Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Study Tiru Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat di Jawa Tengah

Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat melaksanakan study tiru di Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan dilaksanakan selama 4 hari, mulai tanggal 7 hingga 10 November 2023. Acara diawali dengan diskusi secara langsung di Disperakim Prov. Jateng dengan dihadiri oleh stakeholder perumahan di Jawa Tengah.

Beberapa hal yang akan dipelajari antara lain, penanganan kumuh dan backlog berbasis komunitas di Kab. Kendal dan penataan kawasan kumuh melalui konsolidasi tanah dan DAK integrasi di Kab. Semarang

Tingginya angka backlog dan kawasan kumuh di Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Kendal memicu Pemerintah Daerah untuk menanganinya. Salah satunya ada di Kecamatan Weleri, permasalahan utama dilokasi ini adalah tingginya angka backlog sehingga warga tinggal dengan bersesakan, masyarakat tinggal di sempadan sungai yang mengalami banjir setiap tahunnya, masyarakat yang memiliki kloset tetapi tidak memilili septictank dan kondisi drainase bermasalah dan terjadi penumpukan sampah sehingga menyebabkan kawasan menjadi kumuh. Untuk menanganinya Pemerintah Kab. Kendal merelokasi sebagian warganya ke lokasi yang lebih aman dari bahaya banjir dan untuk mengurangi kumuh dilokasi lama. Relokasi rumah ini dilakukan melalui program DAK integrasi dan pengadaan lahannya mandiri oleh masyarakat. Harga kavling yang dibeli masyarakat senilai Rp. 55.000.000 dengan ukuran 6m x 10m. Dicicil selama 10 tahun dengan cicilan Rp. 830.000 per bulan. Dengan adanya program ini dapat mengurangi angka backlog rumah sekaligus mengurangi kawasan kumuh.

Selain di Kabupaten Kendal, terdapat pula kawasan kumuh di Desa Penawangan Kec. Pringapus, Kab. Semarang. Desa ini terletak dibagian ujung Kab. Semarang dengan berbatasan langsung dengan Kab. Grobogan dan Kab. Demak di sebelah timur. Secara topografi, desa ini terletak di area pegunungan terjal sehingga jarak rumah dibangun secara berhimpitan dan menyebabkan kawasan menjadi kumuh. Untuk menanganinya, dilakukan integrasi berbagai program yang ada di pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Penataan ulang lokasi dilakukan dengan konsolidasi tanah oleh Kementrian ATR BPN sehingga terdapat akses jalan yang memadai dan rumah tidak dibangun berhimpitan. Pengadaan PSU seperti jalan, drainase, pengelolaan limbah dan penyediaan air minum didukung melalui program Kotaku Kementrian PUPR dan pembangunan rumah kembali didukung melalui DAK integrasi

Penerima bantuan integrasi program ini mencakup 3 RT dengan penerima bantuan sejumlah 350 orang. Salah satu yang menjadikan keunikan didesa ini adalah rumah yang dibangun ulang memiliki tema yang sama yaitu rumah dengan konsep "Jawi". Konsep ini dituangkan melalui  bata ekspos yang digunakan disetiap rumah dan paving jalan yang memiliki aksen batik jawa.

Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat melaksanakan study tiru di Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan dilaksanakan selama 4 hari, mulai tanggal 7 hingga 10 November 2023. Acara diawali dengan diskusi secara langsung di Disperakim Prov. Jateng dengan dihadiri oleh stakeholder perumahan di Jawa Tengah.

Beberapa hal yang akan dipelajari antara lain, penanganan kumuh dan backlog berbasis komunitas di Kab. Kendal dan penataan kawasan kumuh melalui konsolidasi tanah dan DAK integrasi di Kab. Semarang

Tingginya angka backlog dan kawasan kumuh di Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Kendal memicu Pemerintah Daerah untuk menanganinya. Salah satunya ada di Kecamatan Weleri, permasalahan utama dilokasi ini adalah tingginya angka backlog sehingga warga tinggal dengan bersesakan, masyarakat tinggal di sempadan sungai yang mengalami banjir setiap tahunnya, masyarakat yang memiliki kloset tetapi tidak memilili septictank dan kondisi drainase bermasalah dan terjadi penumpukan sampah sehingga menyebabkan kawasan menjadi kumuh. Untuk menanganinya Pemerintah Kab. Kendal merelokasi sebagian warganya ke lokasi yang lebih aman dari bahaya banjir dan untuk mengurangi kumuh dilokasi lama. Relokasi rumah ini dilakukan melalui program DAK integrasi dan pengadaan lahannya mandiri oleh masyarakat. Harga kavling yang dibeli masyarakat senilai Rp. 55.000.000 dengan ukuran 6m x 10m. Dicicil selama 10 tahun dengan cicilan Rp. 830.000 per bulan. Dengan adanya program ini dapat mengurangi angka backlog rumah sekaligus mengurangi kawasan kumuh.

Selain di Kabupaten Kendal, terdapat pula kawasan kumuh di Desa Penawangan Kec. Pringapus, Kab. Semarang. Desa ini terletak dibagian ujung Kab. Semarang dengan berbatasan langsung dengan Kab. Grobogan dan Kab. Demak di sebelah timur. Secara topografi, desa ini terletak di area pegunungan terjal sehingga jarak rumah dibangun secara berhimpitan dan menyebabkan kawasan menjadi kumuh. Untuk menanganinya, dilakukan integrasi berbagai program yang ada di pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Penataan ulang lokasi dilakukan dengan konsolidasi tanah oleh Kementrian ATR BPN sehingga terdapat akses jalan yang memadai dan rumah tidak dibangun berhimpitan. Pengadaan PSU seperti jalan, drainase, pengelolaan limbah dan penyediaan air minum didukung melalui program Kotaku Kementrian PUPR dan pembangunan rumah kembali didukung melalui DAK integrasi

Penerima bantuan integrasi program ini mencakup 3 RT dengan penerima bantuan sejumlah 350 orang. Salah satu yang menjadikan keunikan didesa ini adalah rumah yang dibangun ulang memiliki tema yang sama yaitu rumah dengan konsep "Jawi". Konsep ini dituangkan melalui  bata ekspos yang digunakan disetiap rumah dan paving jalan yang memiliki aksen batik jawa.