Rabu, 23 April 2025, Pelaksanaan Rapat Koordinasi antara DISPERAKIM Jawa Tengah dengan Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP diselenggarakan di Ruang Rapat Lantai 2 DISPERAKIM Jawa Tengah, dihadiri oleh Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP - Brigjen Pol. Dr. Aziz Adriansyah, S.H., S.I.K., M.Hum, BP3KP Jawa III, Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Prov. Jateng, DPD REI Jawa Tengah, DPW APERNAS Jawa Tengah, DPD HIMPERA Jawa Tengah, Asprumnas, Ketua Forum CSR Jawa Tengah, Bidang Keterpaduan PKP termasuk Kepala Disperakim Provinsi Jawa Tengah - Ir. Arief Djatmiko, M.A. serta tamu undangan lainnya.
Acara ini diselenggarakan untuk melakukan koordinasi dalam upaya pencapaian 3 juta rumah untuk mewujudkan visi misi utama Presiden terdapat 2 hal penting, yaitu Menuju Indonesia Emas dan Mengentaskan Kemiskinan melalui Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Unggulan.
Dalam diskusinya Sektor perumahan saat ini seimbang perhatiannya dengan kementerian yang lain dengan program prioritas 3 juta rumah. Dalam Upaya pencapaian 3 juta rumah terdapat kelompok-kelompok yang bisa berkontribusi dari sisi supply, yaitu Pemerintah Pusat dan Daerah, Swadaya Masyarakat, Pengembang Perumahan, dan CSR.
Tidak hanya itu, Butterfly efek dari perumahan berdampak pada banyak lapisan masyarakat, antara lain pembangunan/ pengembangan rumah membutuhkan kerja tukang (padat karya), material bangunan, mebel, dan lain-lain (komponen kompleks), sehingga perumahan dapat menjadi tools untuk mengentaskan kemiskinan.
Ir. Arief Djatmiko, M.A. dalam diskusi ini juga menyampaikan Pemprov Jateng telah melaksanakan Program SRP2 melalui menerbitan Sertifikat Pengembang Perumahan (SP2) , selain itu terdapat beberapa inovasi green building di Jawa Tengah untuk perumahan MBR yaitu pemanfaatan FABA dan pemberian Biopori untuk pengelolaan sampah
Dengan diselenggarakan rapat koordinasi ini diharapkan dapat memicu pengembangan inovasi di Jawa Tengah dalam rangka pemenuhan rumah, utamanya program prioritas 3 juta rumah.
Oleh Fani
Rabu, 23 April 2025, Pelaksanaan Rapat Koordinasi antara DISPERAKIM Jawa Tengah dengan Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP diselenggarakan di Ruang Rapat Lantai 2 DISPERAKIM Jawa Tengah, dihadiri oleh Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP - Brigjen Pol. Dr. Aziz Adriansyah, S.H., S.I.K., M.Hum, BP3KP Jawa III, Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Prov. Jateng, DPD REI Jawa Tengah, DPW APERNAS Jawa Tengah, DPD HIMPERA Jawa Tengah, Asprumnas, Ketua Forum CSR Jawa Tengah, Bidang Keterpaduan PKP termasuk Kepala Disperakim Provinsi Jawa Tengah - Ir. Arief Djatmiko, M.A. serta tamu undangan lainnya.
Acara ini diselenggarakan untuk melakukan koordinasi dalam upaya pencapaian 3 juta rumah untuk mewujudkan visi misi utama Presiden terdapat 2 hal penting, yaitu Menuju Indonesia Emas dan Mengentaskan Kemiskinan melalui Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Unggulan.
Dalam diskusinya Sektor perumahan saat ini seimbang perhatiannya dengan kementerian yang lain dengan program prioritas 3 juta rumah. Dalam Upaya pencapaian 3 juta rumah terdapat kelompok-kelompok yang bisa berkontribusi dari sisi supply, yaitu Pemerintah Pusat dan Daerah, Swadaya Masyarakat, Pengembang Perumahan, dan CSR.
Tidak hanya itu, Butterfly efek dari perumahan berdampak pada banyak lapisan masyarakat, antara lain pembangunan/ pengembangan rumah membutuhkan kerja tukang (padat karya), material bangunan, mebel, dan lain-lain (komponen kompleks), sehingga perumahan dapat menjadi tools untuk mengentaskan kemiskinan.
Ir. Arief Djatmiko, M.A. dalam diskusi ini juga menyampaikan Pemprov Jateng telah melaksanakan Program SRP2 melalui menerbitan Sertifikat Pengembang Perumahan (SP2) , selain itu terdapat beberapa inovasi green building di Jawa Tengah untuk perumahan MBR yaitu pemanfaatan FABA dan pemberian Biopori untuk pengelolaan sampah
Dengan diselenggarakan rapat koordinasi ini diharapkan dapat memicu pengembangan inovasi di Jawa Tengah dalam rangka pemenuhan rumah, utamanya program prioritas 3 juta rumah.
Oleh Fani