Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Bankeupemdes RTLH Tahun 2021 di Kabupaten Klaten

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan bantuan kepada Pemerintah Desa (Bankeupemdes) untuk Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Klaten. Disperakim Provinsi Jateng didampingi oleh Disperkim Klaten serta Pemerintah Desa Kragilan, Kec. Gantiwarno, Kab. Klaten, melakukan monitoring dan evaluasi di rumah penerima Bankeupemdes RTLH Ibu Sayem pada hari Selasa, (26/7/2022).

Ada cerita menarik dari Ibu Sayem terkait proses pembangunan rumahnya. Berawal dari bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada Pemerintah Desa senilai 12 Juta Rupiah dengan rincian 10 Juta Rupiah berupa Material Bahan Bangunan dan 2 Juta rupiah untuk 3 tenaga padat karya @Rp600.000,- dan Rp200.000,- untuk snack makan minum. Bantuan ini rupanya menjadi stimulan bagi anak – anak beliau untuk turut membantu meningkatkan kualitas hunian orang tuanya di kampung. Anak Ibu Sayem tengah merantau di Sulawesi kala proses pembangunan berlangsung, namun jarak tidak menjadi halangan baginya untuk dapat membantu orang tuanya dalam meningkatkan kualitas huniannya.

Dengan sumber daya pribadi yang dimiliki, bantuan berupa tenaga tukang serta kebutuhan material untuk pembangunan rumah disediakan dari jauh dengan bantuan rekannya yang berada satu daerah dengan Ibu Sayem. Di tanah rantau, anak Ibu Sayem merupakan pedagang bakso. Namun, dengan konsistensi serta merasa termotivasi dengan program bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada orang tuanya, beliau akhirnya turut membantu orang tuanya sedikit demi sedikit. Dengan konsistensi, serta sinergi antara anak Ibu Sayem dengan rekannya tersebut, sehingga hasil pembangunan rumah orang tuanya menjadi sangat memuaskan. Dari hunian yang awalnya hanya berdindingkan triplek, hingga bertransformasi menjadi hunian yang nampak cukup mewah layaknya rumah dalam klaster perumahan.

Dari cerita Ibu Sayem tersebut dapat disimpulkan bahwa, bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat menjadi suatu stimulan bagi penerima bantuan, baik dengan swadaya lewat keluarga, maupun kerabat, sehingga kualitas hunian penerima bantuan dapat meningkat secara signifikan secara optimal. Semoga dengan program ini dapat memunculkan cerita “Ibu Sayem” – “Ibu Sayem” yang lain di Jawa Tengah. Karena hidup yang sehat dan berkualitas, dimulai dari hunian yang sehat dan berkualitas.

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan bantuan kepada Pemerintah Desa (Bankeupemdes) untuk Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Klaten. Disperakim Provinsi Jateng didampingi oleh Disperkim Klaten serta Pemerintah Desa Kragilan, Kec. Gantiwarno, Kab. Klaten, melakukan monitoring dan evaluasi di rumah penerima Bankeupemdes RTLH Ibu Sayem pada hari Selasa, (26/7/2022).

Ada cerita menarik dari Ibu Sayem terkait proses pembangunan rumahnya. Berawal dari bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada Pemerintah Desa senilai 12 Juta Rupiah dengan rincian 10 Juta Rupiah berupa Material Bahan Bangunan dan 2 Juta rupiah untuk 3 tenaga padat karya @Rp600.000,- dan Rp200.000,- untuk snack makan minum. Bantuan ini rupanya menjadi stimulan bagi anak – anak beliau untuk turut membantu meningkatkan kualitas hunian orang tuanya di kampung. Anak Ibu Sayem tengah merantau di Sulawesi kala proses pembangunan berlangsung, namun jarak tidak menjadi halangan baginya untuk dapat membantu orang tuanya dalam meningkatkan kualitas huniannya.

Dengan sumber daya pribadi yang dimiliki, bantuan berupa tenaga tukang serta kebutuhan material untuk pembangunan rumah disediakan dari jauh dengan bantuan rekannya yang berada satu daerah dengan Ibu Sayem. Di tanah rantau, anak Ibu Sayem merupakan pedagang bakso. Namun, dengan konsistensi serta merasa termotivasi dengan program bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada orang tuanya, beliau akhirnya turut membantu orang tuanya sedikit demi sedikit. Dengan konsistensi, serta sinergi antara anak Ibu Sayem dengan rekannya tersebut, sehingga hasil pembangunan rumah orang tuanya menjadi sangat memuaskan. Dari hunian yang awalnya hanya berdindingkan triplek, hingga bertransformasi menjadi hunian yang nampak cukup mewah layaknya rumah dalam klaster perumahan.

Dari cerita Ibu Sayem tersebut dapat disimpulkan bahwa, bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat menjadi suatu stimulan bagi penerima bantuan, baik dengan swadaya lewat keluarga, maupun kerabat, sehingga kualitas hunian penerima bantuan dapat meningkat secara signifikan secara optimal. Semoga dengan program ini dapat memunculkan cerita “Ibu Sayem” – “Ibu Sayem” yang lain di Jawa Tengah. Karena hidup yang sehat dan berkualitas, dimulai dari hunian yang sehat dan berkualitas.