Wonosobo, 22 Mei 2025 – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jawa Tengah menyelenggarakan acara Pelatihan Penyadaran Publik Terhadap Tumbuh dan Berkembangnya Permukiman Kumuh dengan Tema “Pengelolaan Sampah di Kawasan Permukiman” yang bertempat di desa dampingan, Desa Mojosari, Kec. Mojotengah, Kab. Wonosobo.
Materi yang disampaikan berupa Pembuatan dan Pemanfaatan LOSEDA (Lodong Sisa Dapur) oleh Bapak Bukhori selaku Tim Teknis DLH Kabupaten Wonosobo serta Pegelolaan Sampah melalui Bank Sampah oleh Ibu Sri Watik selaku Ketua Bank Sampah Induk Wonosobo. Loseda merupakan inovasi pengurangan sampah dari sumbernya dengan prinsip yang sama seperti biopori. Loseda sendiri menggunakan pipa pvc sebagai penahan tanah, namun hanya sebagian pipa yang ditanam di dalam tanah. Tata cara pemanfaatannya adalah dengan memasukkan sampah organik secara terus menerus ke dalam lubang hingga penuh, lalu tunggu selama 2-3 minggu hingga menjadi kompos. Kompos yang matang selanjutnya dipanen dan dapat dimanfaatkan. Selanjutnya dilakukan praktik pemasangan biopori dan loseda di halaman Kantor Desa Mojosari.
Pada materi Bank Sampah, disampaikan mengenai pemilahan sampah anorganik yang bernilai jual. Selain itu, dilakukan pendorongan kepada masyarakat untuk dapat membentuk Bank Sampah sebagai upaya pengelolaan sampah di desa. Bank Sampah Induk Wonosobo (BSIW) memfasilitasi sampah yang tidak bernilai jual di bank sampah milik desa seperti plastik sisa maupun residu, sehingga kendala pada sampah residu sudah tidak menjadi permasalahan lagi.
Pelatihan yang telah dilaksanakan dengan mengangkat isu persampahan dan tata cara pengelolaan dari sumber melalui Biopori merupakan salah satu dukungan dalam implementasi kegiatan Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimun (SPM) pada Bidang Perumahan Rakyat.
Oleh Ines
Wonosobo, 22 Mei 2025 – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jawa Tengah menyelenggarakan acara Pelatihan Penyadaran Publik Terhadap Tumbuh dan Berkembangnya Permukiman Kumuh dengan Tema “Pengelolaan Sampah di Kawasan Permukiman” yang bertempat di desa dampingan, Desa Mojosari, Kec. Mojotengah, Kab. Wonosobo.
Materi yang disampaikan berupa Pembuatan dan Pemanfaatan LOSEDA (Lodong Sisa Dapur) oleh Bapak Bukhori selaku Tim Teknis DLH Kabupaten Wonosobo serta Pegelolaan Sampah melalui Bank Sampah oleh Ibu Sri Watik selaku Ketua Bank Sampah Induk Wonosobo. Loseda merupakan inovasi pengurangan sampah dari sumbernya dengan prinsip yang sama seperti biopori. Loseda sendiri menggunakan pipa pvc sebagai penahan tanah, namun hanya sebagian pipa yang ditanam di dalam tanah. Tata cara pemanfaatannya adalah dengan memasukkan sampah organik secara terus menerus ke dalam lubang hingga penuh, lalu tunggu selama 2-3 minggu hingga menjadi kompos. Kompos yang matang selanjutnya dipanen dan dapat dimanfaatkan. Selanjutnya dilakukan praktik pemasangan biopori dan loseda di halaman Kantor Desa Mojosari.
Pada materi Bank Sampah, disampaikan mengenai pemilahan sampah anorganik yang bernilai jual. Selain itu, dilakukan pendorongan kepada masyarakat untuk dapat membentuk Bank Sampah sebagai upaya pengelolaan sampah di desa. Bank Sampah Induk Wonosobo (BSIW) memfasilitasi sampah yang tidak bernilai jual di bank sampah milik desa seperti plastik sisa maupun residu, sehingga kendala pada sampah residu sudah tidak menjadi permasalahan lagi.
Pelatihan yang telah dilaksanakan dengan mengangkat isu persampahan dan tata cara pengelolaan dari sumber melalui Biopori merupakan salah satu dukungan dalam implementasi kegiatan Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimun (SPM) pada Bidang Perumahan Rakyat.
Oleh Ines