Dalam rangka pelaksanaan Program Satu Perangkat Daerah Satu Desa Dampingan, Disperakim Prov.Jateng menyelenggarakan kegiatan Fasilitasi Desa Dampingan di Balai Desa Slukatan, Kec.Mojotengah, Kab.Wonosobo pada Senin (4/11), bersama Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Desa Slukatan, Kec.Mojotengah Kab.Wonosobo merupakan Desa Dampingan Disperakim Prov.Jateng yang ditetapkan sebagai Desa Dampingan Disperakim sejak Februari 2024 lalu.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berinisiasi melaksanakan Program Satu Perangkat Daerah Satu Desa Dampingan menuju desa yang lebih sejahtera merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang sejak tahun 2019 digulirkan sampai dengan saat ini, dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Program ini bertujuan untuk mempercepat Penanggulangan Kemiskinan sasaran yang termasuk dalam Desa dengan tingkat kesejahteraan rendah dan Desa dengan Kemiskinan Ekstrem.
Melalui kolaborasi lintas sektor baik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan pemerintah desa, pelaksanaan Fasilitasi Desa Dampingan di Desa Slukatan diharapkan dapat menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Tahun 2024 ini, Disperakim Prov.Jateng melaksanakan beberapa kegiatan pendampingan antara lain dimulai dengan pendampingan untuk memetakan atau mengidentifikasi potensi dan permasalahan di Desa Slukatan, pendampingan dalam peningkatan Kualitas RTLH, peningkatan Kualitas Jamban keluarga, pendampingan pada Kelompok Usaha Bersama (KUBE), pendampingan pada upaya penanganan dan pencegahan stunting, dan beberapa pendampingan lainnya.
Kepala Disperakim Prov.Jateng, Ir.Arief Djatmiko, MA pada sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menyejahterakan dan memajukan desa. Salah satunya Dana Desa yang dikucurkan kepada 7.810 desa pada 29 Kabupaten di Jateng selalu mengalami kenaikan. Termasuk juga upaya intervensi dari pemerintah pusat melalui sumber pembiayaan APBN dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui APBD Kab.Wonosobo.
“Ndherek Titip, agar kegiatan tersebut dikelola dengan sebaik-baiknya untuk kemakmuran masyarakat, utamanya untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat desa dalam rangka penanggulangan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.” Ungkapnya.
Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa berbagai inovasi harus dilakukan untuk kemajuan serta kemakmuran masyarakat desa. Manfaatkan kemajuan teknologi berbagai program terobosan yang sifatnya lompatan maupun kebaruan yang mampu memberdayakan masyarakat, mengoptimalkan seluruh potensi desa untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.”
Dengan didampingi Kepala Disperkimhub Kab.Wonosobo, Agus Susanto, SH, MM, selanjutnya dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada Desa Dampingan melalui APBD Prov. Jateng Tahun Anggaran 2024 yang terdiri dari 35 Unit Bankeupemdes Peningkatan Kualitas RTLH, 15 unit Bankeupemdes Peningkatan Jamban Keluarga, Bantuan Modal Usaha untuk KUBE Sanjaya Farm, Bantuan Cadangan Pangan berupa Mie Mocaf 1.000 pax.
Setelah kegiatan di Balai Desa Slukatan, Kepala Disperakim Prov.Jateng bersama Kepala Disperkimhub Kab.Wonosobo didampingi Kepala Desa Slukatan, mengunjungi langsung salah satu penerima Bankeupemdes RTLH an. Ibu Mujahyadi yang sudah terealisasi 100% tahun 2024, lokasi penerima bantuan peningkatan kualitas jamban keluarga, dan meninjau lokasi jalan yang terdampak longsor pada tahun 2024.
Penulis : Bambang D S
Editor : Gema
Redaktur : Elyta Very Wijaya
Edit : 06/11
Dalam rangka pelaksanaan Program Satu Perangkat Daerah Satu Desa Dampingan, Disperakim Prov.Jateng menyelenggarakan kegiatan Fasilitasi Desa Dampingan di Balai Desa Slukatan, Kec.Mojotengah, Kab.Wonosobo pada Senin (4/11), bersama Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Desa Slukatan, Kec.Mojotengah Kab.Wonosobo merupakan Desa Dampingan Disperakim Prov.Jateng yang ditetapkan sebagai Desa Dampingan Disperakim sejak Februari 2024 lalu.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berinisiasi melaksanakan Program Satu Perangkat Daerah Satu Desa Dampingan menuju desa yang lebih sejahtera merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang sejak tahun 2019 digulirkan sampai dengan saat ini, dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Program ini bertujuan untuk mempercepat Penanggulangan Kemiskinan sasaran yang termasuk dalam Desa dengan tingkat kesejahteraan rendah dan Desa dengan Kemiskinan Ekstrem.
Melalui kolaborasi lintas sektor baik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan pemerintah desa, pelaksanaan Fasilitasi Desa Dampingan di Desa Slukatan diharapkan dapat menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Tahun 2024 ini, Disperakim Prov.Jateng melaksanakan beberapa kegiatan pendampingan antara lain dimulai dengan pendampingan untuk memetakan atau mengidentifikasi potensi dan permasalahan di Desa Slukatan, pendampingan dalam peningkatan Kualitas RTLH, peningkatan Kualitas Jamban keluarga, pendampingan pada Kelompok Usaha Bersama (KUBE), pendampingan pada upaya penanganan dan pencegahan stunting, dan beberapa pendampingan lainnya.
Kepala Disperakim Prov.Jateng, Ir.Arief Djatmiko, MA pada sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menyejahterakan dan memajukan desa. Salah satunya Dana Desa yang dikucurkan kepada 7.810 desa pada 29 Kabupaten di Jateng selalu mengalami kenaikan. Termasuk juga upaya intervensi dari pemerintah pusat melalui sumber pembiayaan APBN dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui APBD Kab.Wonosobo.
“Ndherek Titip, agar kegiatan tersebut dikelola dengan sebaik-baiknya untuk kemakmuran masyarakat, utamanya untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat desa dalam rangka penanggulangan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.” Ungkapnya.
Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa berbagai inovasi harus dilakukan untuk kemajuan serta kemakmuran masyarakat desa. Manfaatkan kemajuan teknologi berbagai program terobosan yang sifatnya lompatan maupun kebaruan yang mampu memberdayakan masyarakat, mengoptimalkan seluruh potensi desa untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.”
Dengan didampingi Kepala Disperkimhub Kab.Wonosobo, Agus Susanto, SH, MM, selanjutnya dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada Desa Dampingan melalui APBD Prov. Jateng Tahun Anggaran 2024 yang terdiri dari 35 Unit Bankeupemdes Peningkatan Kualitas RTLH, 15 unit Bankeupemdes Peningkatan Jamban Keluarga, Bantuan Modal Usaha untuk KUBE Sanjaya Farm, Bantuan Cadangan Pangan berupa Mie Mocaf 1.000 pax.
Setelah kegiatan di Balai Desa Slukatan, Kepala Disperakim Prov.Jateng bersama Kepala Disperkimhub Kab.Wonosobo didampingi Kepala Desa Slukatan, mengunjungi langsung salah satu penerima Bankeupemdes RTLH an. Ibu Mujahyadi yang sudah terealisasi 100% tahun 2024, lokasi penerima bantuan peningkatan kualitas jamban keluarga, dan meninjau lokasi jalan yang terdampak longsor pada tahun 2024.
Penulis : Bambang D S
Editor : Gema
Redaktur : Elyta Very Wijaya
Edit : 06/11