Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Bantuan Pembangunan Rumah Swadaya Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi DI Yogyakarta

Pada hari Kamis (20/6), Direktorat Rumah Swadaya Direktorat Jendral Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengadakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Hotel Novotel Solo. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, Ir. Arief Djatmiko, MA. Dalam sambutannya, Arief Djatmiko menekankan pentingnya mengembangkan integritas dengan sistem E-BSPS, terutama dalam integrasi host to host terhadap Sistem Informasi Manajemen Perumahan (SIMPERUM) untuk pencatatan realisasi BSPS. Beliau juga menekankan perlunya validasi data yang bersumber dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) maupun Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terkait Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Selain itu, Direktur Rumah Swadaya yang diwakili oleh Kepala Subdirektorat Wilayah II Direktorat Rumah Swadaya, juga memberikan arahan mengenai pelaksanaan program BSPS. Hadir pula narasumber dari bidang terkait yang menangani BSPS serta peserta undangan dari Disperakim Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyelaraskan dan memperkuat pelaksanaan program BSPS di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi DI Yogyakarta. Beberapa topik penting yang dibahas meliputi strategi peningkatan kualitas dan kuantitas rumah swadaya, mekanisme penyaluran bantuan, serta monitoring dan evaluasi program. Para peserta rapat juga diajak berdiskusi mengenai tantangan dan solusi dalam pelaksanaan program BSPS di daerah masing-masing.

Kepala Subdirektorat Wilayah II Direktorat Rumah Swadaya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menyukseskan program BSPS. Beliau juga menyoroti perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam program ini agar dapat menjalankan tugasnya dengan lebih efektif dan efisien.

 

Oleh Falih Asrofi

Pada hari Kamis (20/6), Direktorat Rumah Swadaya Direktorat Jendral Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengadakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Hotel Novotel Solo. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, Ir. Arief Djatmiko, MA. Dalam sambutannya, Arief Djatmiko menekankan pentingnya mengembangkan integritas dengan sistem E-BSPS, terutama dalam integrasi host to host terhadap Sistem Informasi Manajemen Perumahan (SIMPERUM) untuk pencatatan realisasi BSPS. Beliau juga menekankan perlunya validasi data yang bersumber dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) maupun Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terkait Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Selain itu, Direktur Rumah Swadaya yang diwakili oleh Kepala Subdirektorat Wilayah II Direktorat Rumah Swadaya, juga memberikan arahan mengenai pelaksanaan program BSPS. Hadir pula narasumber dari bidang terkait yang menangani BSPS serta peserta undangan dari Disperakim Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyelaraskan dan memperkuat pelaksanaan program BSPS di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi DI Yogyakarta. Beberapa topik penting yang dibahas meliputi strategi peningkatan kualitas dan kuantitas rumah swadaya, mekanisme penyaluran bantuan, serta monitoring dan evaluasi program. Para peserta rapat juga diajak berdiskusi mengenai tantangan dan solusi dalam pelaksanaan program BSPS di daerah masing-masing.

Kepala Subdirektorat Wilayah II Direktorat Rumah Swadaya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menyukseskan program BSPS. Beliau juga menyoroti perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam program ini agar dapat menjalankan tugasnya dengan lebih efektif dan efisien.

 

Oleh Falih Asrofi