Dinas Perumahan Rakyat

Dan Kawasan Permukiman

Provinsi Jawa Tengah

MONITORING PEMANFAATAN TEKNOLOGI RUSPIN DI PROVINSI JAWA TENGAH

Jawa Tengah, 29 Juli s.d 2 Agustus 2024 - Untuk mewujudkan kualitas RUSPIN yang optimal di Jawa Tengah, dilakukanlah serangkaian kegiatan monitoring yang melibatkan pembuatan panel RUSPIN serta perakitan RUSPIN di berbagai lokasi. Kegiatan ini diadakan oleh Bina Teknik dengan dukungan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten/Kota. Termasuk juga pembangunan rumah bagi warga miskin yang dilaksanakan melalui bantuan sosial (Bansos) dari Disperakim Provinsi Jawa Tengah dalam program Pembangunan Baru (PB) Terdampak Bencana, PB Relokasi Program Pemerintah, dan PB Backlog. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap tahun agar teknologi RUSPIN dapat dimanfaatkan sesuai dengan kaidah teknis.

Kegiatan diawali dengan Tim monitoring melakukan pemeriksaan di workshop-worskshop aplikator RUSPIN yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Tengah. Beberapa aplikator yang terlibat antara lain CV. Rumah Panel Bangun Mandiri dari Banyumas, CV. Adhi Surya dari Purworejo, PT. Loka Adya Kencana dari Klaten, CV. Teguh Mandiri Perkasa dari Wonosobo, CV. Berkah Karya Mulya dari Kabupaten Semarang, PT. Citra Ardiana Persada dari Brebes, CV. Ardian Jaya Teknik dari Kendal, CV. Dharma Juandiva dari Grobogan, CV. Putra Al Mahrin dari Pati, CV. Andromeda Perkasa dari Pati, serta CV. Karya Lestari dari Rembang. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup berbagai aspek penting, termasuk kualitas tulangan, cetakan, campuran beton, panel RUSPIN, longbolt, dan aksesoris lainnya.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan pemasangan panel RUSPIN di lapangan, beberapa diantaranya adalah perumahan komunitas Desa Semut Kabupaten Pekalongan, Kelurahan Bugisan Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pati. Selain melakukan monitoring, Tim Bina Teknik juga langsung menyampaikan beberapa evaluasi kepada pelaksana pemasangan panel RUSPIN, terutama pada beberapa sambungan yang salah. Hal ini guna menjaga kualitas bangunan agar sesuai dengan tujuan teknologi RUSPIN dan mengedukasi pelaku usaha agar lebih profesional.

Hasil dari monitoring ini akan menjadi bahan evaluasi yang krusial dalam proses perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bina Teknik dan para aplikator. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam pengembangan RUSPIN mematuhi standar kualitas yang telah ditetapkan, sehingga hasil akhir yang dicapai dapat memenuhi ekspektasi dan standar yang diharapkan.

Oleh Septia Faril Lukman

Jawa Tengah, 29 Juli s.d 2 Agustus 2024 - Untuk mewujudkan kualitas RUSPIN yang optimal di Jawa Tengah, dilakukanlah serangkaian kegiatan monitoring yang melibatkan pembuatan panel RUSPIN serta perakitan RUSPIN di berbagai lokasi. Kegiatan ini diadakan oleh Bina Teknik dengan dukungan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten/Kota. Termasuk juga pembangunan rumah bagi warga miskin yang dilaksanakan melalui bantuan sosial (Bansos) dari Disperakim Provinsi Jawa Tengah dalam program Pembangunan Baru (PB) Terdampak Bencana, PB Relokasi Program Pemerintah, dan PB Backlog. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap tahun agar teknologi RUSPIN dapat dimanfaatkan sesuai dengan kaidah teknis.

Kegiatan diawali dengan Tim monitoring melakukan pemeriksaan di workshop-worskshop aplikator RUSPIN yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Tengah. Beberapa aplikator yang terlibat antara lain CV. Rumah Panel Bangun Mandiri dari Banyumas, CV. Adhi Surya dari Purworejo, PT. Loka Adya Kencana dari Klaten, CV. Teguh Mandiri Perkasa dari Wonosobo, CV. Berkah Karya Mulya dari Kabupaten Semarang, PT. Citra Ardiana Persada dari Brebes, CV. Ardian Jaya Teknik dari Kendal, CV. Dharma Juandiva dari Grobogan, CV. Putra Al Mahrin dari Pati, CV. Andromeda Perkasa dari Pati, serta CV. Karya Lestari dari Rembang. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup berbagai aspek penting, termasuk kualitas tulangan, cetakan, campuran beton, panel RUSPIN, longbolt, dan aksesoris lainnya.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan pemasangan panel RUSPIN di lapangan, beberapa diantaranya adalah perumahan komunitas Desa Semut Kabupaten Pekalongan, Kelurahan Bugisan Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pati. Selain melakukan monitoring, Tim Bina Teknik juga langsung menyampaikan beberapa evaluasi kepada pelaksana pemasangan panel RUSPIN, terutama pada beberapa sambungan yang salah. Hal ini guna menjaga kualitas bangunan agar sesuai dengan tujuan teknologi RUSPIN dan mengedukasi pelaku usaha agar lebih profesional.

Hasil dari monitoring ini akan menjadi bahan evaluasi yang krusial dalam proses perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bina Teknik dan para aplikator. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam pengembangan RUSPIN mematuhi standar kualitas yang telah ditetapkan, sehingga hasil akhir yang dicapai dapat memenuhi ekspektasi dan standar yang diharapkan.

Oleh Septia Faril Lukman