Masih dalam rangkaian kunjungan tim pengajar dan mahasiswa/i Universitas Sebelas Maret Surakarta yang berkolaborasi dengan Kyushu University, Jepang, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah melaksanakan peninjauan langsung ke lokasi relokasi sekaligus pendampingan pelatihan perakitan (demo) panel RUSPIN di lahan komunitas relokasi Desa Aribaya, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara (10/7/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Kapokja Perumahan Umum, Kikis Dinar Yuliesti, S.T., Direktur Aplikator RUSPIN, Bapak Hadi, serta Dr. Eng. Kusumaningdyah Nurul Handayani, S.T., M.T. Selain itu, turut hadir Kepala Desa Aribaya, Bapak Karyawan Teguh H.
Agenda kunjungan mencakup observasi langsung proses perakitan panel RUSPIN secara menyeluruh, mulai dari pemasangan sloof hingga berdirinya rangka bangunan. Pelatihan ini bertujuan sebagai media transfer pengetahuan dari aplikator RUSPIN kepada tukang atau warga penerima bantuan, agar mereka mampu merakit dan membangun RUSPIN secara mandiri.
Diharapkan, melalui pelatihan ini, warga dapat bergotong royong dalam membangun rumah dengan sistem RUSPIN, sehingga dapat menghemat biaya pembangunan, khususnya upah tukang.
Masih dalam rangkaian kunjungan tim pengajar dan mahasiswa/i Universitas Sebelas Maret Surakarta yang berkolaborasi dengan Kyushu University, Jepang, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah melaksanakan peninjauan langsung ke lokasi relokasi sekaligus pendampingan pelatihan perakitan (demo) panel RUSPIN di lahan komunitas relokasi Desa Aribaya, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara (10/7/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Kapokja Perumahan Umum, Kikis Dinar Yuliesti, S.T., Direktur Aplikator RUSPIN, Bapak Hadi, serta Dr. Eng. Kusumaningdyah Nurul Handayani, S.T., M.T. Selain itu, turut hadir Kepala Desa Aribaya, Bapak Karyawan Teguh H.
Agenda kunjungan mencakup observasi langsung proses perakitan panel RUSPIN secara menyeluruh, mulai dari pemasangan sloof hingga berdirinya rangka bangunan. Pelatihan ini bertujuan sebagai media transfer pengetahuan dari aplikator RUSPIN kepada tukang atau warga penerima bantuan, agar mereka mampu merakit dan membangun RUSPIN secara mandiri.
Diharapkan, melalui pelatihan ini, warga dapat bergotong royong dalam membangun rumah dengan sistem RUSPIN, sehingga dapat menghemat biaya pembangunan, khususnya upah tukang.