Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni CSR Bank Jateng di Desa Bumiharjo, Kabupaten Demak

Peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merupakan upaya penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Di Provinsi Jawa Tengah, hal ini menjadi perhatian serius, terutama melalui program-program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diinisiasi oleh pihak-pihak swasta seperti Bank Jateng. Salah satu contoh implementasi dari program tersebut adalah yang terjadi di Desa Bumiharjo, Kabupaten Demak, di mana sejumlah 6 penerima menerima bantuan peningkatan kualitas RTLH.

Pada hari Selasa, 21 Mei 2024, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program peningkatan kualitas RTLH tersebut. Kegiatan ini dilakukan bersama-sama dengan perangkat desa setempat serta Disperkim Kabupaten Demak. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan telah dilaksanakan dengan baik dan rumah-rumah yang direnovasi sudah layak huni.

Desa Bumiharjo dipilih sebagai lokasi program ini karena kebutuhan yang mendesak akan perbaikan rumah di daerah tersebut. Dengan bantuan dari Bank Jateng melalui program CSR-nya, 6 rumah yang sebelumnya tidak layak huni mendapatkan perbaikan yang signifikan. Hal ini tentu memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat setempat, meningkatkan kualitas hidup, serta memberikan lingkungan yang lebih layak untuk ditinggali.

Proses monitoring dan evaluasi dilakukan dengan cermat. Tim dari Disperakim Provinsi Jawa Tengah serta Disperkim Kabupaten Demak melakukan pengecekan secara langsung ke lokasi masing-masing rumah yang telah direnovasi. Mereka memastikan bahwa proses renovasi telah sesuai dengan standar yang ditetapkan dan bahwa hasil akhirnya memenuhi syarat sebagai rumah yang layak huni.

Selain itu, tim juga berinteraksi dengan para penerima bantuan untuk mendapatkan masukan dan tanggapan mereka terkait proses pelaksanaan program ini. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kebutuhan dan aspirasi masyarakat benar-benar terpenuhi. Dengan adanya komunikasi yang baik antara pihak penyelenggara program dan penerima manfaat, diharapkan program-program selanjutnya dapat lebih efektif dan berdampak positif.

Hasil dari kegiatan monitoring dan evaluasi ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program peningkatan kualitas RTLH di Desa Bumiharjo telah berjalan dengan baik. Semua rumah yang direnovasi telah memenuhi standar kelayakan dan siap untuk ditempati oleh pemiliknya. Ini merupakan capaian yang membanggakan dan menjadi contoh bagi program-program serupa di daerah lain.

Melalui kerjasama antara pemerintah, perusahaan swasta, dan masyarakat, diharapkan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas hunian di daerah pedesaan terus dapat dilakukan secara berkelanjutan. Program-program CSR seperti yang dilakukan oleh Bank Jateng menjadi salah satu model yang efektif dalam mendukung pembangunan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan terus adanya monitoring dan evaluasi yang berkala, diharapkan bahwa manfaat dari program-program ini dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat yang membutuhkan.

Oleh (Pramudya Hernanda)

Peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merupakan upaya penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Di Provinsi Jawa Tengah, hal ini menjadi perhatian serius, terutama melalui program-program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diinisiasi oleh pihak-pihak swasta seperti Bank Jateng. Salah satu contoh implementasi dari program tersebut adalah yang terjadi di Desa Bumiharjo, Kabupaten Demak, di mana sejumlah 6 penerima menerima bantuan peningkatan kualitas RTLH.

Pada hari Selasa, 21 Mei 2024, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program peningkatan kualitas RTLH tersebut. Kegiatan ini dilakukan bersama-sama dengan perangkat desa setempat serta Disperkim Kabupaten Demak. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan telah dilaksanakan dengan baik dan rumah-rumah yang direnovasi sudah layak huni.

Desa Bumiharjo dipilih sebagai lokasi program ini karena kebutuhan yang mendesak akan perbaikan rumah di daerah tersebut. Dengan bantuan dari Bank Jateng melalui program CSR-nya, 6 rumah yang sebelumnya tidak layak huni mendapatkan perbaikan yang signifikan. Hal ini tentu memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat setempat, meningkatkan kualitas hidup, serta memberikan lingkungan yang lebih layak untuk ditinggali.

Proses monitoring dan evaluasi dilakukan dengan cermat. Tim dari Disperakim Provinsi Jawa Tengah serta Disperkim Kabupaten Demak melakukan pengecekan secara langsung ke lokasi masing-masing rumah yang telah direnovasi. Mereka memastikan bahwa proses renovasi telah sesuai dengan standar yang ditetapkan dan bahwa hasil akhirnya memenuhi syarat sebagai rumah yang layak huni.

Selain itu, tim juga berinteraksi dengan para penerima bantuan untuk mendapatkan masukan dan tanggapan mereka terkait proses pelaksanaan program ini. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kebutuhan dan aspirasi masyarakat benar-benar terpenuhi. Dengan adanya komunikasi yang baik antara pihak penyelenggara program dan penerima manfaat, diharapkan program-program selanjutnya dapat lebih efektif dan berdampak positif.

Hasil dari kegiatan monitoring dan evaluasi ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program peningkatan kualitas RTLH di Desa Bumiharjo telah berjalan dengan baik. Semua rumah yang direnovasi telah memenuhi standar kelayakan dan siap untuk ditempati oleh pemiliknya. Ini merupakan capaian yang membanggakan dan menjadi contoh bagi program-program serupa di daerah lain.

Melalui kerjasama antara pemerintah, perusahaan swasta, dan masyarakat, diharapkan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas hunian di daerah pedesaan terus dapat dilakukan secara berkelanjutan. Program-program CSR seperti yang dilakukan oleh Bank Jateng menjadi salah satu model yang efektif dalam mendukung pembangunan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan terus adanya monitoring dan evaluasi yang berkala, diharapkan bahwa manfaat dari program-program ini dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat yang membutuhkan.

Oleh (Pramudya Hernanda)