Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Kick-Off Meeting Inovasi dan Implementasi Pembiayaan Perumahan

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menyelenggarakan Kick-Off Meeting Inovasi dan Implementasi Pembiayaan Perumahan pada Jumat, 6 Februari 2026. Rapat ini mengundang 3  Pemerintah Daerah terpilih, salah satunya Provinsi Jawa Tengah melalui Disperakim, yang dipandang telah matang dalam penyelenggaraan program-program penanganan backlog dan pembiayaan rumah. 

Dalam arahannya, Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP, Brigjen Pol. Dr. Aziz Andriansyah, S.H, S.I.K., M.Hum menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan untuk mendalami potensi sistem pembiayaan perumahan daerah yang dapat dikolaborasikan dengan Pusat sehingga dapat memunculkan skema pembiayaan perumahan yang siap direplikasi oleh Pemerintah Daerah lain secara masif dan tepat sasaran. 

Dengan alternatif sistem pembiayaan perumahan daerah ini diharapkan Pemerintah dapat memiliki alternatif dalam penanganan backlog rumah di daerahnya sehingga dapat menjangkau masyarakat dengan jumlah yang lebih besar.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menyelenggarakan Kick-Off Meeting Inovasi dan Implementasi Pembiayaan Perumahan pada Jumat, 6 Februari 2026. Rapat ini mengundang 3  Pemerintah Daerah terpilih, salah satunya Provinsi Jawa Tengah melalui Disperakim, yang dipandang telah matang dalam penyelenggaraan program-program penanganan backlog dan pembiayaan rumah. 

Dalam arahannya, Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP, Brigjen Pol. Dr. Aziz Andriansyah, S.H, S.I.K., M.Hum menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan untuk mendalami potensi sistem pembiayaan perumahan daerah yang dapat dikolaborasikan dengan Pusat sehingga dapat memunculkan skema pembiayaan perumahan yang siap direplikasi oleh Pemerintah Daerah lain secara masif dan tepat sasaran. 

Dengan alternatif sistem pembiayaan perumahan daerah ini diharapkan Pemerintah dapat memiliki alternatif dalam penanganan backlog rumah di daerahnya sehingga dapat menjangkau masyarakat dengan jumlah yang lebih besar.