Jepara – Sebagai tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama (PKS) Fasilitasi Pemanfaatan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dengan PLTU yang ada di Jawa Tengah, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah bersama PT. PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B Jepara dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Jepara mengadakan kunjungan dan monitoring ke UMKM Tani Mapan Concrete yang berada di Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara pada hari Jumat, 7 Februari 2025.
Pada Desa Sumanding terdapat UMKM Taruna Tani Mapan Concrete yang saat ini memiliki usaha pada bidang pertanian dan pembuatan uditch. UMKM tersebut juga merupakan hasil dari binaan oleh PT. PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B Jepara dengan tujuan menjadikan Desa Sumanding sebagai model pengelolaan pertanian terpadu yang mandiri, inovatif, dan ramah lingkungan. Dengan adanya pembinaan tersebut, berhasil meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan FABA sebagai pupuk alternatif dan bahan uditch untuk irigasi, mengurangi water losses. Selain itu, pembinaan juga menfokuskan untuk pengembangan produk hortikultura, kopi, dan UMKM berbasis pertanian lokal sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.
Untuk produk uditch yang dihasilkan dengan memanfaatkan FABA hingga saat ini sudah memproduksi lebih dari 1.500 unit uditch dan dipasarkan ke berbagai daerah dengan harga Rp.75.000 per unit, yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar rata-rata sebesar Rp.90.000 per unit. Harga yang kompetitif ini tidak hanya meningkatkan daya saing produk, tetapi juga memberikan margin keuntungan lebih dari 50%, bahkan setelah dikurangi biaya operasional. Terdapat juga Green House yang membudidayakan selada dengan memanfaatkan FABA sebagai bahan campuran pupuknya dan pupuk tersebut juga diproduksi sendiri.
Dari hasil kunjungan lapangan tersebut, selanjutnya diperlukan pembinaan lanjutan ke Desa Sumanding, salah satunya untuk menghasilkan produk hasil beton lainnya seperti paving maupun batako dengan campuran FABA. Sehingga akan lebih meningkatkan perekonomian Desa Sumanding dengan mempunyai produk – produk unggulan hasil lokal yang mempunyai harga dan kualitas yang bersaing dengan produk lainnya.
Oleh Danu Dinuto
Jepara – Sebagai tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama (PKS) Fasilitasi Pemanfaatan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dengan PLTU yang ada di Jawa Tengah, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah bersama PT. PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B Jepara dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Jepara mengadakan kunjungan dan monitoring ke UMKM Tani Mapan Concrete yang berada di Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara pada hari Jumat, 7 Februari 2025.
Pada Desa Sumanding terdapat UMKM Taruna Tani Mapan Concrete yang saat ini memiliki usaha pada bidang pertanian dan pembuatan uditch. UMKM tersebut juga merupakan hasil dari binaan oleh PT. PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B Jepara dengan tujuan menjadikan Desa Sumanding sebagai model pengelolaan pertanian terpadu yang mandiri, inovatif, dan ramah lingkungan. Dengan adanya pembinaan tersebut, berhasil meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan FABA sebagai pupuk alternatif dan bahan uditch untuk irigasi, mengurangi water losses. Selain itu, pembinaan juga menfokuskan untuk pengembangan produk hortikultura, kopi, dan UMKM berbasis pertanian lokal sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.
Untuk produk uditch yang dihasilkan dengan memanfaatkan FABA hingga saat ini sudah memproduksi lebih dari 1.500 unit uditch dan dipasarkan ke berbagai daerah dengan harga Rp.75.000 per unit, yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar rata-rata sebesar Rp.90.000 per unit. Harga yang kompetitif ini tidak hanya meningkatkan daya saing produk, tetapi juga memberikan margin keuntungan lebih dari 50%, bahkan setelah dikurangi biaya operasional. Terdapat juga Green House yang membudidayakan selada dengan memanfaatkan FABA sebagai bahan campuran pupuknya dan pupuk tersebut juga diproduksi sendiri.
Dari hasil kunjungan lapangan tersebut, selanjutnya diperlukan pembinaan lanjutan ke Desa Sumanding, salah satunya untuk menghasilkan produk hasil beton lainnya seperti paving maupun batako dengan campuran FABA. Sehingga akan lebih meningkatkan perekonomian Desa Sumanding dengan mempunyai produk – produk unggulan hasil lokal yang mempunyai harga dan kualitas yang bersaing dengan produk lainnya.
Oleh Danu Dinuto