mahasiswa KKN dari pemetaan masalah dan potensi di TPS 3R untuk dapat diimplementasikan kedepannya antara lain komersialisasi hasil kompos TPS 3R melalui kegiatan packaging dan pemasaran, utamanya menyasar kepada kelompok petani desa.
KKN Tematik tersebut akan selesai pada 5 Maret 2024, harapannya kegiatan ini dapat menjadi trigger yang baik dalam proses penyadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan keberlanjutan fungsi TPS 3R yang ada di Desa Kismoyoso. Dan kedepan diharapkan kolaborasi ini masih terus berlanjut antara Disperakim Provinsi Jawa Tengah dan UNS sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat demi menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera di Provinsi Jawa Tengah.
Oleh : MASYITHA PUTRI FEBRIANI
Pada Kamis, 22 Februari 2024, Desa Kismoyoso, Kabupaten Boyolali menjadi lokasi pelaksanaan monitoring kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kemitraan, fokus pada pengelolaan Tempat Pengelolaan Sampah 3R (TPS 3R). Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, sesuai Nota Kesepakatan Nomor 421.5/074/2019 dan 67/UN27/KS/2019 yang telah disepakati antara Kepala Disperakim Provinsi Jawa Tengah dengan Direktur Direktorat Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS.
Desa Kismoyoso, yang pada tahun 2023 mendapatkan hibah TPS 3R dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu upaya penanganan kawasan permukiman kumuh, kemudian dipilih sebagai pilot project kolaborasi dengan Perguruan Tinggi sebagai upaya pendampingan lebih lanjut. Kegiatan tersebut melibatkan sebanyak 14 mahasiswa KKN UNS yang telah diterjunkan sejak 16 Januari 2024. Kegiatan mahasiswa secara garis besar terkait dengan pengelolaan TPS 3R dan penguatan kelembagaan BKM Pengelola TPS 3R. Beberapa kegiatan mahasiswa yang telah dilaksanakan antara lain sosialisasi / edukasi tentang pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga, pembagian tempat sampah di beberapa tempat umum, pembagian compost bag untuk sampah organik dan karung untuk sampah anorganik terpilah, serta pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari barang bekas. Kegiatan yang dilaksanakan melibatkan tokoh masyarakat seperti Kepala Desa maupun Perangkat Desa, Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, serta masyarakat itu sendiri melalui kegiatan perkumpulan-perkumpulan warga. Selain itu, edukasi juga dilaksanakan kepada anak usia dini di sekolah dasar dalam rangka penanaman budaya perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk edukasi terkait budaya membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sesuai dengan jenisnya.
Kegiatan penguatan kelembagaan BKM juga dilaksanakan, melalui Focus Group Discussion (FGD) antara Pemerintah Desa, BKM, dan Petugas TPS 3R dengan melibatkan OPD Kabupaten terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Dinas Lingkungan Hidup untuk membahas pembagian tugas dan peran dalam pengelolaan TPS 3R di Desa Kismoyoso serta keberlanjutan pengelolaannya. Beberapa pengembangan yang direkomendasikan oleh mahasiswa KKN dari pemetaan masalah dan potensi di TPS 3R untuk dapat diimplementasikan kedepannya antara lain komersialisasi hasil kompos TPS 3R melalui kegiatan packaging dan pemasaran, utamanya menyasar kepada kelompok petani desa.
KKN Tematik tersebut akan selesai pada 5 Maret 2024, harapannya kegiatan ini dapat menjadi trigger yang baik dalam proses penyadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan keberlanjutan fungsi TPS 3R yang ada di Desa Kismoyoso. Dan kedepan diharapkan kolaborasi ini masih terus berlanjut antara Disperakim Provinsi Jawa Tengah dan UNS sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat demi menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera di Provinsi Jawa Tengah.
Oleh : MASYITHA PUTRI FEBRIANI