Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Peningkatan Akses Reforma Agraria di Desa Tlawong Kabupaten Boyolali "Pelatihan Tata Kelola dan Pengembangan Desa Wisata"

Senin (20/9), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman  Provinsi  Jawa Tengah melaksanakan percepatan capaian Program Proyek Strategis Nasional Reforma Agraria dengan menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Akses Reforma Agraria dalam bentuk “Pelatihan Tata Kelola dan Pengembangan Wisata” di Desa Tlawong Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali

Acara diawali dengan sambutan Kepala Desa Tlawong Joko Try yang mana sangat menyambut baik dengan diadakannya pelatihan ini, Status Desa Tlawong sebagai rintisan Desa Wisata dengan objek potensi berupa Kali Gandul dan taman pinggir sungai yang akan dijadikan obyek wisata berharap dengan dilaksanakannya  pelatihan ini dapat memberikan modal  bagi tata kelola desa wisata baik secara administrasi maupun pengelolaan di lapangan. Pemerintah desa berharap bahwa Bumdes sebagai pelaksana mendapatkan pengetahuan yang baik dan dapat mengembangan Desa Tlawong sebagai salah satu destinasi wisata. 

Pengarahan dan Pembukaan  mewakili Kepala Disperakim Provinsi Jawa Tengah oleh Kepala Bidang Pertanahan, Endro Hudiyono pada kesempatan ini disampaikan bahwa kegiatan akses reforma agraria berupa Pelatihan Tata Kelola dan Pengembangan Desa Wisata diselenggarakan dengan memenuhi protokol kesehatan dengan jumlah peserta kurang dari 30 orang, memakai masker, menjaga jarak dan durasi penyelenggaraan kurang dari 2 jam. Penyelenggaraan kegiatan akses reform dilaksanakan oleh Gubernur  sebagai tindak lanjut dari Penyelenggaraan aset reform oleh Pemerintah Pusat yang dimana Desa Tlawong pada Tahun 2019 telah menerima 203 sertifikat melalui  Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Pada kesempatan ini menghadirkan dua narasumber yaitu dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Tengah, Agus Suranta dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Bambang  Priyambodo yang lebih dikenal dengan Mas Yok.

Pelatihan Tata Kelola Pariwisata disampaikan Agus Suranta, bagaimana pentingnya pemenuhan administrasi baik secara syarat berdirinya Bumdes,UMKM maupun manajemen keuangan. Karena dengan administrasi yang baik mempermudah untuk menjangkau bantuan baik permodalan maupun pelatihan untuk desa. 
Pengembangan Desa Wisata disampaikan Mas Yok terkait bagaimana menjadi Desa Wisata. Salah satunya dengan keutamaan membuat trade mark atau ciri khas tersediri dari Desa Tlawong agar beda dengan Desa Wisata lainnya. Dalam kesempatan ini pun terjadi diskusi aktif antara narasumber dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis) tentang bagaimana mengembangan potensi yang sudah ada di Desa Tlawong. 

Senin (20/9), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman  Provinsi  Jawa Tengah melaksanakan percepatan capaian Program Proyek Strategis Nasional Reforma Agraria dengan menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Akses Reforma Agraria dalam bentuk “Pelatihan Tata Kelola dan Pengembangan Wisata” di Desa Tlawong Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali

Acara diawali dengan sambutan Kepala Desa Tlawong Joko Try yang mana sangat menyambut baik dengan diadakannya pelatihan ini, Status Desa Tlawong sebagai rintisan Desa Wisata dengan objek potensi berupa Kali Gandul dan taman pinggir sungai yang akan dijadikan obyek wisata berharap dengan dilaksanakannya  pelatihan ini dapat memberikan modal  bagi tata kelola desa wisata baik secara administrasi maupun pengelolaan di lapangan. Pemerintah desa berharap bahwa Bumdes sebagai pelaksana mendapatkan pengetahuan yang baik dan dapat mengembangan Desa Tlawong sebagai salah satu destinasi wisata. 

Pengarahan dan Pembukaan  mewakili Kepala Disperakim Provinsi Jawa Tengah oleh Kepala Bidang Pertanahan, Endro Hudiyono pada kesempatan ini disampaikan bahwa kegiatan akses reforma agraria berupa Pelatihan Tata Kelola dan Pengembangan Desa Wisata diselenggarakan dengan memenuhi protokol kesehatan dengan jumlah peserta kurang dari 30 orang, memakai masker, menjaga jarak dan durasi penyelenggaraan kurang dari 2 jam. Penyelenggaraan kegiatan akses reform dilaksanakan oleh Gubernur  sebagai tindak lanjut dari Penyelenggaraan aset reform oleh Pemerintah Pusat yang dimana Desa Tlawong pada Tahun 2019 telah menerima 203 sertifikat melalui  Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Pada kesempatan ini menghadirkan dua narasumber yaitu dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Tengah, Agus Suranta dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Bambang  Priyambodo yang lebih dikenal dengan Mas Yok.

Pelatihan Tata Kelola Pariwisata disampaikan Agus Suranta, bagaimana pentingnya pemenuhan administrasi baik secara syarat berdirinya Bumdes,UMKM maupun manajemen keuangan. Karena dengan administrasi yang baik mempermudah untuk menjangkau bantuan baik permodalan maupun pelatihan untuk desa. 
Pengembangan Desa Wisata disampaikan Mas Yok terkait bagaimana menjadi Desa Wisata. Salah satunya dengan keutamaan membuat trade mark atau ciri khas tersediri dari Desa Tlawong agar beda dengan Desa Wisata lainnya. Dalam kesempatan ini pun terjadi diskusi aktif antara narasumber dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis) tentang bagaimana mengembangan potensi yang sudah ada di Desa Tlawong.