Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

Pelatihan Teknik Pembangunan dan Pengelolaan Air Limbah Domestik

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan pelatihan mengenai teknik pembangunan dan pengelolaan air limbah domestik pada Rabu (6/3) di Balai Desa Widodaren. Acara dibuka Nasikin selaku Kepala Desa Widodaren dan Iwan Setiarto selaku Subkoordinator Perencanaan Teknis Kawasan Permukiman. Pelatihan dimoderatori oleh Danny Setiawan dengan narasumber Fidiyatun S.KM., M.Kes. yang membahas mengenai Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Riyantoro, ST. (DPUPR Kabupaten Pemalang) yang membahas mengenai Teknis Pembangunan dan Pengelolaan Air Limbah Domestik. Pelatihan ini dihadiri oleh masyarakat penerima jamban sehat permanen Desa Widodaren, Kabupaten Pemalang dan Kelompok Wirausaha Sanitasi Kabupaten Pemalang.

Dalam materi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dibahas mengenai pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan pemicuan. Guna menuju generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas maka di perlukan lingkungan yang sehat. Masyarakat juga diberi pemahaman untuk dapat menjalankan 5 pilar STBM yakni Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Air Minum dan Makanan di Rumah Tangga, Pengamanan Sampah Rumah Tangga dan Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga.

Dalam materi Teknis Pembangunan dan Pengelolaan Air Limbah Domestik diberikan pemahaman bahwa dalam pembangunan jamban sehat permanen harus memenuhi tiga persyaratan teknis yakni persayaratan mengenai bangunan atas yang terdiri dari dinding dan atap, bangunan tengah yang terdiri dari kloset, bak air, lantai serta bangunan bawah yang terdiri dari sepitank dan resapan. Untuk syarat teknis konstruksinya dijelaskan mengenai kapasitas jamban, konstruksi septiktank, bioseptik, lokasi JSP, lubang resapan, chamber dan peresapan.

Pada tahun 2024, masyarakat di Desa Widodaren, Kabupaten Pemalang mendapatkan bantuan stimulan jamban sehat permanen sebesar Rp. 3.700.000,- per jamban sebanyak 72 unit. Harapannya dengan adanya pelatihan ini masyarakat dapat membangun jamban yang ideal untuk dapat mewujudkan akses sanitasi yang layak, aman, sehat dan dengan harga yang terjangkau sesuai spesifikasi teknis. Pada akhirnya kegiatan ini dapat menjadi sarana bagi penyadaran publik mengenai pencegahan tumbuh dan berkembangnya kawasan permukiman kumuh di Provinsi Jawa Tengah.

Oleh Busada Eka

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan pelatihan mengenai teknik pembangunan dan pengelolaan air limbah domestik pada Rabu (6/3) di Balai Desa Widodaren. Acara dibuka Nasikin selaku Kepala Desa Widodaren dan Iwan Setiarto selaku Subkoordinator Perencanaan Teknis Kawasan Permukiman. Pelatihan dimoderatori oleh Danny Setiawan dengan narasumber Fidiyatun S.KM., M.Kes. yang membahas mengenai Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Riyantoro, ST. (DPUPR Kabupaten Pemalang) yang membahas mengenai Teknis Pembangunan dan Pengelolaan Air Limbah Domestik. Pelatihan ini dihadiri oleh masyarakat penerima jamban sehat permanen Desa Widodaren, Kabupaten Pemalang dan Kelompok Wirausaha Sanitasi Kabupaten Pemalang.

Dalam materi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dibahas mengenai pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan pemicuan. Guna menuju generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas maka di perlukan lingkungan yang sehat. Masyarakat juga diberi pemahaman untuk dapat menjalankan 5 pilar STBM yakni Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Air Minum dan Makanan di Rumah Tangga, Pengamanan Sampah Rumah Tangga dan Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga.

Dalam materi Teknis Pembangunan dan Pengelolaan Air Limbah Domestik diberikan pemahaman bahwa dalam pembangunan jamban sehat permanen harus memenuhi tiga persyaratan teknis yakni persayaratan mengenai bangunan atas yang terdiri dari dinding dan atap, bangunan tengah yang terdiri dari kloset, bak air, lantai serta bangunan bawah yang terdiri dari sepitank dan resapan. Untuk syarat teknis konstruksinya dijelaskan mengenai kapasitas jamban, konstruksi septiktank, bioseptik, lokasi JSP, lubang resapan, chamber dan peresapan.

Pada tahun 2024, masyarakat di Desa Widodaren, Kabupaten Pemalang mendapatkan bantuan stimulan jamban sehat permanen sebesar Rp. 3.700.000,- per jamban sebanyak 72 unit. Harapannya dengan adanya pelatihan ini masyarakat dapat membangun jamban yang ideal untuk dapat mewujudkan akses sanitasi yang layak, aman, sehat dan dengan harga yang terjangkau sesuai spesifikasi teknis. Pada akhirnya kegiatan ini dapat menjadi sarana bagi penyadaran publik mengenai pencegahan tumbuh dan berkembangnya kawasan permukiman kumuh di Provinsi Jawa Tengah.

Oleh Busada Eka