Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Workshop Sharing Pengalaman Monitoring dan Evaluasi Partisipatif 5 Pilar Stbm Provinsi Jawa Tengah Pokja PKP – IUWASH USAID Plus Regional Jawa Tengah

Rabu (13/10), telah dilaksanakan Workshop Sharing Pengalaman Monitoring dan Evaluasi Partisipatif 5 Pilar STBM Provinsi Jawa Tengah oleh USAID IUWASH Plus Regional Jawa Tengah secara daring dan luring terbatas. Acara tersbeut dihadiri oleh Drg. Vensya Sitohang, Mepid. (Direktorat Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan), Ir, Agung Tejo Prabowo, M.M. (Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Provinsi Jawa Tengah), Dr. Wahyu Setianingsih, dan M. Kes (Kepala Bidang Kesehatan Masyrakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah), beserta para peserta yang terdiri dari Ketua Pokja PKP Kab/Kota se Provinsi Jawa Tengah, Tenaga Ahli STBM Provinsi Jawa Tengah, Fasilitator STBM Kabupaten/Kota, serta USAID IUWASH Plus Nasional dan Regional Jawa Tengah. Acara tersebut diisi oleh beberapa narasumber yaitu Nugrahaeni Dwi Hastuti, S.Si (Kasubbid Pengelolaan Lingkungan Hidup Bappeda Kota Surakarta), Untung Argono Widodo (Ketua Forum Kembang Tidar), Tutik Tri Rayahu, M.Kes (Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo), Gunawan Adi Pratio (Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Surakarta), dan Mamik Pujiastuti, SKM (Sanitarian Puskesmas Sidorejo Lor Kota Salatiga).

Workshop Sharing Pengalaman Monitoring dan Evaluasi Partisipatif secara resmi dibuka oleh Ir. Arief Djatmiko, MA. selaku Ketua Pokja PKP Provinsi Jawa Tengah. Dalam pembukaannya, beliau menyampaikan bahwa USAID Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan Untuk Semua (IUWASH Plus) merupakan program yang strategis dalam mendukung peningkatan akses air minum dan layanan sanitasi serta perbaikan perilaku hygiene bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan di perkotaan melalui kolaborasi lintas stakeholders yaitu antara instansi pemerintah, pihak swasta, LSM, kelompok masyarakat atau bahkan mitra lainnya. Peningkatan akses air minum dan layanan sanitasi tersebut juga merupakan bagian penting dari kriteria rumah layak huni. Hingga saat ini, akses sanitasi di Provinsi Jawa Tengah mencapai 95% dan sebanyak 21 dari 35 Kabupaten/Kota telah mencapai akses sanitasi 100%. Dalam hal ini, Pokja PKP baik Provinsi maupun Kabupaten/ Kota ikut memegang tanggung jawab bersama dalam pembangunan air minum, sanitasi, dan perilaku hygiene dengan melibatkan seluruh stakeholders. Salah satu wujud dukungan USAID IUWASH Plus terhadap program Pemerintah Provinsi adalah pendampingan kepada 7 Kabupaten/Kota yaitu Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten  Sragen, dan Kabupaten Wonosobo.

Workshop Sharing Pengalaman Monitoring dan Evaluasi Partisipatif ini dilaksanakan dalam rangka berbagi pengalaman dan pembelajaran dari stakeholders pelaku Monev Partisipatif di 7 Kabupaten/ Kota kepada 28 Kabupaten/ Kota lain di Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, disampaikan pula informasi perkembangan progress perkembangan STBM di Provinsi Jawa Tengah beserta tindaklanjutnya.

Rabu (13/10), telah dilaksanakan Workshop Sharing Pengalaman Monitoring dan Evaluasi Partisipatif 5 Pilar STBM Provinsi Jawa Tengah oleh USAID IUWASH Plus Regional Jawa Tengah secara daring dan luring terbatas. Acara tersbeut dihadiri oleh Drg. Vensya Sitohang, Mepid. (Direktorat Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan), Ir, Agung Tejo Prabowo, M.M. (Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Provinsi Jawa Tengah), Dr. Wahyu Setianingsih, dan M. Kes (Kepala Bidang Kesehatan Masyrakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah), beserta para peserta yang terdiri dari Ketua Pokja PKP Kab/Kota se Provinsi Jawa Tengah, Tenaga Ahli STBM Provinsi Jawa Tengah, Fasilitator STBM Kabupaten/Kota, serta USAID IUWASH Plus Nasional dan Regional Jawa Tengah. Acara tersebut diisi oleh beberapa narasumber yaitu Nugrahaeni Dwi Hastuti, S.Si (Kasubbid Pengelolaan Lingkungan Hidup Bappeda Kota Surakarta), Untung Argono Widodo (Ketua Forum Kembang Tidar), Tutik Tri Rayahu, M.Kes (Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo), Gunawan Adi Pratio (Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Surakarta), dan Mamik Pujiastuti, SKM (Sanitarian Puskesmas Sidorejo Lor Kota Salatiga).

Workshop Sharing Pengalaman Monitoring dan Evaluasi Partisipatif secara resmi dibuka oleh Ir. Arief Djatmiko, MA. selaku Ketua Pokja PKP Provinsi Jawa Tengah. Dalam pembukaannya, beliau menyampaikan bahwa USAID Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan Untuk Semua (IUWASH Plus) merupakan program yang strategis dalam mendukung peningkatan akses air minum dan layanan sanitasi serta perbaikan perilaku hygiene bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan di perkotaan melalui kolaborasi lintas stakeholders yaitu antara instansi pemerintah, pihak swasta, LSM, kelompok masyarakat atau bahkan mitra lainnya. Peningkatan akses air minum dan layanan sanitasi tersebut juga merupakan bagian penting dari kriteria rumah layak huni. Hingga saat ini, akses sanitasi di Provinsi Jawa Tengah mencapai 95% dan sebanyak 21 dari 35 Kabupaten/Kota telah mencapai akses sanitasi 100%. Dalam hal ini, Pokja PKP baik Provinsi maupun Kabupaten/ Kota ikut memegang tanggung jawab bersama dalam pembangunan air minum, sanitasi, dan perilaku hygiene dengan melibatkan seluruh stakeholders. Salah satu wujud dukungan USAID IUWASH Plus terhadap program Pemerintah Provinsi adalah pendampingan kepada 7 Kabupaten/Kota yaitu Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten  Sragen, dan Kabupaten Wonosobo.

Workshop Sharing Pengalaman Monitoring dan Evaluasi Partisipatif ini dilaksanakan dalam rangka berbagi pengalaman dan pembelajaran dari stakeholders pelaku Monev Partisipatif di 7 Kabupaten/ Kota kepada 28 Kabupaten/ Kota lain di Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, disampaikan pula informasi perkembangan progress perkembangan STBM di Provinsi Jawa Tengah beserta tindaklanjutnya.