Senin, 25 Maret 2024, Disperakim Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan acara Bimbingan Teknis Penggunaan dan Evaluasi Sistem Informasi Kawasan Permukiman (Si-KAPER) di Ruang Nakula Lantai 1, Eks. Gedung Kantor Bakorwil Surakarta. Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pengguna (Pemerintah Kabupaten/Kota) mengenai fitur-fitur item pengembangan serta mengevaluasi keterisian data pada aplikasi Si-KAPER, dengan mengetahui kendala dan permasalahannya. Bimtek ini dihadiri oleh admin pengelola data SK Kumuh yang berasal dari Pokja PKP Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah. Acara serupa juga akan dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis, 27 dan 28 Maret 2024 di Gedung B, Aula Dinas Perkim Kabupaten Tegal dan di Aula Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Semarang.
Bimtek ini dipimpin oleh Subkoordinator Perencanaan Teknis Kawasan Permukiman Iwan Setiarto, ST. M.Ling. Adapun narasumber pada acara ini adalah Lusiyana Damayanti, ST, MT. dari BPPW Provinsi Jawa Tengah dan Konsultan Pengembangan Sistem Informasi Kawasan Permukiman.
Dalam penjelasannya Lusiyana Damayanti menyampaikan hasil desk pendataan kumuh dalam rangka penyusunan RPJMN 2025-2029 dan evaluasi terhadap masa berlaku SK Kumuh yang akan berakhir masa berlakunya. Kemudian diikuti dengan penjelasan mendalam mengenai fitur-fitur pengembangan yang ada dalam Si-KAPER. Penjelasan tersebut mencakup cara penggunaan fitur baru serta manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaannya berupa tata cara mencetak berita acara pengurangan kawasan permukiman kumuh, sinkronisasi data kawasan permukiman kumuh, inputing baseline kawasan permukiman kumuh dan penanganannya serta fitur konfirmasi pengisian.
Harapannya dengan diadakannya bimbingan teknis ini Pemerintah Kabupaten/Kota dapat dengan mudah melakukan penyusunan baseline kawasan permukiman kumuh, yang awalnya menggunakan microsoft excel bermigrasi menggunakan sistem informasi sehingga beban menjadi lebih ringan tanpa mengurangi substansi. Dengan demikian, diharapkan dengan adanya Si-KAPER perhitungan Kawasan Permukiman Kumuh beserta penanganannya dapat terhitung dengan cepat, mudah dan berkelanjutan.
Oleh Busada Eka
Senin, 25 Maret 2024, Disperakim Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan acara Bimbingan Teknis Penggunaan dan Evaluasi Sistem Informasi Kawasan Permukiman (Si-KAPER) di Ruang Nakula Lantai 1, Eks. Gedung Kantor Bakorwil Surakarta. Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pengguna (Pemerintah Kabupaten/Kota) mengenai fitur-fitur item pengembangan serta mengevaluasi keterisian data pada aplikasi Si-KAPER, dengan mengetahui kendala dan permasalahannya. Bimtek ini dihadiri oleh admin pengelola data SK Kumuh yang berasal dari Pokja PKP Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah. Acara serupa juga akan dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis, 27 dan 28 Maret 2024 di Gedung B, Aula Dinas Perkim Kabupaten Tegal dan di Aula Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Semarang.
Bimtek ini dipimpin oleh Subkoordinator Perencanaan Teknis Kawasan Permukiman Iwan Setiarto, ST. M.Ling. Adapun narasumber pada acara ini adalah Lusiyana Damayanti, ST, MT. dari BPPW Provinsi Jawa Tengah dan Konsultan Pengembangan Sistem Informasi Kawasan Permukiman.
Dalam penjelasannya Lusiyana Damayanti menyampaikan hasil desk pendataan kumuh dalam rangka penyusunan RPJMN 2025-2029 dan evaluasi terhadap masa berlaku SK Kumuh yang akan berakhir masa berlakunya. Kemudian diikuti dengan penjelasan mendalam mengenai fitur-fitur pengembangan yang ada dalam Si-KAPER. Penjelasan tersebut mencakup cara penggunaan fitur baru serta manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaannya berupa tata cara mencetak berita acara pengurangan kawasan permukiman kumuh, sinkronisasi data kawasan permukiman kumuh, inputing baseline kawasan permukiman kumuh dan penanganannya serta fitur konfirmasi pengisian.
Harapannya dengan diadakannya bimbingan teknis ini Pemerintah Kabupaten/Kota dapat dengan mudah melakukan penyusunan baseline kawasan permukiman kumuh, yang awalnya menggunakan microsoft excel bermigrasi menggunakan sistem informasi sehingga beban menjadi lebih ringan tanpa mengurangi substansi. Dengan demikian, diharapkan dengan adanya Si-KAPER perhitungan Kawasan Permukiman Kumuh beserta penanganannya dapat terhitung dengan cepat, mudah dan berkelanjutan.
Oleh Busada Eka