Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Pelatihan Pemilahan dan Pengelolaan Persampahan Desa Kismoyoso, Boyolali

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah telah menyelenggarakan pelatihan pemilahan dan pengelolaan persampahan pada Selasa (24/9) di Kantor Desa Kismoyoso, Kabupaten Boyolali. Pelatihan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan persampahan yang merupakan salah satu aspek kumuh, sehingga dapat berkontribusi dalam pencegahan tumbuh dan berkembangnya kawasan permukiman kumuh di Provinsi Jawa Tengah.

Hanung Aprianto,S.K.M., Sub Koordinator Pembinaan dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Sampah menyampaikan bahwa terdapat 3 hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan persampahan, yaitu komitmen antara warga dengan Pemerintah Desa, anggaran pengelolaan sampah, dan sumber daya manusia. Untuk meningkatkan kualitas SDM, pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat menjadi langkah awal yang penting untuk melakukan pengolahan sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Dengan menerapkan prinsip 3R, sampah anorganik dari rumah tangga dapat dikonversi menjadi bahan berguna, seperti pot, paving, dan sejenis BBM. Selain itu, sampah anorganik dapat diolah dengan cara pengomposan, budidaya maggot, dan eco-enzyme.

Pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah disampaikan oleh Ir. M. Edi Waluyo, IPM (BINTARI). Dalam materi disampaikan bahwa manusia pada hakikatnya merupakan sumber penghasil sampah, sehingga manusia harus bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya. Pengelolaan sampah yang baik perlu pemilahan sesuai dengan jenis dan kondisi sampahnya, serta pengangkutan yang terjadwal sesuai dengan pemilahan sampahnya. Selanjutnya, sampah akan masuk dan diolah di TPS3R. Penentuan peran dan SOP dalam operasional TPS3R perlu ditegaskan untuk mengoptimalkan kegiatan yang ada di dalamnya, sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

Di akhir acara, Kepala Desa beserta masyarakat Desa Kismoyoso menyampaikan harapannya bahwa kedepannya akan ada lebih banyak warga yang peduli terhadap permasalahan sampah di Desa Kismoyoso dan mendukung pengelolaan sampah yang dilaksanakan di TPS3R, sehingga TPS3R dapat beroperasi secara optimal dan membawa manfaat kepada warga Desa Kismoyoso.

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah telah menyelenggarakan pelatihan pemilahan dan pengelolaan persampahan pada Selasa (24/9) di Kantor Desa Kismoyoso, Kabupaten Boyolali. Pelatihan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan persampahan yang merupakan salah satu aspek kumuh, sehingga dapat berkontribusi dalam pencegahan tumbuh dan berkembangnya kawasan permukiman kumuh di Provinsi Jawa Tengah.

Hanung Aprianto,S.K.M., Sub Koordinator Pembinaan dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Sampah menyampaikan bahwa terdapat 3 hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan persampahan, yaitu komitmen antara warga dengan Pemerintah Desa, anggaran pengelolaan sampah, dan sumber daya manusia. Untuk meningkatkan kualitas SDM, pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat menjadi langkah awal yang penting untuk melakukan pengolahan sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Dengan menerapkan prinsip 3R, sampah anorganik dari rumah tangga dapat dikonversi menjadi bahan berguna, seperti pot, paving, dan sejenis BBM. Selain itu, sampah anorganik dapat diolah dengan cara pengomposan, budidaya maggot, dan eco-enzyme.

Pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah disampaikan oleh Ir. M. Edi Waluyo, IPM (BINTARI). Dalam materi disampaikan bahwa manusia pada hakikatnya merupakan sumber penghasil sampah, sehingga manusia harus bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya. Pengelolaan sampah yang baik perlu pemilahan sesuai dengan jenis dan kondisi sampahnya, serta pengangkutan yang terjadwal sesuai dengan pemilahan sampahnya. Selanjutnya, sampah akan masuk dan diolah di TPS3R. Penentuan peran dan SOP dalam operasional TPS3R perlu ditegaskan untuk mengoptimalkan kegiatan yang ada di dalamnya, sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

Di akhir acara, Kepala Desa beserta masyarakat Desa Kismoyoso menyampaikan harapannya bahwa kedepannya akan ada lebih banyak warga yang peduli terhadap permasalahan sampah di Desa Kismoyoso dan mendukung pengelolaan sampah yang dilaksanakan di TPS3R, sehingga TPS3R dapat beroperasi secara optimal dan membawa manfaat kepada warga Desa Kismoyoso.