Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Fasilitasi Pelatihan Perakitan Panel RUSPIN kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Ketoyan Kabupaten Boyolali

Bantuan Sosial Pembangunan Rumah Bagi Korban Bencana tahun 2022 adalah menggunakan material panel RUSPIN sebagai pengganti struktur rumah. Panel RUSPIN memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan struktur konvensional. Beberapa kelebihannya antara lain adalah mutu beton bertulang yang terjamin, waktu pemasangan yang cepat, mudah dilaksanakan, dan hemat biaya pemasangan. Mutu beton bertulang terjamin di sini adalah karena pembuatannya dilakukan secara fabrikasi dengan diawasi oleh pengawas mutu dari Bina Teknik yang dibuktikan dengan Sertifikat Perjanjian Kerja Sama Aplikator dengan Bina Teknik. Waktu pemasangan cepat adalah karena perakitannya menggunakan sistem mur baut yang dapat dipasang untuk 1 unit rumah seluas 60 meter persegi dalam waktu 1-2 hari menggunakan 4 tenaga kerja. Mudah dilaksanakan dibuktikan bahwa perakitan hanya sistem mur baut di mana tidak diperlukan tenaga dengan keahlian khusus. Hemat biaya pemasangan adalah karena hanya butuh 2 hari untuk pemasangan sehingga hemat biaya dan tenaga.

Pelatihan ini dilakukan di satu lokasi penerima bantuan yang sudah siap umur pedestalnya. Pedestal ini adalah berupa adukan semen dan pasir yang difungsikan sebagai media agar panel RUSPIN dapat sesuai kerataan elevasinya. Pedestal dibuat dengan dana swadaya penerima bantuan sebagai simbol keseriusan dalam pelaksanaan pembangunan rumah bantuan.

Kegiatan ini diikuti oleh semua penerima bantuan, calon usulan tenaga padat karya, Perangkat Desa Ketoyan, Perangkat Kecamatan Wonosegoro, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Boyolali, BPBD Kabupaten Boyolali, BPBD Provinsi Jawa Tengah, Biro ISDA Provinsi Jawa Tengah. Para peserta pelatihan sangat antusias mengetahui cara perakitan panel dan sangat aktif ikut bertanya kepada Narasumber.

Untuk 3 (tiga) penerima bantuan lain, perakitan panel RUSPIN akan dilaksanakan penerima bersama dengan tenaga padat karya. Tenaga padat karya mendapatkan dana stimulan sebesar Rp600.000,- untuk 1 orang yang bekerja selama 6 (enam) hari.

Bantuan Sosial Pembangunan Rumah Bagi Korban Bencana tahun 2022 adalah menggunakan material panel RUSPIN sebagai pengganti struktur rumah. Panel RUSPIN memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan struktur konvensional. Beberapa kelebihannya antara lain adalah mutu beton bertulang yang terjamin, waktu pemasangan yang cepat, mudah dilaksanakan, dan hemat biaya pemasangan. Mutu beton bertulang terjamin di sini adalah karena pembuatannya dilakukan secara fabrikasi dengan diawasi oleh pengawas mutu dari Bina Teknik yang dibuktikan dengan Sertifikat Perjanjian Kerja Sama Aplikator dengan Bina Teknik. Waktu pemasangan cepat adalah karena perakitannya menggunakan sistem mur baut yang dapat dipasang untuk 1 unit rumah seluas 60 meter persegi dalam waktu 1-2 hari menggunakan 4 tenaga kerja. Mudah dilaksanakan dibuktikan bahwa perakitan hanya sistem mur baut di mana tidak diperlukan tenaga dengan keahlian khusus. Hemat biaya pemasangan adalah karena hanya butuh 2 hari untuk pemasangan sehingga hemat biaya dan tenaga.

Pelatihan ini dilakukan di satu lokasi penerima bantuan yang sudah siap umur pedestalnya. Pedestal ini adalah berupa adukan semen dan pasir yang difungsikan sebagai media agar panel RUSPIN dapat sesuai kerataan elevasinya. Pedestal dibuat dengan dana swadaya penerima bantuan sebagai simbol keseriusan dalam pelaksanaan pembangunan rumah bantuan.

Kegiatan ini diikuti oleh semua penerima bantuan, calon usulan tenaga padat karya, Perangkat Desa Ketoyan, Perangkat Kecamatan Wonosegoro, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Boyolali, BPBD Kabupaten Boyolali, BPBD Provinsi Jawa Tengah, Biro ISDA Provinsi Jawa Tengah. Para peserta pelatihan sangat antusias mengetahui cara perakitan panel dan sangat aktif ikut bertanya kepada Narasumber.

Untuk 3 (tiga) penerima bantuan lain, perakitan panel RUSPIN akan dilaksanakan penerima bersama dengan tenaga padat karya. Tenaga padat karya mendapatkan dana stimulan sebesar Rp600.000,- untuk 1 orang yang bekerja selama 6 (enam) hari.